
Ceklek...
Beberapa lama menunggu di depan pintu
kamar Lucas dan Zahra itu, akhirnya pintu kamar itu terbuka juga, menyumbulkan kepala Lucas dari balik pintu kamar itu.
"Bi, tolong bawa bakso itu ke bawah ya, istri saya jadi muntah muntah mencium bau nya" ujar Lucas.
"Baik, Tuan." ujar Pelayan yang masih berada di sana.
"Kalian, sudah lama di sini?" tanya Lucas kepada ke dua adik iparnya itu.
"Lumayan Bang. Sejak abang berteriak memanggil Bibi." jawab Filio, sementara pelayan yang masih tersisa di sana, hanya diam tidak menjawab.
"Kalian berdua, masuk lah." ujar Lucas menyuruh ke dua adik iparnya masuk, dia fau ke dua anak kembar itu pasti mencemaskan sang kakak.
Filio dan Filona mengangguk dan masuk ke dalam kamar sang kakak dan kakak iparnya itu.
"Bi. Tolong bikinin teh manis panas, untuk istri saya" titah Lucas.
"Baik Tuan?!" kompak pelayan tersebut, dan meninggalkan Lucas di sana seorang diri.
Sementara Kenzo sudah lebih dulu menyelonong masuk ke dalam kamar ke dua orang tuanya.
"Bunda. Bunda kenapa?" tanya Kenzo dengan raut wajah yang sedih.
"Ngak kok, sayang. Bunda hanya mual dan pusing aja nak. Jadi Ken ngak usah sedih." ujar Zahra sambil tersenyum paksa, dia tidak mau anaknya itu sedih melihat ke ada diriya.
__ADS_1
"Kak. Apa kakak sakit gara gara minum jus dini hari tadi?" tanya Filona, yang takut kesalahan, telah menuruti permintaan sang kakak.
"Ngak kok, tadi habis minum jus kakak tidur pulas banget, pas ada aroma bakso kakak ngak kuat, lansung muntah dan pusing." ujar Zahra memberi tahu sang adik.
"Kak. Boleh nanya ngak?" tanya Filio.
"Nanya apa?" saut Zahra memicingkan matanya, karena merasakan pusing.
"Kakak sudah datang bulan?" tanya Filio hati hati.
"Belum, emang kenapa?" tanya Zahra dengan jujurnya.
"Kakak biasanya datang bulan tgl berapa?" tanya Filio lagi.
"Lupa kakak. Tapi semenjak habis nikah, kakak belum datang bu..." ucapan Zahra lansung berhenti dan matanya tadi ingin merem lansung terbuka sempurna.
"Coba di cek dulu sayang?!" tadi Filio beli ini di apotik" ujar Lucas memberikan tespeak di tangan Zahra.
Zahra mengangguk, dan beranjak dari kasur, namun belum sempat Zahra berjalan, sudah di bopong oleh sang suami, karena Lucas takut Zahra jatuh, dan Zahra hanya diam, memang kepalanya masih pusing.
"Itu. Bunda sama Ayah mau ngapain ke kamar mandi?" tanya Kenzo.
"Mau periksa Bunda, apa di dalam perut Bunda sudah adik apa belum" terang Filio.
"Emang harus di kamar mandi periksanya, apa adik Ken. Adanya di kamar mandi?" tanya polos Kenzo.
Klau sudah begini Filio dan Filona hanya bisa tepuk jidat, tidak akan bisa lagi menjawab pertanyaan bocah itu, pasti akan ada lagi pertanyaan lain setelahnya, akan menyulitkan mereka untuk menjawab.
__ADS_1
"Kok, diam." tanya Kenzo sok dewasa.
"Tunggu saja Bunda dan Ayah mu ke luar" putus Filona.
"Ncek, bilang saja aunty ngak bisa jawab." ketus Kenzo.
Filona hanya memutar mata malas, melihat tingkah keponakannya yang kelewat pintar dan membuat dia mati kutu klau sudah adu argumen.
Sementara di dalam sana, Zahra malah menatap kesal sang suami, masalahnya Lucas tidak mau beranjak dari depan Zahra, kan malu walau pun sudah sering melihat saat *** ***, tapi klau saat begini dia sangat malu, namun suaminya tidak perduli.
"Sudah, buka aja, Mas ngak akan macam macam, nanti kamu pusing loh sayang, lama lama berdiri" ujar Lucas.
"Tapi. Ini malu, Mas!" omel Zahra.
"Ngapain sih malu. Sudah biasa juga Mas lihat, malah sering Mas jilat lagi " ujar Lucas vulgar, membuat pipi Zahra merona karena malu.
"Ayo..." paksa Lucas.
Mau tak mau Zahra pun membuka cd nya, untuk pipis, walau menahan malu setengah mati, namun Lucas malah terkekeh melihat wajah sang istri, apa coba yang dia maluin, bahkan setiap malam dia menyentuh tubuh sang istri, bagian mana yang Lucas tidak pernah dia lihat, semuanya sudah di jelajah oleh sang suami, namun istrinya itu tetap saja malu. Mau heran tapi itu Zahra.
"Sudah..." ujar Zahra buru buru memberikan wadah air pipisnya ketangan sang suami, dan dia memakai cd nya terlebih dahulu.
Lucas mengambil wadah tersebut tanpa jijik sedikit pun.
Tanpa menunggu Zahra dia lansung mencelupkan tespeck ke dalam wadah tersebut, sebelumnya Lucas sudah membaca cara menggunakan tespeck tersebut.
"Gimana Mas?" tanya Zahra harap harap cemas.
__ADS_1
"Sabar sayang...."