
Sepasang pengantin sudah duduk manis di atas pelaminan menunggu tamu tamu yang memberi selamat kepada mereka.
Filona terlihat sangat cantik dengan baju pengganti modern yang dia pakai, dia memakai mahkota bertahtakan berlian di kepalanya, dengan riasan yang tidak begitu tebal, membuat aura Filona semakin cantik, jangan lupakan kalung berlian sebagai pemanis di lehernya, membuat wanita manapun akan iri dengan Filona.
Jangan lupa laki laki tampan nan mapan di sampingnya juga terlihat semakin tampan dengan mengunakan jas senada dengan baju sang pengantin wanita.
"Sayang... Kamu cantik sekali." bisik Adrian kepada istri kecilnya itu.
Wajar Filona lansung bersemu merah, mendapatkan pujian dari suaminya itu.
Adrian terkekeh melihat wajah istrinya, yang terlihat semakin cantik dengan rona merah di pipinya, bukan karena riasan blas on, namun karena malu di godang sang suami, Adrian sangat suka dengan pipi merah sang istri, sungguh dia sangat gemes dengan istri cantiknya itu, rasanya ingin sekali Adrian mengurung sang istri saat ini juga di dalam kamar, namun apa lah daya, dia harus menghormati tamu yang sudah mereka undang, menyesal sudah Adrian telah mengundang tamu begitu banyak, klau tau akan seperti ini, lebih baik, tadinya dia cukup mengucapkan ijab kabul dan setelah itu selesai, tapi apalah daya, semua sudah terlanjur.
Dia juga ingin memperkenalkan kepada semua orang, bahwa wanita cantik yang berada di sisinya ini, adalah miliknya, dan tidak ada yang boleh mengganggu wanita cantik itu.
"Istri kakak, nambahin blas on ya?" tanya Adrian.
"Ngak, kenapa?" tanya Filona panik, takut dandanannya menor dan memperlukan sang suami di depan kolega solega kerjanya.
"Pipi istri kakak makin merah aja." kekeh Adrian.
Filona baru sadar, ternyata suaminya itu sedang menggoda dirinya.
"Kakak...." rengek Filona dengan manja kepada sang suami.
Bunda santi terkekeh mendengar candaan kedua mempelai itu, begitu pun dengan Mommy Lusi dan daddy Bagas, mereka duduk di sisi sebelah kiri dan kanan mempelai, tentu saja mereka mendengar candaan itu.
Mommy Lusi dan Daddy Bagas memang menjadi pengganti orang tua bagi Filona, karena Zahra tidak mungkin bisa duduk berlama lama di atas pelaminan itu, dengan ke adaan perut besarnya, oleh sebab itu, di wakilkan kepada mommy Lusi dan daddy Bagas.
"Adrian, kamu usil sekali, lihat itu wajah menantu bunda sampai merah begitu." omel Bunda Santi.
"Habis gemes bun." kekeh Adrian memeluk sang istri dengan sayang, tidak lupa memberikan kecupan manis di pipi sang istri.
Tentu saja aksi Adrian itu semakin membuat Filona malu.
"Astaga.... laki laki telat nikah itu, kenapa tidak tau diri sekali, mentang mentang sudah halal, main sosor aja." dumel Lucas, yang sedang duduk di kursi yang sudah di sediakan di ruangan tersebut.
__ADS_1
"Cih... Ayah, kadang suka lupa sama diri sendiri." cibir Kenzo.
"Ayah ngak gitu, ya... mana ada ayah main sosor di sembarang tempat." bela Lucas.
"Iya.. iya ayah ngak gitu, tapi lebih parah dari itu, mata suci aku sudah ternodai oleh ayah yang suka main sosor tidak tau tempat." cerocos Kenzo.
Emely, Filio dan Zahra hanya bisa menahan tawa mereka mendengar celotehan Kenzo itu, memang anak itu tidak akan ada yang bisa melawannya, selalu ada aja kartu AS orang orang yang dia dapatkan.
Lucas hanya bisa menggaruk garuk wajahnya yang tidak gatal, gara gara sang anak.
"Haiii.. Honey..." ujar seseorang kepada Lucas dan lansung mencium pipi Lucas tanpa permisi dan tanpa aba aba, hingga Lucas tidak bisa mengelak dengan sosoran wanita itu, namun sekali lagi, Kenzo kembali menjadi super hero sang ayah."
"Auuu.... Sakittt...." pekik wanita tidak sopan itu, belum sempat bibirnya mendarat di pipi Lucas, Kenzo terlebih dahulu menjambak rambut wanita itu.
"Lepasin, bocah sialan, apa apaan kau menjambak rambut ku yang berharga ini!" pekik wanita yang tidak lain, tidak bukan adalah jessy mantan Lucas yang sudah lama hilang kabar itu, namun sekarang kembali menjadi pengganggu.
"Ncek.... perempuan tak berbandrol, bisa bisanya main sosor sama suami orang." cibir Kenzo.
"Kau...!" kesal Jessy melihat garang ke arah Kenzo.
