
Pesta pernikahan Lucas dan Zahra berlangsung dengan meriah, dan di siarkan di televisi swasta dan bahkan siaran tersebut juga sampai ke luar negeri sana.
Membuat seseorang di dalam sebuah apartemennya, meradang dan membanting semua barang barang yang ada di dekatnya, tak terkeculi benda benda berharga puluhan juta sudah hancur berkeping keping tanpa sisa.
"Ngak... ngak mungkin kamu bisa nikah dan melupakan aku Luc... kamu hanya cinta sama aku... tidak ada wanita selain aku di hati kamu Lucas, aku yakin wanita itu hanya pelarian untuk mu, tunggu aku sayang... aku akan kembali kepada mu, kamu ngak boleh jadi milik siapa pun, hanya aku yang boleh memiliki kamu.... hahahaha...." Wanita itu menceracau tiada henti.
Berbeda dengan pasangan pengantin yang sedang berbahagia itu, Lucas tak pernah melepaskan Zahra sedikit pun, kemana pun dia berjalan dia akan selalu menggandeng tangan Zahra dan tidak segan segan mempernalkan Zahra kepada kolega bisnisnya.
"Kamu capek sayang?" tanya Lucas saat mereka sudah berdiri di atas pelaminan.
"Sedikit... katanya pesta sederhana tapi kok rame gini" ucap Zahra.
Hahaha...
"Bagi Mommy dan Daddy ini sedikit sayang, ini baru seperapat tamu yang akan di undang Mommy" kekeh Lucas.
Zahra lansung melotot, bagaimana tidak tamu undangannya saja sudah sampai 2000 undangan dia bilang baru seperapat, bisa bisa klau semua tamu di undang sang mommy Zahra dan Lucas tak akan bisa istirahat sama sekali, orang kaya memang beda.
"Jangan kaget gitu, nanti kita akan ke kampung halaman mommy di sana juga sudah menunggu pesta pernikahan kita, karena Grandma dan Grandpa tidak bisa datang ke sini karena dia sudah sepuh, jadi mereka meminta kita mengadakan pesta pernikahan di sana, karena grandma ingin memperkenalkan cucu menantunya sama dunia" kekeh Lucas.
Seketika wajah Zahra pucat pasi, dan peluh membasahi wajahnya, sekaya apa laki laki yang sudah menikahinya ini, bahkan tadi tak segan segan Lucas memberi dia mahal yang membuat rakyat jelata seketika jantungan, dia memberi mahar sebuah hotel bintang tiga dan seperangkat berlian.
"Kamu kenapa sayang, kenapa wajah mu pucat, kamu sakit?" panik Lucas tak sengaja melihat wajah sang istri, tak tau kah Lucas sang istri kaget karena ucapan dia barusan.
"A-aku tidak apa apa mas" lirih Zahra dan memaksakan senyumnya.
"Klau ngak apa apa, kenapa kamu bisa pucat gini hmmm.... mau istirahat di kamar saja, kita duluan aja ke kamar, paling setengah jam lagi pesta usai, ini saja sudah mulai sepi kok" tawar Lucas.
__ADS_1
"Ngak usah... kita tunggu tamu habis, aku ngak apa apa kok, aku cuma syok dengar kita akan mengadakan pesta lagi di luar negeri, dan aku juga mikir laki laki seperti apa yang menikahi aku ini" gumam Zahra lirih namun masih bisa di dengar oleh Lucas, seketika tawa Lucas pecah dan merangkul sang istri.
"Jangan di pikirkan, nanti kamu pusing, jalani dan nikmati lah hidup dengan suami mu ini, jadi lah istri yang baik, ibu yang baik untuk anak anak kita nanti, dan jangan pernah memikirkan yang membuat kepala kamu sakit" bisik Lucas.
Zahra hanya mengangguk entah dia mengangguk mengerti atau tidak yang penting dia saat ini cuma mengangguk saja, linglung sungguh dia linglung saat ini, bagaimana tidak, dari hidup pas pasan pontang panting mencari uang untuk kuliah diri sendiri dan kedua adik adiknya dan juga sekolah kenzo, di hina di caci di jauhi oleh semua orang di anggap parasit, wanita murahan, mempunyai anak di luar nikah dan di selingkuhi, usahanya berkali kali di hancurkan oleh orang orang tidak bertanggung jawab, dan kini hidupnya lansung berubah di nikahi pria tampan dan Ceo pula, ada ketakutan sendiri Zahra saat ini dia takut membina rumah tangga dan takut tidak bisa mengimbangi suami dan keluarga suaminya dan dia takut akan membuat malu keluarga suaminya.
