Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 50


__ADS_3

flashback...


Mommy Lusi datang ke ruko Zahra bersama Emely dan Daddy Lucas.


"Haiii Aunty.... Aunty sama siapa?" tanya Kenzo yang baru turun dari kamarnya.


"Haiii... Ken, kenalin ini Mommy dan Daddy nya Aunty" Emely memperkenalkan Mommy dan Daddy nya.


"Hallo....." Kenzo bingung mau manggil siapa jadi ucapannya menggantung.


"Panggil Oma sama Opa sayang" ucap Mommy Emely mengelus kepala Kenzo lembut dan senyum manisnya.


"Haii... Oma Opa, salam kenal, aku Kenzo anak Bunda Zahra" Kenzo kembali memperkenalkan dirinya, mencium tangan ke dua orang tua Emely itu dengan takzim.


"Haii... juga sayang, kenalkan Oma Lusi sama Opa Bagas" ucap Mommy Emely memperkenalkan dirinya.


Ya Daddy Emely keturunan indonesia asli yang sedangkan Mommy orang belanda, sebenarnya yang kaya adalah Mommy Emely, dulu Daddy Bagas adalah kepercayaan dari kakaknya Mommy Lisa.


Kenzo hanya mengangguk dan tersenyum manis.


"Kenzo sendiri?" tanya Mommy Lisa.


"Tidak Oma ada Om sama Aunty di atas, apa mau di panggilin?" tanya Kenzo.


"Klau kita aja yang ke atas bersama sama gimana?" tanya Mommy Lisa memberi penawaran.


Kenzo berfikir sejenak, baru lah dia menganggukan kepala tanda setuju.


"Ayo Oma, Opa, kalau Aunty ngak usah di suruh juga naik sendiri" oceh Kenzo.


Mommy Lisa dan Opa Bagas terkekeh mendengar ucapan anak kecil itu.


"Ayo...." ucap Mommy Lisa dan Daddy Bagas serempak.


Emely hanya cemberut gara gara ucapan Kenzo tersebut.


"Loh... Ken sama siapa?" tanya Filio.


"Ini Mommy sama Daddy Aunty Emely Om" saut Kenzo.


"Eh... silahkan masuk tante, Om" ucap Filio canggung.

__ADS_1


"Panggil Mommy sama Daddy seperti Emely saja sayang" ucap Mommy Emely.


"Ah... baik lah..." jawab Filio pasrah.


"Ada perlu apa ya Mom?" tanya Filio bingung dengan ke datangan orang tua Emely itu ketempat tinggal mereka, hati Filio mulai tidak tenang, dia takut orang tua Emely akan marah dan memaki kakaknya Zahra karena kemaren abangnya Emely mengatakan cinta kepada kakaknya, sungguh Filio takut kakanya akan di maki maki orang lagi.


Apa lagi, keluarga Emely sangat kaya, mereka juga baru mengetahui Emely anak orang kaya no dua se asia, membuat Filio takut.


Kenzo yang tau, orang dewasa akan bicara hal yang sangat penting dan anak kecil tidak boleh tau, dia lansung melangkahkan kakinya, untuk turun ke toko.


"Ken mau kemana sayang?" tanya Mommy Lisa memanggil Kenzo dengan lembut


"Mau ke bawah Oma, kalian pasti mau bicara pentingkan, bearti Ken ngak boleh dengar, jadi Ken mau main ke bawah saja, sekalian jaga toko" ucap Kenzo dan tersenyum manis.


"Ooohhh... Tuhan, kamu pintar sekali sayang?! kamu tidak usah ke bawah, di sini saja, kami juga butuh kamu, ok.!" ucap Mommy Lisa.


"Baik lah...." kenzo kembali duduk ke tempat semula.


Daddy Bagas melihat tingkah Kenzo itu merasa bangga kepada Zahra dia berhasil mendidik keponakannya jadi baik dan sopan


Mommy Lisa memulai pembicaraan mereka, sebelum itu datang Filona membawakan minu dan cemilan, untuk tamunya itu.


Filio lansung menundukan kepalanya, dia bingung harus apa, dia takut kakaknya tersakiti, apa lagi orang yang menyukai kakaknya bukan lah orang biasa, sungguh dia bingung.


Kenzo yang pada dasarnya anak yang sensitif tentang Bundanya lansung menatap nyalang orang orang di sana.


