Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 96


__ADS_3

"Bunda.... Ayah.... kenapa kalian lama sekali turunnya" omel Angga karena dari tadi tidak melihat ke dua orang tuanya itu.


"Bunda tadi kecapean banget, bunda jadi ketiduran deh" ucap Zahra memberi alasan kepada sang putra, tidak mungkin dia jujur bilang klau habis ngejar setoran.


"Kalian makan lah pasti istrimu itu sudah kelaparan kamu kerjai mulu" ujar Daddy Bagas yang sudah tau kelakuan anaknya itu.


Zahra yang mendengar celotehan mertuanya itu lansung merona malu.


"Dad... Daddy pengen punya cucu baru ngak sih?" oceh Lucas yang sama sama lemes seperti Daddynya.


"Ya mau lah... apa lagi kau bisa cetak 2 sekaligus" ujar Daddy Bagas tanpa dosa.


Uhukkk.... uhukkk... Zahra yang sedang minum jadi terbatuk batuk mendengar ucapan mertuanya itu.


"Pelan pelan sayang, jangan buru buru, tidak ada yang mau merebut minuman kamu sayang" ujar Lucas yang tidak tau sang istri tersedak karena ucapan ayah dan anak itu.


Zahra hanya mendelik sebel melihat suaminya itu.


"Sudah sudah... Biarkan menantu ku itu makan jangan kalian goda lagi, Daddy sana temani Kenzo" titah Mommy Lusi, dia tau menantunya itu bakal jadi bahan bulian untuk sang suami.


"Ahhh... baik lah istri ku" ujar Daddy Bagas menuruti perintah sang istri.


"Ken.. mau ikut Opa ngak?" tanya Daddy Bagas.


"Mau kemana Opa?" tanya Kenzo balik.


"Lihat kucing peliharaan Opa Buyut" ujar Daddy Bagas.


"Aku iku Dad..." ujar Filio yang ke bosanan di dalam rumah seorang diri.

__ADS_1


"Ayo...." ujar Daddy Bagas mengajak Kenzo dan Filio ke arah taman belakang.


"Uwaaaahhhh.... Opa sejak kapan macan jadi kucing" sewot Kenzo melihat beberapa macan dan singa di dalam kandang yang berbeda.


"Hahaha....Kata Opa buyut mu ini semua adalah kucing imutnya" kekeh Daddy Bagas.


Filio hanya geleng geleng kepala mendengar ucap Daddy Bagas itu.


Sementara di luar sana, Bodyguard sedang kedatangan tamu tak di undang.


"Hai... Tolong baka in saya pintu" pekik seorang wanita **** membawa koper di luar gerbang rumah besar keluarga Guitama itu.


"Maaf Nona, tuan rumah kami tidak menerima tamu, selain keluarga inti" ujar bodyguard dengan sopan.


"Haaiii... Apa maksud kalian! aku juga anggota kelurga ini sebentar lagi" kesalnya gara gara bodyguard tidak membukakan dia pintu.


"Kalian jangan macam macam sama saya, awas kalian... saya akan menelpon Oma Catherina" sewot wanita **** itu.


"Silahkan Nona...." ujar bodyguard tak gentar dengan ancaman wanita **** itu.


Tuttt....


Tuttt.....


Tuttt....


"Aaggggkkk..... Sial, kenapa ngak bisa di hubungi sih..." kesal Jessy.


"Bagaiman Nona..." ejek bodyguard itu.

__ADS_1


"Sialan kalian, aku akan menghubungi Oma Ku!!" kesal Jessy kembali menelpon seseorang.


Tuttt....


Baru sekali aja panggilan itu, di seberang sana lansung di angkat.


"Hallo Oma.... Gimana ini, aku ngak di izinkan sama bodyguard sialan ini masuk, dan aku sudah menelpon Oma Catherina tapi ngak di angkat angkat" kesal Jessy.


.....


"Ok... Oma, cepatam Oma telpon Oma Catherina aku sudah tidak tahan berdiri di sini lama lama Oma" keluh Jessy.


Tuttt....


Sambungan telpon lansung mati, sementara di atas sana Oma Catherina masih melihat Jessy yang berdiri di gerbang rumahnya.


"Dasar perempuan murahan, muka tembok, tidak tau malu masih berani beraninya datang ke sini, dan ingin menghancurkan rumah tangga Cucu kesayangan ku, ngak akan aku biarkan" gerutu Oma Catherina.


"Ada apa sayang... kenapa kau marah marah?" tanya Opa Jordane menghampiri sang istri.


"Lihat lah, di luar sana ada wanita tidak tau malu, sudah di usir masih saja kekeh mau masuk" omel Oma Catherina.


"Aku kan sudah bilang, Oma dan cucu sama aja, kamu sih di bilangin ngak percaya, sekarang begini kan jadinya, mereka itu ngak bisa di kasih hati" dengus Opa Jordane dia sudah berkali kali menegur sang istri, dia tau banget perempuan perempuan seperti apa yang ingin mendekat kepada cucunya itu, namun sang istri yang terlalu baik selalu saja jadi korban dari orang orang bermuka tembok itu.


Tak lama terdengar hp Oma Chaterina berdering, dia sudah tau siapa yang menelpon itu.


"Ngak usah di angkat, biarkan saja, emang siapa dia yang harus memerintah kamu, kapan perlu saya akan cabut saham kita di perusahaan dia nanti" kesal Opa Jordane seolah tau siapa yang menelpon istrinya.


Sementara di bawah, Zahra sehabis makan siang pergi ke taman depan rumah dia ingin melihat lihat suasana di luar sana, karena tadi saat datang tadi dia tidak sempat melihat lihat, karena sudah terlalu lama.

__ADS_1


__ADS_2