Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 70


__ADS_3

Tok....


Tok...


Pintu kamar Lucas di ketuk dari luar, tentu saja mengganggu acara tidur pengantin baru itu.


Eegghhhh....


Lenguh suara Lucas karena merasa terganggu dengan ketukan pintu tersebut, namun tidak dengan sang istri, malah semakin mengeratkan pelukannya kepada Lucas, membuat senyum Lucas lansung mengembang.


Cup....


Nyenyak banget sih sayang.... capek banget ya..." gumam Lucas sambil mengelus pipi sang istri, dia melupakan ketukan di pintu kamarnya, dia malah asik memandangi wajah cantik sang istri.


Tok....


Tok....


Pintu kamar itu kembali di ketuk dari luar, membuat Lucas mendengus kesal.


"Siapa sih... nganggu aja, awas saja klau ngak penting, gue bejek bejek lu...!" kesal Lucas sambil keluar dengan tampang bangun tidurnya.


Ceklek....


"Ada apa? tanya Lucas dingin kepada orang yang menggangu tidurnya itu.


Glek....


Orang yang berada di balik pintu itu, lansung menelan salivanya kasar, melihat tampang lelaki tampan di depannya, namun sikap dingin dan ketusnya membuat nyali mereka menciut seketika.


"Maaf Tuan, kami mengganggu acara istirahat nya" ucap MUA itu tak enak hati.


"Udah tau ganggu, kenapa masih di ketuk!" sewot Lucas.


"Buset deh... ganteng ganteng mulutnya pedes ke bon cabe level 15" dumel MUA tersebut dalam hati, teman temannya sudah saling sikut di belakang sana.


"Di tanya malah diam aja, ngapain ganggu saya?" omel Lucas.


"Maaf Tuan, kami harus mendandani Nona muda sekarang, biar nanti tidak terlambat" ujar MUA tersebut dengan sopan dan memberi senyum termanisnya dan di anggukin oleh teman temanya dari belakang.


"Oh... ya sudah silahkan masuk" ujar Lucas membuka pintu kamar itu dengan lebar, dan lansung masuk ke kamar untuk membangunkan sang istri, dia membiarkan para MUA itu masuk dengan sendirinya.


"Sayang... hai... sayang bangun, sudah di tunggu sama MUA, kamu harus di rias sayang" ujar Lucas sambil berbisik di kuping sang istri yang masih pulas itu.

__ADS_1


"Bentar lagi ya Ken... Bunda masih ngantuk, 5 menit lagi ya..." tawar Zahra dengan suara serak dan matanya masih terpejam, dia pikir yang membangunkan nya adalah sang anak, padahal suaminya.


Lucas terkekeh mendengar penawaran sang istri.


"Lucu banget sih kamu..." kekeh Lucas.


Cup...


Cup....


Cup...


"Bangun sayang, nanti malam lanjut lagi tidurnya, sekarang bangun dulu sayang... sudah di tungguin itu"


Cup....


Cup...


Cup....


Lucas terus menciumi sang istri agar mau terbangun dari mimpi indahnya.


"Eeeggghhhh....."


Lenguh Zahra karena tidurnya terusik oleh sang suami.


"Hai... kamu lupa siapa Mas hmmm..." tanya Lucas sambil mengelus pucuk kepala sang istri.


"Eh... hehehe... lupa!" cengir Zahra menutup wajahnya.


"Sudah ingatkan...?" tanya Lucas tersenyum lembut ke arah sang istri.


Zahra hanya mengangguk tanda sudah tau


"Ya sudah, sekarang mandi gih, itu sudah di tungguin MUA untuk di dandani" ujar Lucas lembut.


"Ahhh... maaf ya..." kaget Zahra lansung duduk.


"Jangan buru buru sayang, nanti kamu jatuh, pelan pelan aja" tegur Lucas kepada sang istri.


Zahra hanya memberikan cengir kuda kepada sang suami.


"Maaf mbak, saya mandi dulu ya?!" ucap sopan Zahra kepada MUA tersebut.

__ADS_1


"Silahkan Nona.." sopan mereka.


Zahra lansung melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


"Tolong jaga istri saya, jangan sampai terjadi apa apa, saya mau ke kamar sebelah buat ganti" tegas Lucas tanpa senyum, Lucas berubah saat tidak lagi ada sang istri, senyum dan ucapan manisnya, hanya dia berikan kepada mommy, emely sang adik, dan sang istri lebih dari itu, Lucas hanya bersifat ketus dan dingin.


"Baik Tuan... silahkan ganti, kami akan menjaga Nona muda dengan baik" ujar MUA tersebut, pikir mereka Zahra anak kecil yang harus di jaga, apa kah Zahra akan meloncat loncat dan berlari kesana kemari seperti anak tk, ada ada saja pelanggannya itu, mau protes mereka pun takut, melihat tampang dingin Lucas saja sudah membuat nyali mereka menciut.


Lucas melenggang keluar dari kamar itu, tanpa mendengarkan jawaban dari MUA tersebut.


Hufff....


"Ganteng sih, tapi menakutkan" gumam MUA tersebut.


"Tapi sama istrinya lembut banget, aku suka cowok kek gitu" sahut yang satu lagi.


"Sudah diam, nanti ada yang dengar berabe kita" ujar yang satu lagi.


Ceklek....


Pintu kamar mandi terbuka dari dalam dan keluarlah Zahra dengan memakai bathrob dan rambut di gulung ke atas, MUA yang perempuan saja melihat Zahra sampai terpesona, mereka melihat tanpa kedip, apa lagi klau sang suami yang melihat, bisa bisa lansung di serang Zahra saat itu.


"Maaf ya mbak... saya agak lama, saya sholat ashar dulu ya...?!" ujar Zahra.


"Ah... iya Nona silahkan..." ucap MUA tersebut.


Tak lama setelah Zahra Sholah, Zahra mulai di rias oleh MUA teraebut.


"Nona anda cantik sekali, tidak perlu memakai makeup terlalu tebal sudah keluar auranya" puji MUA.


"Ah... mbak bisa aja" ucap Zahra tersipu malu saat di puji.


"Benar kok Nona, kami ngak bohong, Nona ngak dandan aja sudah cantik, kami yang perempuan saja sampai tak berkedip melihat Nona, apa lagi laki laki" ujar yang satu.


"Mbak berlebihan sekali" kekeh Zahra.


"Sekarang kita ganti baju yuk Nona, makeup nya sudah selesai"


"Baik lah..." Zahra hanya menurut saja perintah MUA tersebut.


"PERFECT....." sorak MUA melihat Zahra yang anggun seperti barby hidup.


"Ya ampun.... Nona sudah seperti Barby hidup" girang MUA tersebut menatap Zahra dengan takjub.

__ADS_1


"Ya Allah... Ya Allah.... Ya Allah... menantu Mommy cantik sekali, klau Lucas lihat kamu cantik kaya gini, mommy yakin dia ngak akan rela kamu di ajak turun ke bawah, dia pasti sangat kesal melihat istrinya jadi pusat perhatian, beruntungnya dia sudah Mommy usir ke bawah lebih dulu" kekeh Mommy Lusi.


Zahra hanya tersipu malu di puji oleh sang mertua, dia sendiri juga sempat terpesona dengan wajahnya sendiri, dia tidak menyangka bakal bisa secantik ini, mungkin karena dia tidak pernah berdandan berlebihan dan sekali di dandani lansung pangling.


__ADS_2