"Aku ngak mau Bunda ku tersakiti lagi, cukup bikin bundaku terluka, aku ingin Bundaku bahagia" ucap Anak itu berkaca kaca.


Melihat reaksi Filio dan Kenzo, Mommy dan Daddy Lucas percaya bahwa untuk mendapatkan Zahra harus menjinakan pawangnya dulu.


Mommy dan Daddy Lucas lansung tersenyum lembut memandang Kenzo..


"Kenzo sini nak?!" panggil Mommy Lisa agar duduk di dekatnya, dan Kenzo pun menurut, melihat sikap lemah lembut Mommy Lisa.


"Oma janji, klau Bunda Zahra sama Om Lucas bersama, Om Lucas bakal lindungi Bunda dari orang jahat, Oma janji itu, Om Lucas ngak akan nyakitin Bunda, dia akan menyayangi Bunda setulus hatinya dan akan menyayangi Kenzo, Om Filio dan Aunty Filona seperti dia menyayangi Aunty Emely" Ucap Mommy Lisa dan dia menatap lembut ke arah Kenzo.


"Opa juga janji, klau Om Lucas menyakiti Bunda Zahra, Opa yang lansung memarahi kapan perlu Opa pukul kepalanya" Daddy Bagas pun ikut bicara demi melunakan pawang Zahra itu.


"Kakak ku, menanggung hidup kami semua, dan membiayai kuliah kami, kakak ku punya banyak beban di pundaknya, kami tidak ingin nanti di anggap parasit di keluarga kalian" sanggah Filio.


"Itu tidak mungkin sayang, klau Lucas sudah memilih Zahra, bearti dia sudah tau resikonya, kami orang tua tidak pernah melarang anak kami dekat dengan siapa pun, asal orang itu orang baik baik" tutur Mommy Lisa.

__ADS_1


"Itu benar, saya menerima Zahra apa adanya, dan saya menerima keluarga Zahra sebagai keluarga saya sendiri dan saya akan berjanji, bukan, bukan janji, saya akan buktikan klau saya benar benar tulus kepada Zahra, saya akan menyayangi dan mencintai Zahra sepenuh hati saya, dan saya akan melindungi Zahra dengan tubuh saya sendiri" tiba tiba Lucas juga ikut datang ke ruko Zahra itu.


"Terima Om sebagai Ayah kamu boy, terima abang sebagai kakak kalian" ucap Lucas dengan sungguh sungguh.


Filio mantap dalam mata Lucas mencari kebohongan di sana, namun sayang Filio tidak menemukan kebohongan di sana.


Filio beralih melihat Kenzo yang juga menatap ke arah Filio.


"Buktikan klau Tuan benar benar tulus mencintai kakak saya" akhirnya Filio memberi lampu hijau kepada Lucas, dia sudah cukup kesal akhir akhir ini karena sang kakak selalu di serang oleh orang orang yang membencinya, kakaknya memang butuh seseorang untuk melindunginya.


Senyum Lucas lansung mengembang sempurna karena mendapat lampu hijau dari calon adik iparnya.


"Jangan pernah sakiti Bunda ku, klau Om menyakiti Bunda ku, Om berhadapan dengan ku" saut Kenzo menatap Lucas tajam.


"Om Janji sayang, apa Om boleh minta sesuatu?" pinta Lucas.


"Apa itu...?" tanya Kenzo bingung.


"Klau Ken panggil Bunda bearti Pasangan nya di panggil Ayah dong, kan ngak cocok satu di panggil Bunda dan yang satu Om, kesannya gimana... gitu" ucap Lucas.


"Jadi aku harus panggil Om Ayah...?" tanya Kenzo.


"Hmmm..." jawab Lucas menganggukan kepalanya.


"Jadi aku punya Ayah sekarang..." pekik Kenzo berbinar.


"Iya... apa Ken mau...?" tanya Lucas.


"Mau... Ayahhh....." pekik Kenzo lansung meloncat ke pangkuan Lucas dan di sambut hangat oleh Lucas.


Semua yang ada di sana tersenyum haru melihat Kenzo dan Lucas.


Semenjak itu Lucas selalu menghubungi Kenzo, menanyakan kabarnya dan memberi perhatian kepada anak itu.


"Akk..... akhirnya kita jadi keluarga Lona" pekik Emely.


Filona hanya tersenyum senang melihat sahabatnya bahagia.


Bersambung....


Jangan lupa like komen dan vote ya....

__ADS_1


__ADS_2