Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 39


__ADS_3

Saat pulang kerja Zahra melongo melihat di dalam rukonya sudah di rubah oleh temen temannya si kembar dan menyisakan sedikit ruang untuk di jadikan studio foto dan tidak hanya itu, dia sampai melotot sempurna melihat anak kesayangannya dan ke dua adik kembarnya sedang bergaya ala ala model, dan melakukan sesi pemotretan, saat mereka lagi bebenah ternyata ada barang baru masuk, lansung saja anak anak itu menjajal kemampuannya.


"Ada apa ini?" tanya Zahra dengn muka bingungnya.


"Ehh... kakak sudah pulang, kami mau pemotretan barang baru masuk, dan kami juga mau jualan live.


"Ya ampun, kalian ini, kan kakak sudah bilang ngak usah kerja, kakak masih mampu" sewot Zahra.


"Kak, kami ngak di izinkan untuk kerja di luarkan, jadi izinkan kami membantu jualan di toko ya" melas Filio.


"Tapi...." belum sempat zahra melanjutkan ucapannya sudah di potong oleh Filona.


"Izinkan kami bantu di sini ya kak, klau ngak kami cari kerja di tempat lain aja, klau kakak marah, kami akan ngekos ngak mau satu rumah sama kakak!" ancam Filona.


Zahra melotot tidak percaya dengn ucapan sang adik, yang sudah pintar mengancam itu.


"Ya sudah terserah kalian saja, yang penting tidak mengganggu kuliah kalian dan tidak ke capean, boleh Live tapi ada waktunya" putus Zahra, mengalah dengan sang adik.

__ADS_1


"Yeeeyyy..... ini baru kakak kami!" seru ke dua anak kembar itu.


"Hayy... jangan pelukan bertiga doang dong, Ken juga pengen di peluk kali" cemberut bocah imut itu.


"Anak bunda kenapa ikut ikutan juga kek gini" cetus Zahra.


"Ya, ngak pa apa, biar wajah tampan Ken semakin terkenal, dan Ken semakin banyak fans" pede bocil itu.


"Astaga kau kepedean sekali bocil" kekeh Filio tak bisa menahan gemes kepada sang ponakan.


Zahra hanya geleng geleng kepala milihat tingkah Kenzo yang narsis itu.


"Ok, Bun... perintah di laksanakan, lets go team kita beraksiii!!" teriak Kenzo dengan semangat, dia kembali bergaya di depan kamera, membuat Zahra terharu melihat anaknya itu, yang begitu semangat melakukan pemotretan.


"Makasih ya, kalian sudah bantu kakak, tapi kakak ngak bisa gaji kalian" sesal Zahra.


"Kami ngak butuh gaji kak, tapi sebagai gantinya, kami mau makan masakan kakak" celetuk Emely dan di anggukin sama yang lain.

__ADS_1


Zahra tersenyum melihat teman teman adiknya itu.


"Baiklah kakak akan masak untuk kalian, kalian mau makan apa?" tanya Zahra pada akhirnya.


"Kami mau mie aceh kak, sama nanti tolong bikinin jus ya kak" cengir Nando.


"Ken, klau sudah selesai istirahat ya" titah Zahra sebelum naik ke lantai dua.


"Siap boss, tapi Ken mau nunggu masakan Bunda dulu baru istirahat, pr Ken sudah Ken kerjain kok" terang anak baik itu kepada sang Bunda.


"Baik lah klau gitu" Zahra benar benar meninggalkan ruangan pemotretan itu, dan naik ke lantai dua, untuk membersihkan badannya, dan lansung memasak, seperti yang diminta oleh teman teman adiknya tadi.


Zahra bahkan tidak hanya membuat mie aceh, dia juga membuat jus, puding dan beberapa cemilan lagi, untuk teman teman adiknya dan juga untuk karyawannya.


"Waahhh.... masakan kak Zahra memang ngak ada duanya, tiap kita makan selalu membuat ketagihan"


"Punya istri kaya kak Zahra bisa bikin perut aman damai sentosa ini"

__ADS_1


"Sudah sudah, di puji terus nanti kakak bisa terbang loh..." seloroh Zahra, memang dia juga suka ikut nimbrung dengan teman teman sang adik.


Bersambung....


__ADS_2