
"Mas... " Panggil Zahra, saat ini mereka sedang berada di sebuah restoran pinggir pantai, Lucas mengajak Zahra untuk Dinner di restoran pinggir pantai itu.
"Hmmm... apa sayang" jawab Lucas, saat itu Lucas sedang membalas sebuah pesan dari asistennya.
"Apa Mas... yakin nikah sama aku? masih banyak loh... cewek cantik dan sederajat di luar sana yang mau sama Mas" ucap Zahra, yang masih meyakinkan Lucas dan dirinya sendiri, karena waktu pernikahan mereka tinggal satu minggu lagi.
Lucas lansung meletakan hp nya, dan menatap dalam Zahra.
"Mas sangat yakin ingin menikah dengan kamu sayang, memang banyak di luar sana yang lebih cantik, lebih kaya, lebih **** dari kamu, tapii... satu pun tidak ada yang menggetarkan hati ini" Lucas menunjuk dada sebelah kirinya.
"Sekian lama hati ini kosong dan tak mengenal cinta, banyak wanita wanita di luar sana ingin mendekati mas, bahkan tidak jarang di antara mereka menawarkan diri mereka untuk mas tiduri, namun mas tidak tertarik justru mas jijik melihat tingkah mereka, namun... entah apa yang terjadi dengan mas, saat melihat kamu pertama kali, jantung ini berdetak dengan kencang dan mata ini tidak bisa beralih dari kamu sayang, mas sudah berulang kali meyakinkan hati mas, apa benar mas jatuh cinta kepada kamu atau hanya rasa kagum aja, ternyata mas memang mencintai mu dan mas ingin segera menikahi mu, karena mas tak ingin melakukan yang belum halal bersama mu, asal kamu tau setiap berdekatan dengan kamu Zahra mas sulit mengendalikan diri mas" tutur Lucas pelan namun menggetarkan hati Zahra.
"Tapi aku banyak kurangnya mas..." ucap Zahra menundukan kepalanya.
"Maka dari itu, sempurnakan kekurangan mu dengan berada di samping mas" ucap Lucas memegang lembut kedua tangan Zahra yang duduk di depannya.
"Mas tau... kamu trauma, tapi percaya lah mas tidak akan mengecewakan kamu, mas akan menjaga mu, menyayangi kamu sepenuh hati mas, bukan hanya kamu tapi adik adikmu dan juga anak mu, Kenzo, akan mas jaga kalian semuanya, jadi jangan ragu lagi ok!" tutur Lucas.
Zahra menganggukan kepalanya, dan menatap Lucas dan tersenyum manis. Lucas pun menatap Zahra penuh kasih.
"Ayo makan dulu, ini sudah mulai dingin" ucap Lucas dan menyodorkan makanan yang sudah dia pesan tadi.
Zahra patuh dan mulai memakan makanannya.
"Ini enak" jujur Zahra.
__ADS_1
"Kamu suka?" tanya Lucas.
"Hmmm... " sahut Zahra sambil menganggukan kepalanya, karena mulutnya masih berisi makanan.
"Kalau gitu makan lah yang banyak" tukas Lucas.
Selesai Dinner Zahra dan Lucas menghabiskan waktu di pinggir pantai.
"Mas... kejar aku..." teriak Zahra yang sudah berlari meninggal kan Lucas dengan kaki telanjangnya.
"Baik lah... tapi klau kamu ketangkap awas saja, habis kamu sayang" teriak Lucas dan menggulung kaki celananya, baru lah dia berlari mengejar Zahra yang sudah jauh dari pandangan matanya.
Zahra berbalik, melihat Lucas yang tertinggal jauh dari nya.
"Oo... kau menghina ku sayang, lihat lah sebentar lagi, kau pasti ke tangkap sama mas... jangan harap kau bisa lepas" kesal Lucas karena di ledek Zahra.
"Buktikan saja, jangan banyak bicara!" cibir Zahra yang terus berlari.
"Oo... perempuan ini... benar benar menghina gue, awas kau..." gumam Lucas dan menambah kecepatan larinya.
Hap....
"Ketangkap... " ucap Lucas sambil memeluk erat pinggang Zahra.
"Aaakkk... mas kau curang, bagaimana bisa mas sudah sampai di dekat ku, apa mas pelihara jin" omel Zahra tak terima di tangkap oleh Lucas.
__ADS_1
"Sembarang kalau ngomong, mas lari lah" kesal Lucas namun dia tidak melepaskan pelukannya dari perut Zahra bahkan sekarang kepalanya sudah di benamkan di curuk leher pujaan hatinya itu, menghibur dalam dalam wangi tubuh Zahra yang sudah bercampur keringat, bukanya Lucas jijik malah dia menyukainya.
"Kamu wangi banget sayang... mas tidak tahan lagi, kita ke KUA malam ini aja ya..." bujuk Lucas sambil mengendusi leher kekasihnya itu.
Puk...
"Aus.... kenapa kau memukul tangan mas..." rengek manja Lucas.
"Lagian mas ada ada aja, nunggu seminggu lagi aja ngak sabaran" omel Zahra.
"Kamu ngak merasakan betapa tersiksa mas sayang, kamu bisa rasakan ini kan" Lucas menpelkan burung perkutut yang sudah berubah jadi burung rajawali ke bo**ng Zahra.
"Astaga mas... kamu mesum sekali" kesal Zahra dan meronta minta di lepasin.
"Diam lah sayang, biarkan begini saja, jangan bergerak lagi kalau tidak mau mas makan sekarang juga" ucap Lucas dengan suara seraknya, dan Zahra seketika lansung diam dan berdiri kaku, merasakan di belakangnya ada yang sedang berkedut kedut.
"Kenapa seminggu itu lama sekali" keluh Lucas.
"Kayanya mulai besok kita ngak usah ketemu aja, biar mas ngak mesum lagi" ucap Zahra.
"Kamu jangan mengadi ngadi sayang, ngak ada ya, kita harus ketemu setiap hari" omel Lucas tak terima dengan ucapan kekasih hatinya itu.
Zahra hanya bisa mendengus kesal, karena Lucas memang susah untuk di jauhi dia akan nekat menemui Zahra dimana pun Zahra berada.
Bersambung....
__ADS_1