Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 77


__ADS_3

"Yang anak mommy siapa sih... kok yang di perhatiin cuma mantunya aja, anaknya ngak" kelun Lucas.


Mommy Lusi hanya mengedikan bahu acuh dan melangkah keluar dari kamar Lucas.


"Sayang... yuk makan dulu katanya udah lapar?!" ajak Lucas kepada sang istri.


Zahra pansung berdiri dan pindah ke sebelah sang suami yang sudah menghidangkan makanan di depannya, tadi saat Mommy datang tak lama setelah itu pelayan juga datang mengntarkan sarapan pagi sekaligus makan siang mereka.


"Makan yang banyak sayang, sebelum kita kerja rodi lagi" kekeh Lucas menggoda sang istri, bukan hanya menggoda sih, tapi memang maunya dia.


Zahra hanya mendelik sebel sama sang suami. namun apa daya klau sang suami minta jatah memang dia bisa menolak, pasti keluar dalil dari bibir suaminya itu, istri klau menolak ajakan suami itu dosa, huu... menyebalkan memang, tapi bikin nagih juga sih... hehehe...


Zahra makan dengan lahap hidangan yang di depan matanya, tidak perduli dengan adanya sang suami di samping yang memperhatikan, dia tetap lahap memakan hidangan tanpa jeda, karena perutnya memang benar benar sangat kelaparan, dan dia juga ingin memulihkan tenaga yang sudah habis di gempur oleh sang suami.


Lucas hanya tersenyum senyum melihat tingkah sang istri, banyak wanita klau makan di depannya pasti akan menjaga image nya, namun tidak dengan sang istri, dari awal bertemu sampai sekarang, Zahra memang akan berlaku apa adanya, tanpa di buat buat.


"Lapar banget ya sayang?" tanya Lucas sambil mengelus lembut rambut sang istri.


"Hmm..." jawab Zahra sambil mengangguk, dia tidak bisa menjawab, berhubung mulutnya penuh dengan makanan, membuat pipi Zahra menggebung.


Lucas gemes melihat sang istri.

__ADS_1


Cup....


"Bikin gemes aja" seru Lucas sambil mengecup lembut bibir yang memonyong karena penuh oleh makanan.


Zahra melotot melihat suaminya itu, namun Lucas hanya cuek, sambil mengambil makanan tanpa memperdulikan sang istri yang ingin protes.


Mereka kini duduk di balkon kamar hotel itu sambil berpelukan, tepatnya Lucas yang memeluk sang istri, karena Zahra duduk di atas pangkuan sang suami, mereka masih belum memakai pakaian, mereka masih memakai atribut mandi, kata Lucas dia tidak ingin sang istri memakai apa pun sekarang ini, karena dia ingin merayap kaya cicak di tubuh sang istri, ya terbukti saat ini lagi bermanja manja di dua gunung kembar sang istri, sesekali mulutnya mengulum sumber ASI itu, bagai candu untuk Lucas.


"Mas... ahh...." ujar Zahra yang sudah tidak tahan di perlakukan sedemikian rupa oleh sang suami, Lucas mengembangkan senyumnya, dan mengangkat sang istri ke dalam kamar mereka, terjadi lah pemersatu bangsa ke dua kali nya di kamar itu.


Sore harinya ke dua pengantin baru itu sudah rapi untuk berangkat ke Villa Lucas, mereka akan berbulan madu di sana, sebelum berangkat kerumah oma Lucas di luar negeri.


"Duh... istri mas cantik sakali" puji Lucas mendekat ke arah Zahra, namun wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu secepat kilat menghindar.


Lucas hanya terkekeh melihat penolakan sang istri, memang benar kata istrinya itu, dia asal dekat sama istrinya itu, pentungan hansipnya lansung bereaksi, padahal dulu saat bersama mantan ke kasihnya dulu, Lucas tidak pernah mau di sentuh dan di raba raba, paling banter cuma pegangan tangan dan cipika cipiki ala ala salaman orang luar negeri, tidak dengan sang istri belum jadi istrinya aja, bawainnya Lucas pengen nyosor melulu, sampai sampai Zahra di sembunyikan oleh sang mommy, membuat Lucas uring uringan.


"Kali ini janji cuma peluk doang sayang, ngak lebih kok" ujar Lucas.


"Janji ya..." pinta Zahra dia kasihan melihat wajah memelas sang suami.


"Hmmm..." Lucas mengangguk cepat.

__ADS_1


Zahra mendekat ke arah sang suami dan memeluk suaminya itu, Lucas juga tidak ketinggalan juga memeluk sang istri tak kalah eratnya seperti orang yang sudah bertahun tahun tidak bertemu.


"Sesak mas... kenapa meluknya erat sekali" keluh Zahra.


"Mas suka meluk kamu sayang, dan mas suka menghirup wangi tubuh istri mas ini, seperti sudah candu mas ini" ujar Lucas yang terus saja mengendusi leher sang istr.


"Udah mas, nanti ke bablasan ngak jadi jalannya" rengek Zahra.


"Ahhh.. baik lah... namun sampai di sana, mas ngak bakal lepasin kamu dan kamu ngak boleh pakai apa pun seharian, mas mau puas puas melakukannya, sebelum berangkat ke rumah oma, mas yakin oma dan mommy tidak akan mau melepaskan kamu" kesal Lucas mengingat mommy dan omanya, pasti mereka akan memonopoli Zahra.


"Iya iya... lakukan sesuka hati mas, aku istri mas, aku milik mas kok, jadi mas boleh melakukan apa pun, asal tidak menyakiti aku" ujar Zahra.


"Kamu ini... ngomong apa sih... mana mungkin mas mau nyakitin kamu, kamu itu istri mas, yang akan mendampingi mas sampai akhir" ucap Lucas lembut dan melu**t gemes bibir istrinya yang berkata yang tidak tidak.


"Mas ih... bengkak kan jadi nya, gerutu Zahra memegang bibirnya yang sudah membengkak ulah suaminya itu.


"Makanya kalau ngomong mikir dulu, itu hukuman buat kamu, masih ngomong aneh aneh, mas hukum lebih dari ini, itu baru bibir atas yang bengkak, belum bibir bawah" celetuk Lucas tanpa filter.


Puk...


Zahra memeluk gemes bahu sang suami, gara gara ucapan suaminya yang tak berfilter itu, namun Lucas hanya cengengesan seperti tak bersalah.

__ADS_1


"Huu... menyebalkan kesal Zahra, dan berlalu dari hadapan Lucas, untuk mengambil tasnya.


Bersambung....


__ADS_2