
Puk....
Puk....
Puk...
"Aduh... aduh... Mom sakit tau." keluh Lucas menahan amukan tangan sang mommy mengenai punggungnya.
"Rasain itu, bisa bisanya kau ke rumah sakit ngak ngasih tau kami." kesal sang Mommy.
"Maaf Mom, namanya juga orang panik, mana ingat, yang aku ingat saat itu, hanya membawa istriku ke rumah sakit, tapi jangan salahin aku sendiri dong Mom, tuh... salahin juga anak mommy yang itu, kan dia di luar sendirian, kenapa ngak nelpon kalian, aku kan sibuk di dalam kamar bersalin, nemanin istriku." bela Lucas.
Filio juga hany bisa garuk garuk tengkuk yang tidak gatal, jujur dia lupa menghubungi semua orang, kembarannya saja dia lupa memberitahu.
"Kalian sama aja." ketus sang Mommy yang sudah naik pangkat itu, dia melangkah ke sisi ranjang menantu kesayangannya, sebelum melihat sang cucu.
Zahra hanya tersenyum haru, melihat ke khawatiran mertuanya itu, dan dengan kesalnya memukul anak kandungnya sendiri, gara gara lupa memberitahu klau dia sudah melahirkan.
"Selamat ya sayang, sudah menjadi ibu yang seutuhnya, dan terimakasih sudah memberikan mommy cucu lagi, mommy bahagia sekali." ujar Mommy Lusi dan mengecup sayang dahi Zahra.
Nyesss....
Hati Zahra bagai di sirami air es, sejuk. Itu lah yang di rasakan oleh Zahra, bagaimana tidak, walau Kenzo bukan cucu atau pun anak kandung Zahra, namun mommy Lusi tetap menganggap Kenzo adalah cucu kandungnya, dia fikir saat anaknya kandung Lucas lahir, kasih sayang mereka kepada Kenzo akan berubah, namun itu tidak terjadi.
__ADS_1
Zahra hanya mengangguk dan tersenyum kepada mertuanya itu.
"Selamat ya sayang, sekarang kamu makin hebat, sudah punya dua putra, nanti tambah cucu perempuan lagi ya." kekeh Daddy Bagas, sambil mengelus sayang puncak kepala Zahra.
"Astaga Daddy, istri aku saja baru lahiran, sudah minta cucu lagi, di kira istri aku kucing apa." dengus Lucas tidak terima, dia kasihan dengan perjuangan sang istri melahirkan anaknya tadi, berapa kesakitan Zahra saat melahirkan buah hatinya tadi, itu masih terbayang bayang di pelupuk matanya.
"Daddy hanya minta tambah, kapan itu terserah, yang penting nanti nambah dengan baby girl, Daddy baru punya dua cucu laki laki, daddy pengen punya cucu perempuan." sahut santuy sang Daddy.
Mommy Lusi hanya geleng geleng, sambil menggendong cucu tampannya itu.
"Denger sayang, umur kamu baru sehari, tapi engkong kamu sudah minta adik cewek noh, dia pikir Bunda kamu ngak butuh pemulihan kali" ujar Mommy Lusi kepada bayi tampan yang berada di pangkuannya itu.
"Dede..." panggil Kenzo dari arah pintu ruangan Zahra itu, dia baru datang bersama Filona, Adrian dan bunda Santi.
"Apa abang...." ujar Mommy Lusi tersenyum melihat ke arah Kenzo.
"Kok abang semalam ngak di bangunin Yah.." tanya Kenzo.
"Ayah lupa sayang, maafin Ayah ya..." ujar Lucas membelai kepala anaknya itu.
"Huummm... ngak pa apa." ujar Kenzo.
"Kak, selamat ya." ujar Filona memeluk sang kakak.
__ADS_1
"Makasih sayang." ujar Zahra.
"Lucu banget anaknya kak, mana wajahnya mirip banget sama bapaknya." ujar Filona.
"Tau, kakak yang ngandung sembilan bulan, bawa bawa dia kemana mana, malah mirip bapak moyangnya semua, ngak ada yang yang di ambil dari kakak." sewot Zahra.
Lucas hanya terkekeh dengan ocehan sang istri.
"Dia takut ngak di aku sama Ayahnya sayang." kekeh Lucas.
"Selamat Bro... akhirnya jadi ayah yang sesungguhnya." ujar Adrian.
"Hmmm... bapak dua anak dong gue." kekeh Lucas, sambil mengelus kepala Kenzo.
"Siapa nama adek nya Yah...?" tanya Kenzo.
"Nama adeknya, Kenzie Alfatih" ujar Lucas dengan senyum mengembang melihat bayi mungil yang berada di dalam pangkuan sang Mommy.
"Nama yang bagus," ujar Daddy Lucas.
"Selamat ya nak," ujar Bunda Santi kepada Zahra.
"Makasih bunda." ujar Zahra.
__ADS_1
Filio menatap haru kepada ke dua saudara perempuannya itu, dia sungguh senang karena ke dua saudaranya mempunyai suami dan mertua yang baik untuk mereka, dia tidak perlu khawatir lagi, karena, kakak dan kembaranya sudah mempunyai pasangan yang sangat mencintai mereka, dan dia tidak khawatir meninggalkan ke dua saudaranya di negeri ini, karena dia mendapat beasiswa ke london sana, untuk pendidikan S2 nya, namun belum Filio beritahu kepada kakak dan kembarannya, karena dia tidak ingin membuat sang kakak yang sedang hamil besar jadi khawatir.
Bersambung....