
"Kok kamarnya beda?" tanya Zahra saat sampai di kamar yang sudah di sulap benar benar kamar pengantin baru.
"Iya sayang... mommy sudah menyiapkan ini semua untuk kita" bisik Lucas di telinga sang istri sambil mengendusi leher jenjang sang istri membuat Zahra merinding.
"Ahh... mas, tak sengaja Zahra mengeluarkan desisan nya, karena ulah sang suami.
Lucas lansung tersenyum penuh kemenangan bisa membuat sang istri lupa daratan.
"Mas... a-aku mau mandi dulu" ucap Zahra gagap.
"Mau mandi bareng?" goda Lucas.
"Ngak! mau mandi sendiri..!" pekik Zahra lansung buru buru masuk ke dalam kamar mandi.
Lucas lansung terkekeh melihat tingkah menggemaskan sang istri.
"Lucu banget sih... kamu, ngak perlu kabur juga nanti juga habis sama mas" gumam Lucas terkekeh melihat pintu kamar mandi yang sudah tertutup rapat.
"Hufff.... itu orang kenapa sih... suka banget bikin aku deg degan, sama salah tingkah" gumam Zahra yang bersandar di balik pintu kamar mandi, dengan jantung yang berdegup lebih kencang.
"Akk..... sial, mana baju ngak bisa di buka lagi. kudu bantuin ini mah, ihh... mengesalkan banget deh" gerutu Zahra yang mencoba membuka kandung bajunya.
"Hii.... ngak bisa, aduuuhhh... masa minta tolong sama mas Lucas sih..." kesal Zahra.
Tok....
Tok....
Tok...
"Sayang... kenapa lama sekali, kamu tidur ya di kamar mandi" panggil Lucas yang sudah menunggu Zahra lebih dari setengah jam, sedang kan dia sudah tampak lebih segar, karena tadi dia keluar dari kamar itu, untuk mandi di kamar sebelah.
Ceklek....
__ADS_1
"Loh... kok masih pakai baju ini, kenapa belum mandi?" tanya Lucas bingung.
"I-itu... a-aku ngak bisa buka kancingnya" gugup Zahra.
"Woalah... kok ngak bilang dari tadi sih sayang, kan mas bisa bantuin" ujar Lucas lansung masuk ke dalam kamar mandi dengan santai nya.
"Eeehhh... mas mau ngapain!" panik Zahra.
"Mau bantu kamu lah sayang, emang mau ngapain lagi, klau mau jebol gawang nanti saja di kasur, ngak enak di sini, masa iya di perawanin di kamar mandi ngak elit amat" ucap Lucas vulgar.
Tukkk....
"Auu... sakit sayang" keluh Lucas saat tangannya di pukul oleh Zahra.
"Syukurin, siapa suruh ngomong kaya gitu" cemberut Zahra dengan wajah sudah memerah.
"Hahha... maaf maaf, ya udah balik badan mas bantuin buka baju, ngak baik lama lama di kamar mandi" ujar Lucas lansung membalikan sang istri agar membelakangi dirinya.
Tangan Lucas mulai aktif membuka kancing gaun Zahra satu persatu.
Lucas menelan salivanya kasar saat melihat punggung mulus sang istri.
Tangan Lucas tanpa di komando lansung merayap kesana kemari, dan bibirnya juga lupa dengan yang dia ucapan tadi, lansung saja menempel bak lintah di curug leher sang istri.
"Mas... ah... aku mau mandi dulu lengket ini aahhh..." ujar Zahra dengan suara terputus putus oleh ulang suaminya itu.
"Ahhh... maaf maaf sayang, mas khilaf" kekeh Lucas, dengan mata yang sudah berkabut.
Zahra hanya menunduk malu, karena dia kurang percaya diri, karena dia belum mandi dan badannya berasa lengket dengan keringat, dia takut tubuhnya berbau tidak sedap.
"Mandi lah, mas tunggu di luar" ucap Lucas sebelum keluar dia masih sempat me**mat pelat bibir sang istri.
"Dasar... katanya ngak akan aneh aneh di kamar mandi, tapi sudah buat tato di mana mana" dumel Zahra saat melihat punggung dan lehernya sudah berwarna merah ke unguan, Zahra juga bukan orang awam yang tidak tau akan warna itu, sebelum menikah pun Lucas sudah beberapa kali meninggalkan jejaknya di leher Zahra yang tertutup oleh rambut, katanya untuk menandai Zahra, bahwa Zahra sudah ada yang punya.
__ADS_1
Sementara itu, di luar sana, Lucas sudah uring uringan karena pentungan hansip nya sudah berdiri dengan gagahnya, tak bisa di ajak kompromi lagi.
"Ahhh... sial, kayanya gue bakal melanggar janji gue sendiri" gumam nya seorang diri.
"Kenapa sih lu tong... baru lihat punggung putih mulus gitu aja lu udah berdiri tegak, padahal dulu dulu mah, lihat cewek **** sedang bugil berlenggak lenggok depan mata aja lu ngak bereaksi heran gue" gerutu Lucas melihat tongkat hansip sudah siap tempur itu.
Haiisss... pusing ini pusing, ngak bisa banget di ajak kompromi, bini gue masih capek tau ngak sih lu" kesal Lucas seorang diri.
Sementara di kamar mandi sana Zahra juga sedang mencak mencak karena pakaian di dalam tasnya sudah berganti semua dengan baju tipis bak saringan tahu dengan berbagai macam warna dan model.
"Haiisss... ini pasti kerjaan mommy" gerutu Zahra membolak balikan baju baju yang ada di tangannya.
"Haaa.... masa iya gue pakai baju kaya gini sih... di kata gue ngak ke dinginan sama masuk angin apa di kasih baju kaya gini" gerutunya, sambil mencoba baju saringan tahu berwarna merah maron yang menarik hati Zahra.
"Astaga... ini sama aja gue telanjang!" pekik Zahra dengan muka merah merona melihat pantulan dirinya di kaca kamar mandi itu.
"Apa gue pakai baju ini ngak di katai gadis penggoda ya" gerutu Zahra yang sudah mondar mandir tak jelas dengan baju saringan tahu yang masih dia pakai.
"Ya sudah lah pakai aja, kan sudah halal ini, bodo amat, abaikan malu, itung itung cari pahala" kekeh Zahra yang beranjak keluar dari kamar mandi.
Ceklek....
Glek...
Seseorang yang melihat Zahra ke luar dari kamar mandi dengan pakaian saringan santan itu sudah susah payah menelen salivanya, dan sudah mengap mengap kaya ikan kekurangan air.
"Sayang....."
Deg....
Deg...
Deg....
__ADS_1
Bersambung.....