
"Ly... itu bukan abang loe Ly" tunjuk Rangga kearah Lucas.
"Hehehe.... iya" jawab Emely menggaruk tengkuknya, karena teman temannya termasuk Filona dan Filio tidak ada yang tau kalau Emely adalah seorang anak pengusaha besar, punya perusahaan di mana mana, yang mereka tau memang orang berada itu saja, karena mereka berteman tidak kepo tentang kehidupan para sahabatnya, kecuali Rangga yang memang sudah mengenal dekat Emily, karena mereka bertetangga.
"Maksudnya apa ya...?" tanya Filona yang sedikit mendengar percakapan ke dua sahabatnya itu, namun matanya masih fokus sama sang kakak yang di gandeng oleh laki laki tampan berpakaian formal.
"Hehehe... ngak ada, nanti loe juga tau kok" kekeh Emely dan Rangga serempak, membuat Filona memutar mata malas.
Dan kembali fokus melihat perdebatan sang kakak dan laki laki tampan itu, sedangkan para warga yang bekerumun tadi sudah membubarkan diri dari sana.
"Kenapa Bapak ada di sini" oceh Zahra sambil melepaskan diri dari pelukan pelukan tangan besar itu, namun sayang tangan itu semakin erat merangkul pinggangnya.
"Tadi saya melewati jalan ini, tidak sengaja melihat keramaian disini, saya penasaran ada apa di sini, ternyata kekasih saya lagi ribut sama ondel ondel" bohong Lucas, yang ada memang dia sengaja pergi ke rumah Zahra, ingin melihat gadis yang telah mencuri hatinya itu.
"Sudah lepaskan saya, nanti kekasih Bapak salah paham lagi, saya di jadiin sasaran lagi sama kekasih Bapak" ucap Zahra yang belum tau maksud Lucas.
"Ini kekasih saya" ucap Lucas tanpa bersalah semakin mempererat pelukannya kepada Zahra.
__ADS_1
"Bapak ngaco ih... mana ada saya kekasih bapak, dan kapan kita jadian" sungut Zahra tidak habis pikir dengan bos dinginnya itu lama lama otak nya makin geser aja, menurut Zahra.
"Haii... kau lupa sayang...." blusss.... wajah Zahra lansung merona dan berubah warna jadi merah jambu. Lucas terkekeh melihat wajah pujaan hatinya itu.
"Kan... tadi kamu kamu yang ngakuin saya ini kekasihmu, dan memeluk tangan saya dengan erat" ucap Lucas melihat Zahra dengan wajah tengilnya.
"A-apa apaan itu saya cuma lagi kekepet aja, itu ngak sengaja juga" kesal Zahra dan bercampur gerogi dengan tatapan mata Lucas yang menusuk lansung ke hulu hati Zahra.
"Saya tidak perduli, mulai sekarang kamu adalah kekasih saya, sayang..., saya tidak perduli, enak saja kamu tadi sudah mengakui saya sebagai kekasih kamu, dan sekarang kamu mau campakan saya begitu saya, itu tidak bisa sayang, dimana harga diri saya di permainkan oleh seorang gadis cantik ini" kekeh Lucas
Zahra dengan susah payah menelan salivanya, karena perlakuan Lucas tersebut, karena wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja, setiap Zahra memundurkan kepalanya, Lucas semakin memajukan kepalanya membuat Zahra samakin salah tingkah dan merona, cuma bos tengilnya ini lah, laki laki asing yang baru sedekat ini dengan Sarah tanpa mengikis jarak, tentu saja Zahra grogi, dan laki laki ini juga lah, yang mengambil ciuman pertama Zahra.
"Pak, bisa tolong lepaskan saya" ucap Zahra gerogi.
"Saya akan melepaskan kamu, klau kamu sudah mengakui saya ini kekasih kamu untuk selamanya" ancam Lucas sambil menyeringai penuh arti.
Zahra hanya mendengus sebel mendengar ucapan bos mesumnya itu.
__ADS_1
Zahra memberontak ingin lepas dari pelukan Lucas namun sayang pelukan ini semakin erat, membuat Zahra semakin frustasi, dia sangat malu, dan tidak ingin di pikir jelek oleh orang orang yang lalu lalang, sudah cukup semua penderitaannya jangan di tambah lagi, namun siapa sangka bertemu bos nyebelinnya ini, hidup Zahra semakin terusik nantinya.
"Astaga... anda benar benar mengesalkan bos!" kesal Zahra dengan muka yang sudah merah padam.
"Katakan dulu klau saya ini kekasih kamu, klau tidak, kita akan tetap seperti ini kapan perlu sampai besok pagi" kekeh Lucas.
Glegar.....
Bunyi petir menyambar di atas langit sana, membuat Zahra kaget dan reflek dia lansung memeluk erat Lucas si bos nyebelin itu dengan sangat erat.
"Kamu bilang tidak suka sama saya, tapi lihat lah sekatang kamu memeluk saya dengan erat" ucap Lucas juga membalas pelukan Zahra tidak kalah eratnya, mana mungkin Lucas akan menyia nyiakan kesempatan langka itu.
Jantung Lucas dan Jantung Zahra berdetak sangat kencang, mereka bisa merasakan satu sama lain, bunyi detak jantung itu, entah karena sama sama jatuh cinta, entah karena kaget gara gara petir tadi, bisa jadi dua duanya, hanya mereka berdua dan outhor yang tau hehehe....
"Apakah kalian akan terus berpelukan di situ, apa kalian tidak merasa kalau hujan sudah turun" pekik Kenzo yang berada di pinggir Ruko berteduh dari hujan, namun gemes melihat bundanya yang masih berpelukan di luar sana seolah olah tidak tau sekarang hujan turun mulai deras.
Deg....
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like komen dan vote ya....