
"Ayo..." ajak Adrian kepada Filona, gadis manis itu agak sedikit ragu, karena baru kali ini mereka naik mobil berdua.
Adrian mengangguk melihat ke arah Filona yang ragu ragu itu.
"Ngak bakal gigit kok" kekeh Adrian.
Filona memanyun kan bibirnya, mau tidak mau, dia akhirnya di anter oleh Adrian, gara gara semua orang punya kesibukan masing masing, fikir Filona.
Adrian tersenyum gemes melihat tingkah malu malu Filona itu, setelah menutup pintu. Adrian mengitari mobil masuk di bangku kemudi.
"Lansung ke kampus apa mau sarapan dulu?" tanya Adrian.
"Lansung ke kampus aja, tadi Loba sudah sarapan" tutur Filona.
Adrian mengangguk, dan menjalankan mobil secara perlahan, keluar dari pekarangan rumah Lucas tersebut.
"Jadi. Ini alasannya Mommy sama Daddy melarang kita ngajak Filona?" tebak Emely.
"Hmm.... Apa lagi, kelamaan jomblo kakak mu itu, nanti bisa karatan dia, kasian temannya sudah mau punya anak satu, dia masih jomblo" kekeh Sang mommy.
"Kenapa harus Lona. Mom, kan Lona masih kuliah masih muda pula" ujar Emely.
"Kamu ngak lihat, dua orang itu saling suka, tapi gengsi atau apa lah. Tapi klau Lona kelewat polos, ngak ngerti begituan, kakak mu itu. ke banyakan traumanya, kudu di kasih pemanasan dulu baru gerak" kekeh Sang Mommy mengingat pembicaraan dia dan Lucas.
"Tapi, kak Zahra sama Lio setuju ngak? jangan sampai mereka ngak nyaman" tutur Emely, yang memikirkan kakak iparnya dan Filio.
__ADS_1
"Aku mah, setuju setuju aja Ly. Lagian kak Adrian juga baik kok" ujar Filio.
"Ahhh.... Syukurlah klau gitu" ujar Emely lega.
"Oh... Iya, aku lupa, kamu harus tau satu hal, kak Adrian itu, masih punya Ibu, tapi Ibunya sakit sakitan dan lumpuh" ujar Emely.
"Lalu, masalahnya apa? toh masih mending punya orang tua walau sakit sakitan, masih bisa kita lihat dan kita rawat, lah kami sudah tidak punya mereka lagi, yang kami punya hanya kakak" ujar Filio.
"Maaf. Bukan maksud ku membuat kamu sedih" ujar Emely tidak enak hati.
Sementara di dalam mobil Adrian.
Adrian mendapat telpon dari perawat ibunya, klau sang ibu di larikan ke rumah sakit.
"Kenapa kak?" tanya Filona melihat wajah panik Adrian setelah menerima telpon.
"Kenapa Ibu kakak?" tanya Filona lagi.
"Ibu di larikan ke rumah sakit" ujar Adrian.
"Ya sudah, kita lansung ke rumah sakit saja" putus Filona.
"kamu kan kuliah" ujar Adrian.
"Tidak apa, nanti aku akan wa Emely" ujar Filona.
__ADS_1
Adrian mengangguk, tanpa banyak bicara lagi, pikiranmu sudah tidak fokus lagi.
"Kakak tenang, jangan kaya gini, yang ada nanti kita juga yang ikut masuk rumah sakit" ujar Filona, karena Adrian membawa mobil sedikit ugal ugalan.
"Maaf..." Sesal Adrian, dia lupa sama Filona, Adrian lansung memelankan laju mobilnya
"Ngak pa apa, aku tau kok, kakak pasti pikiran tidak tenang" ujar Filona tersenyum cantik.
"Sayang, maaf ya, sepertinya hari ini, kita ngak jadi jalan jalan deh" ujar Lucas penuh sesal.
"Emang kenapa?" tanya Zahra, dengan segala rasa keponya.
"Ibunya, Adrian drop, tadi di larikan ke rumah sakit" ujar Lucas.
"Innalillahi..." ujar Zahra.
"Lalu, Filona gimana?" tanya Zahra, seingat dia Filona pergi bersama Adrian.
"Dia ikut Adrian ke rumah sakit" ujar Lucas.
"Ohhh... Ya udah" ujar Zahra.
"Nanti setelah selesai kerjanya, kita bezuk ke rumah sakit ya" ujar Zahra lagi.
"Baiklah tuan putri" kekeh Lucas.
__ADS_1
Bersambung...