Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 160


__ADS_3

"Dede Kenzie... kamu kesini sayang..." pekik Firda melihat Zahra datang dengan bosnya, namun dia melupakan bosnya untuk sementara, gara gara melihat teman seperjuangan yang sudah di anggap adik oleh nya, dan kini datang membawa bayi yang baru dua kali dia temui.


Zahra terkekeh melihat sahabatnya itu, ngak ada takut takutnya sama Lucas klau sudah melihat Zahra.


"Teman kamu itu bun, klau sudah ada kamu, keknya Ayah ngak kelihatan, sudah seperti makhluk astral." dengus Lucas.


Zahra sampai ngakak mendengar gerutuan suaminya itu.


"Bos... boleh gendong dedeknya." cengir Firda meminta Kenzie dengan penuh harap, tangannya sudah mengarah ke hadapan Lucas.


"Hmmm... hati hati jangn sampai lecet." tukas Lucas dengan wajah datarnya.


"Siap boss..." girang Firda, sambil mengambil bayi gembul itu dari tangan bosnya, Kenzie kesenangan dan menggerak gerakan kakinya, dan terkekeh geli, saat dirinya di ambil oleh Firda.


"Uuu... lutuna...." gemes Firda mencium Kenzie.


"Sudahlah... sayang, mas ke ruangan dulu, kamu nanti klau sudah selesai temu kangenya sama teman teman lansung ke atas ya." ujar Lucas dengan lembut dan membelai kepala sang istri penuh kasih.


"Ok, mas..." ujar Zahra memberi senyum manisnya kepada sang suami


"Zahra.... kangen tau...." pekik Sari melihat sahabatnya datang ke kantor.

__ADS_1


"Aku juga kangen tau..." ujar Zahra memeluk sahabatnya itu.


"Oo... ponakan aunty... kamu sudah besar sayang." pekik Sari sambil menowel pipi gembul Kenzie.


"Udah aunty, aku kan selalu di kasih ASI sama bunda aku." ujar Zahra dengan suara menirukan suara anak kecil.


Kenzie memekik kegirangan, karena terus di goda oleh Sari dan Firda.


"Ini aku bawa makanan buat kalian." ujar Zahra memberikan tentengan yang di bawa oleh security yang menghampiri mereka, Zahra masih tidak berubah, selalu membawakan makanan untuk para sahabatnya itu.


"Akk... kamu selalu begitu nyonya, tidak pernah berubah, walau kau tidak ke sini, klau sudah pertengahan bulanan pasti kulkas pantry sudah penuh dengan makanan" ujar Firda penuh haru melihat ke arah Zahra.


"Jangan di ingat lagi, sekarang waktunya bahagia, yang lalu biarlah berlalu." ujar Sari menepuk bahu Zahra dengan sayang.


"Ra, makasih ya, sudah membelikan kami rumah, ujar Firda.


"Itu bukan aku, itu semua dari suami dan juga mertuaku kak, katanya sebagai bentuk Terimakasih, karena kalian ada di saat susah ku, jadi mereka memberi hadiah kecil untuk kalian." kekeh Zahra, dia sendiri juga tidak habis fikir dengan keluarga suaminya itu, dia bilang hadiah kecil, rumah seharga 500 jt lebih katanya kecil, Zahra saja sampai di buat terkejut oleh kelakuan mertua dan suaminya itu.


"Kesabaran kamu sungguh berbuah manis Ra, kini kamu tinggal menuai hasil, dapat suami, mertua dan ipar yang baik dan menyayangi kamu dengan tulus." ujar Sari.


"Semoga kamu juga mendapat suami yang baik Sar." ujar Zahra.

__ADS_1


"Sebenarnya, kak Reno, mantan kamu ngelamar aku Ra, tapi aku masih takut, takut hanya mempermainkan aku, dan juga takut orang tuanya tidak menerima aku." ujar Sari mencurahkan isi hatinya.


"Bagus dong, kenapa masih ragu, dia sudah tidak ada hubungan sama aku, dan kata suamiku, dia sudah tidak bersama ibu tirinya lagi, dia sudah mengusir ibu tirinya dari rumahnya, karena ketahuan ingin mencelakai dirinya." tutur Zahra.


"Oo.... Jadi, ibunya itu ibu tiri, bukan ibu kandungnya?" tanya Sari berbinar.


"Iya, makanya dia ngotot menjodohkan keponakannya sama kak Reno, berharap harta kak Reno bisa mereka kuasai." tutur Zahra.


"Wwaahhhh.... parah..." ujar Firda.


"Ehem... ehem... enak ya, ngomongin laki laki lain di belakang suami." ujar Lucas yang tiba tiba sudah masih ke divisi Zahra lama.


"Iihhh... cemburu amat sih mas, aku cuma kasih tau Sari doang, dia di lamar sama Reno, tapi dia masih ragu." tutur Zahran


"Ooohhh..." Lucas hanya ber oh... ria, sambil mengambil anaknya dari pangkuan Firda.


"Ayo makan siang dulu, mas sudah lapar." ajak Lucas.


"Aku tinggal dulu ya." izin Zahra.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2