Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 56


__ADS_3

"Kalian pesan lah... apa yang kalian mau, dan boleh di bungkus juga buat du bawa pulang" ucap Lucas kepada teman teman Zahra itu, di sebuah restoran yang terbilang mahal dan menyajikan makan lokal dan manca negara.


"Serius Tuan kami boleh memesan makanan sesuka hati kami, dan juga boleh di bungkus juga?" tanya Ben berbinar cerah.


"Hmm.... lakukan lah sesuka kalian hari ini milik kalian, saya sudah janji bukan, saya akan mentraktir kalian sebagai perayaan pertunangan saya bersama wanita cantik ini" ucap Lucas menatap mesra Zahra.


Wajah Zahra lansung merona merah di goda oleh bos sekaligus tunangannya itu.


"Cieee..... yang salting" goda Sari.


"Cieee.... yang lansung tunangan... tapi makasih loh... ini Tuan, kami di traktir makan di sini, dan kapan lagi kami bisa makan di tempat mewah seperti ini, harga satu porsi makanannya saja separoh gaji kami" keluh Firda.


"Makanya mbak nanti cari suami yang bos besar juga mbak, biar saban hari bisa makan enak" celetuk Ben kepada Firda.


Firda hanya mendengus sebal mendengar ucapan Ben.


"Huaaa.... ini enak banget...!" gumam Sari menyicipi makanannya.


"Iya loe coba yang punya mbak deg..." ucap Firda.


"Wiiihhh... Mantul mbak" seru Sari heboh.


untungnya Lucas mengambil tempat VVIP jadi hanya ada mereka saja di ruangan itu


"Kalian heboh sekali, dasar kampungan, norak, makan begini aja heboh banget malu maluin aja kalian" ketus Rani.


"Hiihhh.... suka suka kita dong, lagian ini yang makan di sini cuma kita kita doang ngak ada orang lain, santai kali, kecuali banyak orang baru malu" sungut Firda.


Zahra dan Lucas hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan teman Zahra itu.


"Makan yang banyak sayang..." ucap Lucas memberikan steak yang sudah dia potong potong ke depan Zahra, dan mengambil Steak yang ada di depan Zahra untuk dirinya sendiri, perlakuan Lucas itu di lihat oleh para karyawan Lucas.

__ADS_1


"Aaakkk.... meleleh hati dede bang" seru Firda.


"Ooo.... Pak Boss so sweet juga ternyata" Ben


"Tuhan... tolong sisakan satu yang seperti ini untukku" seru Sari.


Zahra di buat tersipu malu oleh teman temannya.


Mereka makan sambil bersenda garau, ada juga yang menatap iri kepada Zahra, karena Lucas memperlakukan Zahra begitu baik. Lucas tak segan segan me ngelap sudut bibir Zahra yang belepotan dengan jari tangannya dan tak malu untuk menjilat jarinya yang kotor karena makanan dari bibir Zahra.


Setelah makan dan bersenda gurau di restoran itu, akhirnya satu persatu mengundurkan diri untuk puang


"Kita pulang, apa ke hotel sayang?" goda Lucas, dan ucapan Lucas tersebut lansung mendapat pelototan dari Zahra.


"Jangan ngadi ngadi deh, mas..." sewot Zahra.


"Loh... apa salahnya klau kita ke hotel, ngak ada yang salah kan" ujar Lucas.


"Bearti kalau sudah nikah kita boleh nginap di hotel dong?" tanya Lucas dengan sudut bibir yang sudah berkedut.


"Ya bisa lah... kemana aja mas ajak itu terserah mas, kan sudah nikah dan sudah halal juga, ngak sekarang juga, kita baru sebatas tunangan, bearti belum halal" jawab Zahra, dan dia tidak sadar sudah masuk jebakan tunangannya itu.


"Ok, bearti tiga minggu lagu kita nikah! ngak ada penolakan! klau ngak mau sekarang juga mas ajak kamu ke hotel" ucap Lucas berbinar.


Zahra lansung cemberut, mendengar ucapan Lucas itu.


"Kenapa sih... sukanya maksa!" sebel Zahra dengan bibir sudah maju, dan membuat dia semakin menggemaskan buat Lucas.


"Habis kamu klau ngak di paksa ngak akan mau di ajak nikah, sayang" kekeh Lucas dan menepikan mobil nya di pinggir jalan.


"ini.. kenapa berenti?" bingung Zahra.

__ADS_1


Lucas melepaskan seat belt nya, dan menghadap ke arah Zahra. Zahra pun mulai was was, mengingat bosnya ini tukang sosor.


Lucas menatap Zahra dan tersenyum lembut kepada pujaan hatinya itu.


"Ngapain senyum senyum kek gitu" omel Zahra.


"Kamu cantik banget sih, sayang... klau lagi mode galak gini" kekeh Lucas.


Zahra hanya mendengus kesal mendengar ocehan kekasihnya itu.


Lucas terkekeh melihat tingkah pujaan hatinya itu.


"Boleh minta vitamin ngak, biar semangat menjalani hari sampai ketemu kamu besok?" tanya Lucas.


"Boleh, emang mas mau vitamin apa?" tanya Zahra dengan lugu nya.


Lucas lansung mengembangkan senyumnya.


"Vitamin ini...." Lucas lansung menyambar bibir tipis nan manis yang sudah jadi candunya itu dengan luma**n lembut dan membuat Zahra terbuai.


Zahra menepuk nepuk dada Lucas karena hampir kehabisan nafas, gara gara Lucas.


Lucas melepaskan pagutanya setelah puas bermain main di bibir dan lidah sang kekasih, dan juga sudah mendapatkan tabokan di dadanya karena kehabisan nafas.


Wajah Zahra lansung tersepu malu, karena dia ikut terhanyut oleh kelembutan permainan Lucas itu.


"Makasih vitaminnya sayang" ucap Lucas dan mengecup singkat jidat Zahra dan kembali ke posisi duduk semula, dengan bibir terus mengembangkan senyum manis.


Zahra hanya melihat ke arah luar jendela, karena malu dengan perbuatannya tadi.


Lucas kembali melajukan mobilnya, dengan senyum senyum sendiri, karena tadi pujaan hatinya itu membalas ******* bibirnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2