Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 41


__ADS_3

"Ngapain tante kesini, bikin onar ajar, birisik tau...!" omel Kenzo dengan mata melotot, mungkin bagi Tia pelototan Kenzo sangat menyebalkan tapi buat orang di sekitar sana sungguh menggemaskan.


"MANA ZAHRA SURUH KELUAR DIA, DIMANA DI UMPETIN SUAMI AKU...!!" teriak Tia dengan suara melengking.


"Tante pikir suami tante sendal jepit bisa di impetin sama Bunda aku!" sungut Kenzo.


"YA... ANAK KURANG AJAR, RASAKAN INI, DARI TADI BIKIN GUE TANBAH EMOSI AJA...!!" marah Tia dan mengangkat tangan dan akan melayangkannya ke pipi Kenzo, namun sayang seribu sayang, tangan itu hanya menggangtung di udara, karena di tahan seseorang.


"APA APAAN KAU... INGIN MENYAKITI ANAKKU!!" Zahra menatap nyalang ke arah Tia dan menahan tangan Tia agar tidak sampai mengenai tubuh sang anak.

__ADS_1


"AKHIRNYA KELUAR JUGA KAU PELAKOR, DI MANA KAU SEMBINYIKAN SUAMI KU...!!" teriak Tia memandang bengis ke arah Zahra, di sangat membenci zahra saat ini, semenjak pertemuan mereka di Restoran saat itu, Ray selalu memuji muji Zahra dan bilang dia menyesal memutuskan Zahra saat itu, karena nafsu birahinya yang susah untuk di tahan, dia bermain api di belakang kekasihnya itu, mencari wanita yang mampu menuntaskan birahinya itu, di tambah saat itu Zahra sedang banyak masalah, dan dia tidak ingin membantu Zahra saat itu, dia menganggap keluarga Zahra hanya beban baginya, di tambah orang tuanya tidak menyukainya Zahra karena Zahra terlahir dari keluarga miskin menurut mereka.


Namun kini keadaan berbalik, kini keluarga Ray ekonominya sedang tidak baik baik saja, dan menuntut Ray untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, karena kejadian saat malam itu, di ke lupaan berhubungan badan dengan Tia tidak memakai pengaman, membuat Tia hamil, mau tidak mau dia haris bertanggung jawab.


Semenjak menikah dengan Tia, Ray semakin tersiksa, dia pikir setelah menikah dengan Tia yang sejati nya juga orang kalangan berada, Ray berharap Tia bisa membantu ke uangan keluarganya malah cuek aja, malah gaya hidup hedon Tia membuat Ray semakin stres.


"Ncek... maling teriak maling, siapa yang pelakor dan siapa juga yang berteriak pelakor" sinis Zahra.


"Heh... loe sampai menangis darah pun di sini, loe ngak akan nemuin Ray di sini, karena gue ngak tau dia dimana, kenapa gue yang loe tuduh nyembunyiin laki loe!" sungut Zahra.

__ADS_1


"Itu gara gara loe, gara gara ketemu loe saat di restoran itu, Ray selalu muji muji loe, sia nyesal mutusin loe, dia bilang dia ingin balikan sam loe, dan dia pergi dari rumah dan ngak pernah pulang lagi, gue sudah cari ke rumah mertua gue, tapi Ray ngak ada, malah gue yang salahin sama mereka, gara gara gue Ray ilang hiks.... hiks..." Tia benar benar frustasi karena sang suami tidak ketemu.


"Ngapain gue yang kalian ributin, bersujud pun dia di depan gue, gue ngak akan pernah sudi balikan sama cowok brengsek itu, sudah lah pulang sana, bikin malu aja loe!" usir Zahra, ingin rasanya dia memaki maki dan mengetawai mantan sahabatnya itu, tapi Zahra memilih diam, dia tak sejahat itu, dia tau Tia saat ini tidak baik baik saja, dan sedang hamil besar dia tidak mau Tia pingsan di tempatnya yang akan membuat dia ikut terseret nantinya.


Namun Tia tetap keras pada pendiriannya, dia kekeh klau Ray masih ada di ruko tersebut, membuat Zahra mendengus kesal.


"Ada apa ini...." tanya suara bariton yang ada di belakang kerumunan orang orang yang melihat adu mulut Tia dan Zahra itu.


Zahra melotot tidak percaya dengan siapa yang datang ke rukonya itu.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa like komen dan vote ya😘😘😘😘


__ADS_2