"Dasar anak kurang ajar!" pekik Jessy ingin menampar Kenzo.
Namun tangannya lebih dulu di tangkis oleh Lucas.
"Sayangg.... kenapa kau melarang aku memberi pelajaran kepada anak tidak sopan ini." ujar Jessy dengan nada manjanya.
"Cih... kau yang tidak sopan, bisa bisanya main sosor kepada ku, jelas jelas ada istri ku, malah kau membuat hal menjijikan kepada ku, wajar anakku memperlakukan seperti itu, dasar wanita tidak berbandrol!" pekik Lucas.
Tentu saja keributan itu memancing para tamu, untuk melihat kearah Lucas duduk.
"Itu kan Jessy model yang sudah tidak laku dan juga mantan Tuan Lucas, ngapain dia di sini?" bisik bisik para tamu.
"Ooo... Dia wanita yang ketahuan selingkuh sama seorang suami orang terpandang di Belanda itu, dan semenjak perselingkuhan dia tersorot media, pomornya lansung turun."
"Bisa jadi dia datang ke Tuan Lucas dan kembali ingin jadi kekasih Tuan Lucas."
__ADS_1
"Aahhh... klau saya jadi Tuan Lucas, ogah deh, punya hubungan sama wanita seperti itu, mendingan istrinya yang sekarang, saya tau persis jalan hidup istri Tuan Lucas, wanita mandiri, bisa lulus dengan nilai terbaik di kampusnya, menguliahkan ke dua adik kembarnya dengan hasil jerih payah seorang diri, tanpa minta bantuan sama orang lain, sekaligus membesarkan anak almarhum kakaknya, wanita tangguh bukan, walau banyak orang yang tidak suka sama dia, mana dia perduli, dia tetap berkarya tanpa membalas orang orang yang menyinyirinnya.
"Ooo.... Jadi istri Tuan Lucas bukan janda beranak satu?"
"Ya ngak lah, anak kecil itu anak kakaknya"
"Waahhh... sungguh wanita mulia, coba wanita lain, pasti sudah menyerah dengan hidupnya, namun istri Tuan Lucas itu mampu berdiri di kaki sendiri.
"Salut saya sama wanita mandiri itu."
"Iya makanya, klau sempat Tuan Lucas tergoda sama wanita itu, Tuan Lucas rela kehilangan berlian demi batu kali yang penuh lumut."
Begitulah bisik bisik para tamu undangan di sana, membuat kuping Jessy kepanasan, ternyata ada juga yang mengenal dia di negeri ini, dan parahnya aib dia pun orang tau, itu sangat memalukan untuk dirinya.
Di tambah lagi orang orang selalu memuji muji istri Lucas itu, sungguh dia tidak terima, ada orang yang lebih baik di atasnya.
"Sial, kenapa juga orang orang ini kenal dengan gue sih, dan kenapa juga memuji muji wanita kampungan ini, dia ngak pantas di banding bandingkan sama gue!" gerutu Jessy, wanita itu benar benar tidak terima dengan gosip gosip para tamu itu.
Tentu saja dia ngak pantas di banding bandingkan dengan Zahra, kelas mereka berbeda, Zahra gadis terhormat tidak pernah menjajakan tubuhnya kepada orang lain, walaupun dia kesulitan ekonomi, namun Jessy dengan mudahnya menjajakan tubuhnya demi gaya hidup dan demi karirnya yang ujung ujungnya tetap hancur karena kelakuannya sendiri.
"Keluar kau... Kami tidak ada yang mengundang kau di pesta ini!" pekik Lucas.
"Sayang, aku datang untuk kamu sayang, aku ingin kembali kepada mu, aku sungguh menyesal telah meninggalkan kamu." ucap Jessy memelas.
"Cih... Tante, apa tante tidak mengerti dengan bahasa manusia, sehingga tante masih bertahan di sini, apa wajah tante sudah di ganti dengan wajah badak, jadi tebal ngak tau malu." pedas anak itu.
"Pengawal.... bawa wanita ini keluar, jangan biarkan dia datang lagi dia masuk ke pesta ini, ingat wajahnya baik baik, klau dia masih ngeyel, masukin saja ke kandang buaya." ujar Lucas dengan lantang, tentu saja semua orang bergidik ngeri mendengar ucapan Lucas yang tidak main main itu.
Jessy tersentak kaget mendengar ucapan Lucas itu, dia tidak menyangka laki laki yang sempat menjadi tunangannya itu, bisa sesadis ini.
"Baik Tuan...." ucap Pengawal Lucas, menyeret Jessy dengan kasar.
Jessy hanya pasrah mengikuti pengawal Lucas itu, dia benar benar syok dengan ucapan Lucas tersebut, apa memang tidak ada sedikitpun rasa yang tersisa untuk dirinya bagi Lucas, apa sebegitu berharganya istrinya di mata Lucas, sampai sampai dia di sakiti oleh anak kecil itu pun Lucas diam saja, tanpa mau menolong dirinya, bahkan Lucas dengan terang terangan membela Kenzo.
Bersambung....
__ADS_1