Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 112


__ADS_3

"Mas...." Panggil Zahra membangunkan sang suami.


"Euugghhh... " lenguh Lucas merasa tidurnya terganggu ulah sang istri.


"Mas, ih... bangun" rengek Zahra.


"Kenapa sayang hmmm..." ujar Lucas mengucek ngucek matanya, yang masih mengantuk.


"Mas aku mau makan" ujar Zahra.


"Apa makan...?" tany Lucas terlonjak kaget, ngak biasa biasanya sang istri minta makan padahal jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari.


"Mmm..." ujar Zahra menganggukan kepala dengan wajah memelas.


Melihat wajah istrinya yang memelas itu Lucas jadi tidak tega.


"Ayo kita ke bawah cari makan" ajak Lucas menyibakan selimut dan memakai bajunya.


"Tapi aku mau makan bakso" ujar Zahra.


"APA.... BAKSO....!!" pekik Lucas karena permintaan sang istri.


"Kenapa? ngak boleh" ujar Zahra dengan mata yang sudah berkaca.


"Bukan ngak boleh sayang, tentu saja boleh, tapi kan ini masih tengah malam sayang, mana ada yang jualnya" ujar Lucas frustasi.

__ADS_1


"Pokoknya mau bakso, huaaa...." pecah sudah tangis wanita cantik itu.


"Iya iya mas cari, jangan nangis ok..." ujar Lucas yang kelabakan dengan tingkah sang istri, yang biasanya mandiri, ngak pernah banyak tingkah, namun malam ini seperti bukan istrinya.


"Udah diam ya, mas cari dulu sayangnya mas jangan nangis lagi" bujuk Lucas


"Mmm...'' ujar Zahra sesegukan


"Mau kemana bang?" tanya Filio heran melihat penampilan abang iparnya sepertinya mau ke luar rumah.


"Kakakmu aneh aneh aja, masa minta makan bakso jam segini, mana ada yang jual, di kasih tau malah kejar" Adu Lucas yang frustasi.


"Haaa.... Serius bang?" tanya Filio kaget.


"Serius lah, mana ada abang bohong, mana tadi siang makan rujak mangga muda yang asam itu lahap banget lagi, bikin mas ngilu aja" ujar Lucas ngeri sendiri dengan kelakuan sang istri.


"Ngak usah di beliin ngobrol aja di situ! ngak usah peduliin aku!" pekik Zahra garang dari dalam kamar.


"Astaga.... iya iya ini mas jalan" ujar Lucas kaget dan lansung menggeloyor kabur mendengar suara garang sang istri.


"Bang.... aku temani" ujar Filio mengejar abang iparnya, setelah sadar dari ke bengongannya dengan lengkingan suara sang kakak.


"Ayo...." ujar Lucas membuka pintu mobil.


Pergilah ke dua laki laki itu mengelilingi jalan mencari bakso berharap masih ada yang buka di jam segini.

__ADS_1


"Kenapa istri abang jadi aneh gini sih?" keluh Lucas yang tidak habis pikir.


"Bang, kak Zahra udah datang bulan belum?" tanya Filio.


"Kenapa kamu tanya kakakmu datang bulan, apa hubungannya minta bakso sama datang bulan" ujar Lucas merasa heran.


Filio cuma menghela nafas sebel sama abangnya itu, kenapa ngak peka sama istrinya.


Sementara di rumah, Zahra membangun kan Filona.


"Dek, bangun..." Zahra menggoyangkan tubuh Filona.


"Hmmm.... ada apa sih kak, aku masih ngantuk ini" gumam Filona yang masih memejamkan matanya.


"Bangun, bikinin kakak jus strowbery" ujar Zahra, memaksa sang adik untuk bangun.


"Astaga... ini masih jam 2 dini hari loh kak" kesal Filona dia baru tidur jam 12 malam karena baru selesai mengerjakan tugas kuliahnya.


"Biarin mau jam berapa kek, yang penting bikinin kakak jus strowbery" desak Zahra yang tidak mau di bantah.


"Astaga.... Iya iya, kenapa sih kak, tengah malam bikin gaduh aja" omel Filona menghentakan kakinya ke lantai.


Zahra hanya mengedikat bahunya acuh.


"Abang kemana sih? kenapa ngak bangunin abang aja" tanya Filona yang masih keberatan di kasih tugas sama Zahra.

__ADS_1


"Apa..... bakso apaan yang masih buka jam segini" pekik Filona kaget dengan kelakuan random Zahra itu.


__ADS_2