
"Sayang..." panggil Lucas dan lansung memeluk Pinggang Zahra dengan mesra.
Deg....
"Mampus kenapa gue lupa ada laki gue" kesal Zahra, nyali nya sedikit ciut, takut Lucas salah paham.
"Kenapa nakal hmmm... di suruh cari tepat duduk malah berbicara sama orang asing" ujar Lucas.
Reno yang melihat Zahra di peluk mesra dan di perhatikan sebegitu lembut membuat hatinya meradang, di tambah Zahra tidak sedikitpun menolak pelukan laki laki itu.
"Apa apaan kau main peluk peluk kekasih saya!" marah Reno sambil menarik Zahra dari pelukan Lucas.
Namun sayang Zahra lebih dulu menghempaskan tangan Reno.
"Stop... kak!! bentak Zahra.
"Sayang... Kenapa kamu marah sama kakak, dan kenapa kamu mau di peluk sama laki laki itu, sedangkan tadi mas peluk kamu marah" ujar Reno kecewa melihat sikap Zahra itu
"Kenapa memang kalau saya memeluk Zahra bahkan melakukan hal lebihpu tidak masalah, trus masalahnya sama anda apa?" sinis Lucas sambil mengusap usap mesra perut Zahra di depan Reno.
__ADS_1
"Dia itu kekesah saya!!" pekik Reno tidak terima.
"Ohhh.... kekasih" Lucas mengangguk anggukan kepala seolah olah mengerti.
Zahra hanya mendengus kesal melihat tingkah Reno tersebut, mereka sudah putus lama, dan sudah tidak pernah lagi bertemu satu sama lain, bisa bisanya dia mengaku aku masih jadi kekasihnya.
"Benar sayang dia ke kasih kamu?" tanya Lucas dengan wajah seolah olah kecewa.
"Dulu iya, tapi kami sudah putus, dan bahkan sudah lama sekali tidak ketemu" jujur Zahra.
"Dengar jawaban dari istri saya Tuan!" ujar Lucas dengan suara sedikit di tekan.
Deg....
"K-kamu benaran udah menikah Ra...?" tanya Reno berkaca kaca, kecewa sedih, sakit hati itu yang di rasakan oleh Reno saat ini, mendengar kekasih yang sangat dia cintai benar benar sudah menjadi milik orang.
"Iya kamu sudah menikah, baru mau sebulan, dan kamaren kami merayakan pernikahan kami di hotel xx, klau kamu updet di sosmed pasti kamu tau pesta itu" ujar Zahra yang tidak ingin Reno berharap sama dia lagi.
"Tega kamu Ra, dulu aku ajak kamu menikah kamu tidak mau, kamu selalu bilang belum mau menikah karena adik adikmu masih kuliah, tapi apa ini... kamu malah menikah dengan orang lain, kakak tau saat ini pun adik adik mu masih kuliah, tapi kenapa kamu mau menikah dengan dia" ucap Reno dengan suara serak menahan tangis, pedih itu yang dia rasakan saat ini, tidak hanya Reno, Zahra pun sama, tapi mau bagaiman mereka sudah putus dan orang tua Reno pun tidak ingin Zahra menikah dengan Reno.
__ADS_1
"Iya... kami masih kuliah kak, tapi kakak kami sudah menikah, itu tidak semudah yang kakak lihat, bang Lucas mati matian meyakinkan kak Zahra untuk menikah dengan bang Lucas, bukan hanya bang Lucas yang meyakinkan, bahkan seluruh keluarganya meyakin kan kak Zahra agar mau menikah sama bang Lucas, kakak tau sendiri bukan alasannya, kak Zahra tidak ingin adik adiknya terlantar, namun keluarga bang Lucas meyakinkan kak Zahra bahwa bukan hanya kak Zahra yang akan menjadi anggota keluarga mereka, namun kami ini juga anggota keluarga mereka, kami di terima dengan tangan terbuka oleh mereka, mereka tidak pernah memandang rendah kak Zahra dan bahkan kami ini, justru kami di ajak ke negara ini karena mereka kak, jadi berhenti lah mendekati kak Zahra, kalian sudah sangat lama putus, jadi saat kak Zahra menikah dia tidak terikat hubungan dengan siapa pun" tutut Filio dia tidak mau Reno menyalahkan Zahra mau pun Lucas.
Lucas dan Zahra terperanjak mendengar ucapan Filio itu dan entah sejak kapan Filio ada di sana, bahkan seluruh keluarga Lucas pun ada di sana.
Reno tak mampu menjawab ucapan Filio, dia menggeleng gelengkan kepala tanda tidak terima.
"Kenapa kamu jahat Ra... kamu putusin kakak, tapi kamu menikah dengan orang lain, kamu sangat tau kalau kakak mencintai kamu sangat dalam hiks...." runtuh juga pertahanan Reno agar tidak menangis.
"Jangan salahkan kak Zahra kak, dulu saat kakak masih menjalin hubungan dengan kak Zahra, orang tua abang lah yang tidak mengizinkan Kak Zahra berpacaran sama kakak, bahkan mereka tidak sudi kak Zahra jadi menjadi menantu mereka, apa kakak tau siapa yang merusak usaha kak Zahra, akhirnya kami terpaksa harus pindah dari kontrakan itu" Ujar Filona.
Reno hanya menggeleng tidak tau, memang dia sama sekali tidak tau, setelah malam itu, malam di mana dia mengakhiri hubungan dengan Zahra, dia lansung di suruh berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah S2 nya di singapur
"Orang tua kakak dan calon istri kakak, itu sebagai ancaman klau kak Zahra tidak merdekatan lagi sama kakak" ujar Filona ikut sakit hati mengingat saat itu.
Deg ...
Reno kaget dan menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya dengan ucapan Filona, tidak mungkin keluarganya melakukan itu.
"Kalau kakak ngak percaya tanyakan saja sama keluarga kakak" ujar Filona ketus.
__ADS_1
"Jadi saya minta jangan pernah dekati kakak saya lagi, dia sudah bahagian bersama suami dan keluarga barunya yang dengan senang hati menerima kami" ujar Filio menepuk pundak Reno.
Bersambung....