Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 38


__ADS_3

"Mbak... gimana persidangan loe?" tanya Angel kepada Firda saat mereka sedang menunggu pesanan mereka.


"Senin besok sidang ke dua, do'ain lancar ya, gue benar benar cepat bebas dari keluarga toxic itu" gerutu Firda dengan wajah mengeram kesal.


Rumah tangga Firda memang sedang si ambang ke hancuran, suaminya selingkuh, orang tua suaminya malah mendukung perselingkuhan itu, dan adik dan kakak suami nya, selalu merong rong uangan Firda, bahkan Firda tidak di nafkahi oleh suaminya, anaknya pun tidak di perhatikan oleh suaminya itu.


"Loe masih tinggal di rumah loe mbak" tanya Sari.


"Ngak gue, udah keluar lama dari sana, gue tinggal di apartemen di dekat tempat Zahra, sama anak dan Ibu gue" jawab Firda.


"Lah... cius mbak lu tinggal di apartemen itu?" kaget Zahra.


"Hmmm..." Angguk Firda.

__ADS_1


"Kok loe lebih memilih tinggal di apartemen sih mbak, kenapa ngak kontrakan, kasian kan anak loe kurang sosialisasi?" tanya Sari lagi.


"Pengen nya sih gitu, tapi nunggu ntar selesai sidang dan putusan hak asuh anak, sekalian hasil penjualan rumah dan kendaraan bermotor, gue gugat semuanya, enak aja dia mau nikmatin sama selingkuhan dan keluarga toxicnya itu, untung gw pintar itu surat surat gue yang simpan, jadi mereka lagi nyari nyari ke beradaan gue dan anak gue, gue takut dia ngambil anak gue, dan menjadikan anak gue sandraan agar rumah dan kendaraan ngak di jual, klau di apartemenkan lebih aman, ada satpam yang jaga, jadi mereka ngak bisa masuk sembarangan" tutur Firda.


"Buset dah, kejam amat, lah... emang laki loe ngak tau klau loe kerja di perusahaan ini?" bingung Zahra.


"Ngak, yang mereka tau gue hanya pelayan toko di sebuah mall" kekeh Firda.


"Bukan oon sih, tapi lebih ke masa bodo aja, yang penting ada cuan, jadi gini ceritanya, waktu itu yang mereka tau gue kerja di toko, memeng saat itu gue lagi ngelayanin pelanggan di toko itu, karena toko itu punya teman gue, gue waktu itu lagi main di sana, dan saat menikah mereka ngak pernah tanya tanya lagi kerjaan gue, karena gue dari rumah selalu memakai makai pakaian santai, sampai di perusahaan baru gue ganti pakaian, mereka ngak perduli gue kerja apa, yang penting saat mereka minta duit, gue harus ngasih mereka duit, mau dari mana pun itu asalnya, yang penting ada uang" ujar Firda.


"Buset.... parah amat, jadi takut nikah gue" gumam Angel yang masih di dengar sama yang lain.


"Hidup loe sudah kaya di novel novel aja mbak" celoteh sari.

__ADS_1


Firda hanya mengangkat bahunya acuh.


"Tapi mbak, kok gue lihat loe santai, walau rumah tangga loe sedang ngak baik baik aja" celoteh Sari.


"Ncek... sebenarnya mah, klau di bilang hati gue hancur, tapi gue berusaha ikhlas, dan menerimanya dengan lapang dada, mungkin sudah suratan takdir gue kaya gini, gue hanya akan mengadu sama yang maha pencipta di sepertiga malam gue" tutur Firda lagi dan di anggukin sam yang lain, begitu pun dengan Zahra, dia ikut mengangguk, Zahra pun sama, hanya mengadu sama sang pencipta di setiap sepertiga malamnya, menumpahkan keluh kesahnya di atas sajadah.


"Da ah... makan noh keburu dingin dan keburu waktu masuk tiba, nanti kita di potong gajinya, gue ngak mau, anak gue butuh susu sama pampers" kekeh Firda.


Akhirnya mereka makan dalam diam, takut waktu istirahat abis, padahal mah bos mereka tidak pernah memotong gaji karyawannya, gara gara telat masuk hanya beberapa menit doang itu.


Bersambung....


Jangan lupa like komen dan vote ya...

__ADS_1


__ADS_2