
Lucas memandangi wajah cantik sang istri yang masih memejamkan matanya itu, padahal hari sudah mulai siang, namun wanita cantik itu tidak merasa terganggu sama sekali, dia masih berselancar mengarungi dunia mimpi, bagaimana tidak semalam setelah istirahat sebentar Lucas lansung menggempur sang istri sampai dini hari, Lucas seperti tidak ada puasnya sama wanita cantik itu.
"Kamu cantik banget sayang, saya begitu beruntung mendapatkan kamu, kamu sudah cantik, pintar dan juga tangguh, mas sangat mencintai kamu sayang, mas akan menjaga kamu selamanya" gumam Lucas sambil mengelus pipi mulus sang istri.
"Eeeuuuggghhh....." lenguh Zahra dan semakin mengeratkan pelukannya kepada Lucas, Lucas bukannya risih, malah terkekeh melihat wajah polos sang istri, walau ada sedikit iler yang membasahi bibir wanita itu.
"Haiii.... bangun sayang, apa kamu ngak ingin sarapan hmmmm...." Lucas menoel noel hidung sang istri.
"Mas....masih ngantuk, badanku rasanya remuk semua" rengek Zahra sambil mengeratkan pelukannya kepada sang suami.
"Maaf sayang mas begitu bersemangat, jadi bikin kamu kelelahan kaya gini, abis kamu bikin nagih sayang" gumam Lucas sambil menciumi pipi sang istri.
"Mandi ya... mas gendong, biar pegel pengennya ilang" ucap Lucas sambil menggendong sang istri ke dalam kamar mandi.
"Ih... di bilangin masih ngantuk juga" sungut manja Zahra, namun tak alang dia tetap mengalungkan tangannya di leher sang suami, Zahra sepertinya masih belum sadar, dengan tubuh polosnya di lihat sang suami, karena terlalu ngantuk.
Lucas membawa Zahra masuk ke dalam bathtub yang sudah terisi air hangat dan gelembung sabun beraroma terapi untuk merileks kan tubuh mereka yang terasa kaku.
__ADS_1
"Kok mas ikutan masuk sih... nanti bukan berendam, malam bikin aku makin capek loh mas" oceh Zahra, namun tidak di perdulikan oleh Lucas, dia tetap masuk dan duduk di belakang sang istri, Zahra dapat merasakan belalai gajah sang suami, yang mulai berotot itu.
"Hadeehhh.... ini mah, bakal habis gue di kerjain di kamar mandi, ini laki batrai nya kok full terus sih, gue aja udah ngak karuan ini rasa badan" gedumel Zahra dalam hati.
Tangan Lucas mulai membasuh punggung sang istri dan memberikan pijatan di ke dua pundak Zahra.
"Enak ngak sayang?" tanya Lucas sambil memijit mijit halus pundak Zahra.
"Hmmm.... enak banget, mas dulunya pernah kerja di spa ya" kekeh Zahra.
"Enak aja klau ngomong, emang eyke lekong" sungut Lucas.
"Abis pijitan mas enak banget, kaya udah bias mijit gitu" tutur Zahra di sela sela kekehannya.
"Mas biasa mijitin Oma sama Opa klau mereka datang atau mas yang berkunjung ke Rumah oma" ujar Lucas.
"Ouuhhh pantas..." ucap Zahra.
__ADS_1
tangan Lucas yang tadinya hanya memijit pundak dan punggung Zahra, kini sudah merayap ke dua gunung kembar Zahra dan memilintir halus dua tombol di sana, tak Ayal membuat Zahra mengeluarkan suara merdunya.
"Mas.... ahhh..." de*** Zahra, membuat Lucas mengembangkan senyumnya, karena rencana liciknya berhasil, karena dari semalam dia ingin melakukan hal ini di dalam bathtub namun tidak terlaksana, karena kasihan terhadap sang istri.
"Mas pengen sayang" ujar Lucas, lansung mengangkat tubuh sang istri duduk di pangkuannya dan menghadap ke arah Lucas.
Terjadilah gencatan senjata untuk keberapa kalinya di pagi menjelang siang di dalam kamar mandi itu.
Entah berapa kali Lucas menggempur sang istri di dalam kamar mandi itu, sehingga membuat Zahra mengerucutkan bibirnya karena kesal dan pegal ulah sang suami.
"Jangan cemberut gitu dong sayang, kan mas udah minta maaf" ujar Lucas.
"Abis mas sih... kaya ngak ada puasnya, heran aku tuh, emang mas ngak capek apa" omel Lucas.
"Mana ada capek sayang, ini tu enak dan bikin nagih" ujar Lucas sambil menaik turunkan alisnya.
"Ncek... maniak!!" kesal Zahra dan berlalu dari sang suami, dia ingin memakai pakaiannya.
__ADS_1
Lucas melihat istrinya ngambek itu hanya terkekeh, ada rasa kasihan melihat wajah lelah sang istri, namun ular pyton nya itu tidak tidur tidur, selalu saja ingin berenang di sawah sang istri.
Bersambung....