Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 95


__ADS_3

"Omaaa.... teriak Lucas melihat Omanya berdiri di depan rumah, menyambut kedatangan mereka.


"Cucu tengil, kau sudah berubah jadi manja sekarang ya, wajah kanebo kering mu sudah luntur Ujar Oma, sambil memeluk cucu kesayangannya itu.


"Ha... Oma, jangan bicara seperti itu, jangan merendahkan harga diri ku di depan istriku" kesal Lucas tidak terima dengan ucapan sang Oma.


"Sudah sudah... bicara di dalam kasian mereka sudah ke lelahan" ujar Opa melerai Oma dan cucu tersebut.


"Haaa... Iya, mari sayang kita masuk" ajak Oma menggandeng tangan Zahra.


Sebelumnya tentu Zahra sudah bersalaman dengan takzim kepada Oma dan Opa nya itu.


"Mom, apakah aku bukan anak mommy lagi" sungut Mommy Lusi yang di abaikan oleh mommynya itu.


"Hai... Tidak usah cemburu sama menantu sendiri" cuek Oma menggandeng tangan Zahra masuk ke dalam rumah besar itu, hati Zahra yang dari tadi dag dig karena takut tidak di terima di rumah Oma Lucas itu, seketika jadi plong tanpa beban lagi.


"Johanes belum datang Dad?" tanya Daddy Bagas, menanyakan kakak iparnya itu.


"Belum, mungkin nanti sore, Serin juga nanti sore baru sampai" jawab Opa Jordane.


"Kalian bersih bersih lah dulu, sebelum makanan selesai" ujar Oma menyuruh anak anaknya masuk ke kamar yang sudah dia sediakan untuk anak anaknya, dan anggota baru mereka itu.


"Makasih Oma..." ucap Kenzo yang memang sudah mengenal Oma, karena mereka memang sering vidio call.


"Iya cicit Oma, kamu suka kamarnya" ujar Oma mencium pipi Kenzo.


"Suka Oma, apa lagi bisa lihat pemandangan dari balkon" jawab Kenzo dengan tersenyum riang.


"Ya sudah, kalau gitu cepat bersihkan dirimu habis itu kita makan ok" ujar Oma mengkusuk rambut Kenzo.

__ADS_1


Bruk....


Hufff.... Zahra lansung membanting tubuhnya di kasur empuk itu.


"Capek ya sayang..." ujar Lucas mendekat ke arah sang istri.


"Hmmm... sedikit" jawab Zahra yang masih memicingkan matanya, kepalanya masih sedikit pusing, mungkin mabuk udara.


Cup....


Lucas mengecup bibir sang istri dengan lembut, setelah itu Lucas mulai membuka segala printilan yang ada di tubuh sang istri satu per satu.


"Mas ngapain...?" tanya Zahra dengan mata yang enggan di buka.


"Tidur lah... Biar Mas yang bersihin tubuh mu" sahut Lucas dengan telaten membuka pakaian dan sepatu sang istri, Zahra benar benar lelah, dia hanya diam tanpa protes menandakan dia benar benar kecapean.


Selesai membuka pakaian sang istri, Lucas masuk ke dalam kamar mandi untuk mengabil air dan lap.


"Bener bener capek kamu ya sayang" kekeh Lucas menyelimuti tubuh polos sang istri.


Lucas juga masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sebelum ikut menyusul sang istri ke alam mimpi.


Sementara di bawab Oma sedang sibuk memerintah para pelayan menyediakan makanan untuk anak anaknya yang baru datang.


"Sudah sayang, kamu ngak usah sibuk banget, nanti kamu ke capean" ujar Opa Jordane.


"Iya sayang..." ujar Oma menurut.


Seorang wanita **** sedang mengembangkan senyumnya di atas taxi membawa dirinya ke rumah besar Oma Chaterine.

__ADS_1


"Oma... Calon menantu kesayangan Oma datang" pekiknya dalam hati.


Sebelumnya dia menghubungi seseorang dengan telpon genggamnya.


"Hallo... Oma, bantu aku, menaklukan hati Oma Catherina, apa yang harus aku bawa ke sana Oma, dan Oma tolong hubungi dia, agar aku bisa masuk ke rumah besar itu, aku mau menggagalkan pernikahan Lucas, Lucas itu hanya milikku, tidak ada yang boleh memiliki dia" ujar perempuan itu tidak tau malu.


"Ok Oma....Oma yang terbaik...." ujar perempuan itu dengan mengembangkan senyum nya.


"Tunggu aku sayangg....." gumamnya dengan senyum tak lepas dari bibir.


Eggghhhh.....


Zahra melenguh, menggeliat dan mengerjap ngerjapkan matanya, dia terbangun dari tidur nyenyaknya, karena merasakan sedotan di salah satu gunung kembarnya dan sebelahnya di remas remas lembut.


"Hehehe... kamu bangun sayang" ujar Lucas tanpa dosa.


"Dasar ngak bisa lihat barang nganggur" ujar Zahra dan tersenyum melihat wajah suaminya yang juga sumringah kepadanya.


"Lanjut yang lain ya..." bisik Lucas yang sudah menindih tubuh polos Zahra itu.


Terjadilah pemersatu bangsa di siang pertama mereka di belanda.


"Ngak bosan apa mas?" tanya Zahra setelah melakukan dua ronde siang itu.


"Ngak lah mana ada bosan, pengen lagi dan lagi tau" ucap Lucas yang masih asik memainkan squishy sang istri.


"Mandi yuk... ngak enak di tunggu yang lain" ucap Zahra.


"Yuk... sekali lagi di kamar mandi ya?" pinta Lucas dengan wajah memelasnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2