Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 126


__ADS_3

"Hmmm... Bunda sudah cantik" puji Filona setelah dia meng lap tubuh Bundanya Adrian itu.


"Itu berkat kamu sayang, yang udah bersedia membantu Bunda" ujar Bunda Santi.


Adrian tersenyum hangat melihat pemandangan itu, dia merasa yakin menjadikan Filona sebagai pendamping hidupnya.


Walaupun Filona masih terlalu muda, namun sikap dewasanya membuat Adrian begitu jatuh sangat dalam kepada pesona Filona itu, memang Filona terlihat lemah lembut tapi kadang sisi gaharnya juga bisa muncul saat dia merasa terancam.


Ceklek....


Pintu kamar rawat Bunda Santi terbuka dari luar, menampakan suster Heni dari sana.


"Kenapa lama banget mbak" ujar Adrian, yang sudah menahan lapar dan dia yakin Filona juga sudah sangat lapar, dari tadi merek sibuk mengurus Bunda Santi.


"Maaf Pak, tadi di kantin ramai dan ada kecelakaan kecil di sana, tapi saya tidak apa apa kok" ujar suster Heni ke gr an, dia pikir Adrian menanyakan hal tersebut karena perduli kepadanya.


"Oh... Mana makanan saya" ujar Adrian tidak perduli dengan ucapan Suster tersebut, membuat senyum suster Heni berubah cemberut.


"Ini pak" ujar Suster Heni sedikit kesal, Adrian masa bodo, dan mengambil makanan dari tangan suster Heni dan mwngajak pujaan hatinya makan siang yang sudah kesorean.

__ADS_1


"Lona, makan duku yuk, kamu pasti sudah lapar, maafin kakak ya, sudah buat kamu kelaparan" sesal Adrian.


"Ngak apa kok kak, santai kali" ujar Filona tersenyum, membalas senyum Adrian itu.


Heni mendengus kesal karenanya, sebab dia tidak di tawarkan oleh majikannya itu untuk makan sore, padahal dia kan juga belum makan nasi, walau tadi sempat jajan sate padang di pinggir jalan dekat rumah sakit.


"Makan gih sayang. Kasian kamu kelaparan" ujar Bunda Santi ikut bersalah.


"Ngak apa kok Bun" ujar Filona membenarkan selimut Bunda santi.


"Aku makan dulu ya bun" ujar Filona sopan.


Filona mengangguk dan berjalan ke arah Adrian yang sedang menata makanan di atas meja ruang tamu di kamar VIP tersebut


"Loh. Jusnya kan tadi mintanya jus mangga mbak, kenapa jadi strowberi sih" ketus Adrian tidak suka dengan keteledoran Heni itu.


"Aahhh.... Maaf pak, saya lupa" sesal Heni dalam hati, padahal dia bukan lupa, memang sengaja mengganti jus tersebut, agar melihat kemarahan Filona, agar dia bisa mengompori majikannya, klau Filona tidak lah cocok dengan majikan tampannya itu.


"Sudah ngak apa kak, aku juga suka kok sama Jus strowberi" ujar Filona menenang kan Adrian.

__ADS_1


"Ya sudah, kali ini saya maafkan, tapi besok besok saya tidak suka dengan keteledoran kamu mbak!" tegas Adrian.


"Iya pak, maaf. Saya akan tidak mengulangi kesalahan lagi" ujar Heni kikuk.


Bukanya Filona yang marah, justru majikannya lah yang marah, dengan kesalahan yang sengaja dia buat.


"Sial, kenapa dia santai aja sih, malah mas Adrian yang marah, ngeselin banget sih" gerutu Suster Heni.


"Lain kali, klau di suruh tolong di ingat ingat sus, agar tidak lupa orang pesan apa" tegur Bu Santi.


"I-iya bu. Maaf." ujar Heni.


"Sini saya lap dulu bu?!" ujar Suster heni mengalihkan pembicaraan yang itu itu melulu membuat dia kesal setengah mati.


"Saya sudah di lap sama Filona, nunggu kamu kelamaan, jadilah Filona yang membentu saya" ujar Bu Santi apa adanya, menatap hangat sang calon menantu.


"Astaga, sok sok an ngambil hati bu Santi" gerutu Heni yang sangat kesal dengan kelakuan Filona tersebut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2