
"Emely maafin sikap keluarga ku ya, kamu tau sendirian bagaimana kak Zahra, dan bagai mana protektifnya Filio dan Kenzo sama kak Zahra, dia tidak ingin kakak di sakiti lagi" Filona tidak enak hati kepada Emely.
"Kamu tenang aja, ngak masalah kok, aku tau mereka cukup trauma sama keadaan kak Zahra, apa lagi akhir akhirnya kita lihat kak Zahra selalu di serang sama orang orang aneh, wajar kok klau Filio dan Kenzo seperti itu" ucap Emely menenangkan sahabatnya itu.
"Ayo Bang... kita pulang dulu, nanti kita datang lagi ke sini, kapan perlu kita bawa keluarga besar kita agar kak Zahra percaya, klau abang benar benar menyukainya dan keluarga besar kita menerimanya" ucap Emely mengajak Lucas untuk pulang.
Sementara itu Lucas masih terpaku melihat ke arah tangga menuju lantai dua ruko itu.
Emely menarik tangan abangnya, agar keluar dari ruko tersebut dan mengantarkannya ke mobil Lucas, hari ini memang Lucas membawa mobil sendiri, karena Adrian sedang ada tugas ke suatu tempat menemui klien penting mereka.
Lucas masuk ke dalam mobilnya, dan Emely juga masuk ke dalam mobil sendiri, mereka pulang ke mansion keluarga Lucas.
"Sebegitu dalam kamu di lukai orang orang jahat di luar sana, sehiga anak dan adiku sampai bereaksi begitu parah, saya janji Zahra, saya berjanji setelah kamu hidup bersama saya, saya akan membahagiakan kamu, tidak akan saya izinkan satu orang pun menyentuh kamu" gumam Lucas.
"Gue berharap Abang benar benar mencintai kak Zahra, gue ngak mau melihat kak Zahra terluka lagi, gue harus ngomong nanti di rumah, gue ngak mau hanya abang yang menyukai kak Zahra, sementara keluarga gue yang lain tidak, itu sama saja membuat Kak zahra, si kembar dan Kenzo terluka, gue ngak mau itu, sudah cukup mereka selama ini tersakiti, gue tau bagaimana mereka melalui hari hari mereka" Emely juga bergumam di mobilnya sendirian.
__ADS_1
"Bun... apa Bunda kenal Om yang tadi....?" tanya bocah kecil itu, saat Zahra sudah selesai membersihkan dirinya di kamar mandi dan berganti pakaian.
"Dia bos Bunda di kantor" jawab Zahra jujur apa adanya.
"Sepertinya dia menyukai Bunda.." ucap Kenzo menatap sang Bunda.
"Ntah lah, saat ini Bunda hanya ingin fokus sama kalian, tidak ingin memikirkan yang lain" jawab Zahra.
Kenzo mengangguk tanda mengerti.
"Kan Bunda sudah bilang saat ini Bunda hanya ingin fokus sama Ken, Om dan Aunty, Bunda belum ada niat untuk punya pe damping" tutur Zahra lembut.
"Apa Bunda trauma?" tanya Anak itu, yang membuat Zahra gemes sendiri.
"Sedikit...." ucap Zahra memperagakan memencet ujung jari kelingkingnya dengan Ibu jari.
__ADS_1
"Bunda jangan sedih ya, Ken akan jagain Bunda dari orang jahat" ucap Anak itu memeluk sang Bunda.
"Makasih... sayang, sudah mau melindungi Bunda, Ken adalah super hero nya Bunda" ucap Zahra membalas pelukan sang anak.
Di balik pintu sana ada Filio yang berdiri menguping pembicaraan Ibu dan Anak itu.
Hatinya sakit mendengar pembicaraan kakak dan keponakannya itu.
"Maaf kak, aku belum bisa menjaga kakak, aku belum bisa membahagiakan kakak, gara gara kami hidup kakak jadi menderita, aku janji kak, suatu saat nanti aku akan membahagiakan kakak" gumam Filio di depan pintu kamar itu.
"Yuk... keluar, Bunda mau masak, Ken mau di masakin apa sama Bunda?" Zahra mengajak Kenzo untuk keluar.
Filio secepat kilat pergi dari depan kamar sang kakak, dia tidak ingin ke tahuan oleh sang kakak, sudah menguping pembicaraan kakaknya itu.
Bersambung....
__ADS_1