Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 130


__ADS_3

"Mas..." panggil Zahra saat ini mereka sedang berada di tempat tidur, dan Lucas sedang asik mengelus perut buncit sang istri.


"Apa sayang?!" ujar Lucas mengalihkan pandangan matanya kepada sang istri, namun tangannya masih asik mengelus perut istrinya itu, karena saat tangannya berada di perut sang istri, janin yang berada dalam perut istrinya itu selalu meresponnya, tentu saja Lucas sangat senang bermain main dengan calon anaknya itu.


"Emang mas, tau klau Adrian itu menyukai Filona?" tanya Zahra.


"Hmmm.... Tau banget sayang, justru dia sudah lama ingin mempersunting Filona, namun dia masih banyak pertimbangan, takut Filona menolak dirinya, dan tidak menyukai Bunanya yang sakit sakitan, jadi dia berulang kali berfikir, dan pas beberapa hari lalu dia melihat Filona jalan bareng sama teman temannya dan juga ada teman cowoknya di sana, kebetulan Adrian sedang meeting di tempat Filona makan siang, membuat dia kebakaran jenggot, dan saat dia menjemput Filona ke sini itu, dia mau mengutarakan isi hatinya sama Filona, namun sayangnya, Bunda Santi malah masuk rumah sakit" ujar Lucas.


"Tapi. Aku yang takut loh mas. Aku takut adikku tidak di terima oleh Bundanya Adrian, kamu tau kan kami ini berasal dari mana, klau bukan menikah dengan kamu, mungkin kami masih berjuang di luar sana" ujar Zahra.


"Haiii... Kenapa bicara seperti itu, Bunda Adrian tidak mungkin menolak Filona. Filona itu gadis yang baik, lembut, dan juga pintar memasak, walau tak sepintar kamu. Mas Rasa Bunda Santi akan cepat menerima Filona." ujar Lucas meyakinkan sang istri.


"Hmm... Semoga aja ya mas, aku ngak ingin adikku di sakiti dan hidup menderita" ujar Zahra, karena Filona adalah adik kecil yang sangat dia jaga sifatnya itu masih 11 12 dengan Kenzo, yang masih suka berlarian kesana kemari, beruntungnya keluarga sang suami tidak masalah dengan kelakuan adik dan anaknya itu.

__ADS_1


"Klau Adrian berani menyakitinya, mas sendiri yang akan menghajarnya. Filona itu juga adik mas sekarang, dia bukn hanya adik kamu sayang" ujar Lucas.


"Makasih mas, sudah menerima kami dengan baik" ujar Zahra memeluk suaminya itu.


"Mas yang terimakasih sayang, karena kamu sudah mau menjadi istri mas" ujar Lucas membalas pelukan sang istri dan tangannya beralih mengelus punggung sang istri.


Sementara di halaman rumah Lucas sudah ada mobil Adrian yang mengantarkan Filona pulang. walau sebenarnya dia juga masih enggan untuk berpisah dengan kekasih cantiknya itu, namun bagaimana lagi, malam semakin larut, klau dia menahan Filona bisa bisa dia tidak di restui menikahi pujaan hatinya itu.


"Abang masih kangen sayang" rengek Adrian yang mulai menampakan sisi manjanya ke sang kekasih.


Filona terkekeh mendengar ucapan pacar barunya itu.


"Bang aku tuh sudah dari beberapa hari loh berada dekat kamu dan bahkan hari ini bisa di bilang seharian penuh aku bersama kamu, kok masih kangen aja sih" kekeh Filona.

__ADS_1


"Ncek, kamu ngak tau sih Yang. Jauh dari kamu semenit saja abang sudah kangen berat loh" ujar Adrian.


"Lebay deh, sudah ah... Aku mau tirun, nanti mas kemalaman loh pulangnya" ujar Filona.


"Ncek.... Ngusir ya" dengus Adrian tidak suka.


"Astaga, bukan ngusir bang, nanti kamu kemalaman di jalan, dan kamu lupa. Di rumah


ada Bunda yang sedang menunggu kamu" ujar Filona.


"Ahh... Baiklah. klau gitu abang pulang dulu, besok abang jemput, ok." ujar Adrian pada akhirnya, dengan berat hati dia meninggalkan rumah Lucas, setelah sang pujaan hati masuk ke dalam rumah itu, baru lah dia melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2