Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 141


__ADS_3

"Ini anak kecil, anak siapa sih, bisa bisanya sahutin omongan orang tua." omel Siti, dia kesal karena ucapan Kenzo itu.


"Dia anak aku, emang kenapa?" tanya Lucas tidak senang anaknya di tunjuk tunjuk.


"Ya ampun... Lucas, kamu nikah sama janda! ya Tuhan.... memalukan sekali kamu ini, sudah dapat gadis kampungan, ngak selevel, udah gitu punya anak pula, apa kamu ngak malu sama rekan kerja kamu nak?" ujar Bi Siti dengan gaya sombongnya.


Lucas, Adrian dan Daddy Bagas mengetatkan rahangnya mendengar hinaan dari Sitikus itu, yang peperepetan kaya tikus yang kejepit ekornya saat mencuri makanan.


"Pasti lah abang ngak malu punya istri kaya kak Zahra. kenal ngak, sama postingan viral tahun lalu, pasti kenal lah, masa ngak, nah, ini nih, wanita cantik yang di puji puji banyak orang waktu itu, sudah cantik, pintar, bisa membesarkan anak seorang diri, ngak cuma itu lagi, adik adiknya bisa di kuliahin sama dia, tanpa mengemis ngemis ke orang lain untuk biaya hidup mereka, dan dia lulusan terbaik lagi dari kampusnya, ada ngak yang bisa ajak dia saingan, pasti ngak ada lah." sinis Emely, gadis cantik yang biasanya diam aja, tanpa banyak bicara saat keluarga Daddynya datang itu, kini mulai risih dan kesal, mendengar kakak iparnya di hina, dia ngak terima sama sekali.


"Mana ada yang bisa ajak bunda aku saingan aunty, hanya bunda ku yang terbaik, yang lain mah lewat..." sambung Kenzo, memang anak itu ngak akan bisa dia ajak sabar, klau sudah ada yang menyenggol sang bunda, bisa keluar tanduk di kepalanya.


"Tau. Mommy juga heran deh, kok bisa ya, orang ngomong level, padahal sendirinya." mommy Lusi melihat dua manusia tak di undang itu dari atas sampai ke bawah, balik lagi dari bawah ke atas, dan bibirnya terangkat sinis.


"Memang level bibi ada berapa, sudah kaya bon cabe aja, pakai level, kami mah ngak main soal level tante, yang penting baik, pintar, sopan, dan ngak suka merasa dia di atas segalanya, padahal mah, dia di bawah segalanya, hidup penuh tipu tipu." cibir Lucas.

__ADS_1


"Siti, kau kalau mau nginap di sini, tolong jaga bicara kau itu, klau kau ngak bisa jaga, lebih baik, kau nginap di hotel saja." tegas Daddy Bagas, yang sudah kesal setengah mati sama wanita aneh itu.


Glek..


Siti lansung menelan ludah kasar, karena suara Bagas tidak enak di dengar.


"Ya sudah yuk... kita makan malam dulu, kasian cucu ganteng aku belum makan malam." ajak Mommy Lusi.


"Cih.... cucu tiri aja di perhatiin segitunya, lah saya baru datang ngak di suguhin minum." dumel Bu Siti dalam hati.


Lucas berdiri dan membantu sang istri untuk berdiri dia gemes melihat sang istri yang semakin montok itu.


"Siapa ya, lupa." jawab Lucas datar, sambil menggandeng tangan sang istri melewati wanita itu.


"Sialan, gue di lupain, padahal kan gue suka banget sama dia, pokoknya gue ngak peduli dia punya istri apa ngak, gue mau peper dia terus, ngak mungkin juga paman bakal melarang gue." gumam Wati dalam hati.

__ADS_1


"Jangan pernah ganggu abang gue." bisik Emely, yang tidak suka sama wanita itu, dia selalu menumbalkan Emely klau datang ke sini, mengajak jalan jalan malam hari, agar bisa di tamani oleh Lucas, klau dulu mungkin Emely iyain aja, karena kakaknya masih lajang. klau sekarang, ooo tidak bisa, dia orang yang pertama menghajar pelakor itu, dia sangat menyayangi kakak iparnya itu.


"Ehhh..." Kaget Wati yang terbengong karena jawaban Lucas tadi, dan di kagetin dengan bisikan Emely.


"Sial, kenapa sih, Emely jadi gitu, padahal dulu nurut banget sama gue." gerutu Wati.


Filona mendong kursi roda calon mertuanya itu, melewati Wati begitu saja.


Begitu pun Adrian, dia tidak perduli dengan Wati, dia juga pernah ketemu dengan wanita menyebalkan itu.


"Om, klau ada ulat bulu, kita harus membasminya kan Om." sindir Kenzo.


"Iya. dong, masa ulat bulu di biarkan, nanti yang ada nempel di baju, sama badan kita, kan jadi gatal gatal lah." jawab Filio, di dalam hatinya, dia terkekeh dengan ucapan keponakannya yang ajaib itu.


"Bagusnya di basmi pake minyak tanah apa pestisida ya Om?" tanya Kenzo sambil berjalan di depan Wati dan Bi Siti.

__ADS_1


Adrian, Filona, dan Bu Santi terkekeh mendengar ocehan Kenzo tersebut, mereka tau apa maksud bocah laki laki itu.


Bersambung....


__ADS_2