"Hay... bro selamat ya... akhirnya loe lepas masa lajang juga, gue ngak nyangka loe dapat bini cantik banget mana masih muda banget lagi" ucap teman.
"Wehhh... makasih bro sudah datang ke pesta gue, iya dong... beruntung kan gue, dapat bini cantik dan masih muda pula" kekeh Lucas kembali menarik pinggang sang istri, tentu saja wajah Zahra yang sempat pucat pasi tadi lansung berubah merah jambu karena ulah sang suami yang selalu saja berbuat seenaknya di depan umum.
"Ncek... ngak usah mesra mesraan di sini, ngak tahan lansung ke kamar gih, hajar sampai subuh" ledek teman teman Lucas yang ternyata sudah ikut bergabung di atas pelaminan itu.
"Tenang bro, gue ngak akan lakuin itu malam ini, kasian bini gue, sudah kecapean banget dia dari pagi belum istirahat" ujar Lucas mengelus lembut wajah Zahra.
"Ncek.... ncek.... ncek... gue ngak nyangka cowok datar bin dingin kaya loe bisa pengertian sama bini loe, dulu pas pacaran. loe ngak pernah tuh... memperlakukan mantan loe kaya gini" ceplos salah seorang memancing bara api.
"Bagi gue yang perlu di perlakukan lembut dan pengertian ya orang yang akan menemani hidup gue sampai ajal menjemput" tegas Lucas yang memang kurang suka sama temannya itu.
"Loe yakin cuma bini loe yang ada di hati loe? apa klau dia balik loe bisa setia?" sinis orang itu.
"Masa lalu biar berlalu, masa depan yang harus di kejar dan gue bukan loe yang masih terpaku sama masa lalu, gue sudah dapat yang lebih segalanya, kenapa loe masih diam di tempat dan menunggu yang tak pasti" ejek balik Lucas.
Zahra hanya diam mendengarkan kata kata teman Lucas itu, sudah pasti orang itu tidak baik dan berusaha mengacau kan pesta pernikahannya.
Lucas sedikit ketar ketir, takut sang istri kembali ngambek dan marah kepadanya.
"Sudah sudah, ngak usah ngadi ngadi deh bro, yo... turun udah rame tuh antrian di belakang" lerai salah seorang teman Lucas yang sudah tau klau dua orang itu di pertemukan pasti akan berantem.
__ADS_1
"Ok.... Bro... selamat ya, semoga samawa, dan ini ada tiket bulan madu dari gue"
"Makasih bro..." ujar Lucas.
"Hai... Zahra, selamat ya semoga samawa, dan selalu jadi istri kesayangan tuan Lucas, nanti kapan kapan main sama istri gue, dia masih di luar negeri ngak sempat hadir" ujar teman Lucas tersebut.
"Makasih do'anya tuan, baik lah kapan kapan kita ketemu" ujar Zahra dengan senyum manisnya.
Banyak untaian do'a yang di ucapkan oleh para tamu undangan tersebut, hingga pesta itu berakhir, di wajah ke dua mempelai itu terlihat wajah bahagia bercampur lelah.
"Ajak Zahra ke kamar duluan Lucas, kasian mantu Mommy sudah kecapean" titah sang Mommy.
"Tapi My... tamu masih ada" ucap Zahra tak enak hati.
"Kamu tenang saja sayang, yang tertinggal itu cuma keluarga besar kita, ngak ada tamu lagi, kamu istirahat dulu gih, kamu sudah kecapean banget itu"ujar sang mertua mengelus pipi lembut Zahra itu.
"Baik lah Mom... aku ajak istri ku ke atas dulu kasian dia" ujar Lucas tanpa ba bi bu lansung menggendong sang istri.
Wooooo...
Sorak tamu tamu yang masih tersisa di pesta itu, melihat Lucas menggendong Zahra.
"Mas malu..." ucap Zahra kaget dan lansung mengalungkan tangan di leher suaminya itu, malu sudah pasti Zahra malu, karena ulah sang suami.
"Ngapai malu, santai aja, kita sudah sah dan sudah halal ngak ada salahnya kan" kekeh Lucas dan mengecup lembut bibir sang istri.
"Astaga anak itu..." gumam Mommy Lucas melihat anaknya yang tidak tau tempat mencium istri cantiknya, sedangkan sang menantu sudah pasti ingin menghilang saat ini juga, karena malu di lihat banyak orang.
__ADS_1
Bersambung....