
Pesta pernikahan ke dua Zahra dan Lucas kembali di laksanakan di sebuah hotel berbintang, tamu yang di undang oleh Opa dan oma Lucas tidak kira kira banyaknya, karena dia ingin memperkenalkan menantu kesayangannya ke halayak ramai, dan pesta itu pun tak luput dari reporter siapa yang tidak kenal dengan Opa Jordane pengusaha kaya di negerinya dan beberapa negara dia juga orang yang di segani di kerajaan bisnis.
"Waahhh... Istri Tuan Lucas lebih cantik aslinya dari pada foto yang kita lihat" ujar Para tamu undangan.
"Tuan Lucas beruntung sekali mendapatkan wanita cantik itu"
"Mereka sama sama bentung"
Begitulah selentingan bisik bisik tamu undangan yang terdengar.
Sementara di atas pelaminan sana Lucas dan Zahra berdiri dengan senyum mengembang di bibir mereka menyalami para tamu yang tiada henti hentinya naik ke panggung itu mengucapkan selamat.
"Kamu capek sayang...?" tanya Lucas melihat Zahra yang mulai ke lelahan.
"Hmmm... Lumayan, oma sama opa bener bener ya ngadain pesta" ujar Zahra geleng geleng kepala.
"Iya, dia sangat bahagia mempunyai cucu menantu seperti kamu, makanya dia ingin memperkenalkan kamu sama dunia sayang" ujar Lucas yang memang benar adanya.
__ADS_1
"Terimakasih ya mas kamu dan keluarga mu menerima aku dan adik adik ku" ucap Zahra tulus dengan mata yang berkaca kaca.
"Haaiii... kenapa harus berterima kasih sayang, mas juga sangat mencintai kamu lebih dari apa pun" jawab Lucas sambil memegang tangan Zahra lembut.
Zahra juga ikut tersenyum haru dan melihat dari atas sana adik adik dan keponakan tercintanya sedang di kerubungi oleh para sepupu sepupu Lucas, mereka menerima Filio Filona dan Kenzo sangat baik dan bercanda ria di bawah sana, tampak di wajah wajah adik adik dan juga anaknya itu senyum ceria yang belum pernah dia lihat semenjak kehilangan orang tuanya.
Trimakasih Tuhan telah mendatangkan kebahagian untuk kami, dan mendatangkan keluarga baik hati ini sebagai sandaran bagi kami" gumam Zahra dalam hati.
Sementara di luar hotel itu, Jessy membuat keributan memaksa masuk ke dalam ball room hotel, namun sayang seribu sayang tempat itu di jaga sangat ketat dan telah mewanti wanti agar Jessy tidak di izinkan masuk ke dalam ruangan sana.
"Minggir kalian, saya ingin masuk, saya ingin menemui kekasih saya!!" pekik Jessy tidak terima, karena dia di halangi tidak di izinkan masuk ke dalam sana.
"Apa maksud kalian, saya mengenal baik Oma Chaterine dan Opa Jordane, dan Lucas itu adalah kekasih saya, saya mau menemui dia" pekik Jessy.
"Pergi lah Nona, jangan membuat keributan di sini, sebulan kami berbuat kasar dengan anda" tegas bodyguard tersebut yang masih berbaik hati kepada Jessy.
"Tidak saya tidak akan pergi dari sini, saya ingin bertemu dengan kekasih saya, dia tidak boleh menikah dengan perempuan rendahan itu, perempuan ****** itu sudah mengambil kekasih saya, saya tidak mau!!" pekik Jessy menjadi jadi.
__ADS_1
"Hah.... Dasar anak bodoh, anak sialan, bukan bermain cantik, malah membuat ulah, klau begini bukan bisa menggagalkan acara, malah dia yang di tangkap" kesal Ayah Jessy yang berada tidak jauh dari Jessy yang membuat keributan itu.
"Jangan menyalahkan Jessy kamu sendiri dulu yang menyuruh dia putus dengan Lucas, kamu juga yang mau anak mu itu berhubungan dengan Jerry, kamu juga yang bilang Jerry lebih kaya dari Lucas" kesal sang istri.
"Kan waktu itu aku ngak tau klau Lucas itu cucu Tuan Jordane" elak sang suami yang tidak mau di salahkan.
"Kan waktu itu Mami sudah bilang sama kamu, kamu aja yang di sogok uang tak seberapa lansung ngiler" kesal sang istri.
"Wajar dong, kan waktu itu Lucas hanya merintis di perusahaan kecil, sedang kan Jerry sudah di perusahaan bonafit milik keluarganya, mana aku percaya klau Lucas cucu Tuan Jordane" sahut ayah Jessy itu.
"Lalu klau Papi sudah tau Lucas cucu Tuan Jordane, trus Papi mau apa?" tanya sang istri.
"Ya Apa lagi, anak kita harus bisa bersatu sama Lucas, bagaimana pun caranya, mau jadi istri ke dua kek, mau jadi istri simpanan kek, atau penghangat ranjang saja juga ngak apa apa, yang penting kita dapat dana dari keluarga Lucas itu" ujar Ayah Jessy menyeringai.
"Dasar papi jahat, anak sendiri di korbankan demi kesenangan papi" omel sang istri.
"Haiii.... Mam, kamu jangan munafik, sendiri kamu juga merasakan uang yang di dapat anak kamu itu, klau bukan uang dari dia kamu mana mungkin bisa berbelanjan barang barang mewah seperti ini" ketus suaminya itu.
__ADS_1
Mami Jessy hanya bisa diam mendengar ocehan sang suami, karena memang itu adanya, namun hati nuraninya juga masih ada, mana mungkin dia biarkan anaknya jadi pengganggu rumah tangga orang, dia tidak mau, biar lah anaknya mencari laki laki lain, dari pada menjadi perusak rumah tangga orang lain.
Sementara suasana pesta di dalam sana semakin meriah, tanpa perduli dengan urusan di luar sana, karena sudah ada yang menghandel setiap bagian.