
"Gini ternyata klau punya bini, tidur ada yang nemanin, habis mandi ada yang nyediain pakaian, makan ada yang siapin, tau gini dari dulu aja gue nikah, ehhh... tunggu tunggu, klau dari dulu gue nikah, gue ngak bakal ketemu sama bini gue yang cantik dan baik hati ini, bisa jadi gue cuma jadi pengagum rahasia dia doang, atau gue jadiin istri ke dua" kekeh Lucas senyam senyum tak jelas di belakang Zahra.
"Mas kenapa senyam senyum ngak jelas gitu, ngak lagi sakit kan" polos Zahra sambil memegang dahi suaminya.
"Eehhh... ngak kok, kamu apaan sih" elak Lucas gagap karena malu ketahuan oleh istrinya itu.
"Lagian mas senyum senyum ngak jelas, aku pikir lagi sakit panas, apa ketempelan" polos Zahra lalu dia kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.
"Pagi semua.... maaf telat" ujar Zahra tidak enak hati, karena semua orang sudah menunggu di meja makan dan anaknya mulai cemberut.
"Ngak pa apa sayang, pasti suami sengkek kamu itu yang bikin kamu telat" ujar mertuanya itu, dia melihat pakaian Zahra yang sudah kembali berganti dan rambut juga masih setengah basah, mertuanya itu yakin klau Lucas habis mengerjai menantu kesayangannya itu.
Lucas yang di katai cuma acuh, dia duduk di samping putra gantengnya, yang sedang cemberut itu.
"Pagi ganteng Ayah... itu muka kenapa kecut kek jeruk purut yang belum mateng" goda Lucas sambil menjawir pipi tembem anak bujang nya itu.
"Ihhhh... Ayah... jangan cubit cubit, nanti pipi aku makin gede" degus Kenzo sambil mengelap pipinya.
"Ahhh... maaf maaf sayang ayah ngak sengaja" ujar Lucas sambil mengelus sayang kepala anaknya itu.
__ADS_1
"Ayah ngapain lama banget baru turun, aku nanti bisa telat loh..." sewot Kenzo.
"Tadi ayah bangunnya ke siangan" alasan Lucas.
"Jadi ayah ngak sholat shubuh dong, dosa tau kalau ngak sholat, nanti masuk api neraka baru tau rasa" omel Kenzo.
Semua yang ada di sana tersenyum melihat Kenzo yang mengomeli ayahnya itu.
"Tadi ayah sholat kok, cuma abis sholat ayah tidur lagi, ayah capek" jawab Lucas seadanya.
"Capek ngapain? kan semalam ayah udah tidur nyenyak masa masih capek, aku klau capek di bawa tidur udah hilang capeknya" jawab polos Kenzo.
Membuat orang orang di sana mengulum senyum, itu berhasil membuat Lucas salah tingkah dan tidak bisa menjawab pertanyaan sang anak.
"Astaga anak ini, sudah di jawab pertanyaan, ternya masih ada aja pertanyaan yang keluar dari mulut dia, bener bener deh...?!" gerutu Lucas sambil melirik ke arah Zahra.
"Sayang.... tolong bantu mas" kira kira begitu lah isyarat mata Lucas.
"Mampus kamu, emang enak, cucu ku memang pintar membuat ayahnya mati kutu" gumam Daddy Bagas mengulum senyum.
__ADS_1
"Hahaha.... kena kamu bang!" seru Emely dalam hati sambil tersenyum jahat, melihat wajah memelas abangnya itu.
"Syukirin, biar besok ngak ngerjain mantu mommy lagi kamu pagi pagi" ujar Mommy melirik sinis anaknya itu.
Sementara Filona dan Filio hanya bisa menunduk tak enak hati, karena tau apa yang terjadi dengan kakak dan kakak iparnya itu, mereka juga bingung menangani Kenzo klau sudah mode banyak tanya kaya gini.
"Sudah sayang... sesi tanya jawabnya nanti saja, katanya takut telat, kenapa masih ngobrol, ayo makan Bunda sudah bikinin nasi kuning ke sukaan kamu" tegur Zahra dengan lembut, mengalihkan anaknya itu, agar tidak bertanya lain lain lagi, sementara dia juga sudah malu juga dengan pertanyaan sang anak, dia yakin semua yang ada di sana pasti tau Lucas ke capean karena apa, apa lagi mereka masih pengantin baru dan rambut Zahra yang masih sedikit basah.
"Assiiikkkk.... Bunda memang ngertiin Kenzo, Ken kan udah lama ngak makan masakan Bunda, ayo bun suapin Ken, Ken kangen sama suapan Bunda" semangat anak itu, melupakan pertanyaannya.
Mau tak mau Zahra menyuapi anaknya, agar bisa diam, dan anaknya tidak merajuk lagi, karena dia tau anaknya itu sangat merindukan dia, karena beberapa hari tidak bertemu.
Akhirnya Lucas bisa bernafas dengan lega, karena anaknya tidak bertanya lagi, dia berdiri dan duduk di bangku sebelah sang istri, dia ingin menyuapin istrinya, dia tau istri cantiknya itu pasti juga lapar, karena semalam dia menggempur sang istri sampai dini hari di tambah tadi dia lanjut walau tidak lama, istrinya membutuhkan asupan gizi agar selalu vit melayaninya.
"Ak... sayang, buka mulutnya, kamu juga harus makan, kamu suapin Ken, mas suapin kamu jadi sama sama sarapan kita" ujar Lucas lembut.
Akhirnya Zahra membuka mulutnya dan menerima suapan sang suami, dia juga sangat lapar karena tenaganya cukup terkuras ulah sang suami.
Keluarga mereka bahagia melihat pemandangan itu, semoga ini akan terus terjadi hingga maut memisahkan, tidak ada kata pelakor maupun pebinor dalam rumah tangga mereka.
__ADS_1
Bersambung....