
"Eeegghhh... lenguh Zahra karena tidurnya mulai terusik karena matahari masuk melalui sela sela hordeng jendela kamar itu, dan juga terusik karena cacing cacing di perutnya sudah berbunyi minta makan.
"Ya ampun....berat sekali" keluh Zahra, karena tubuh mungilnya sudah beralih fungsi menjadi guling hidup oleh sang suami.
Lucas yang merasakan bergerak sang istri juga ikut terbangun.
"Eegghhhh...." lenguh Lucas sambil membuka matanya, saat matanya terbuka sempurna, senyum pun terkembang saat melihat wajah cantik sang istri yang berada dalam dekapannya itu.
Zahra yang ikut melihat ke arah sang suami, jadi malu malu kucing, karena merasa kurang pede sebab wajah bangun tidurnya lansung di lihat sang suami, dan mengingat apa yang mereka lakukan semalam pun ikut terbayang bayang oleh Zahra, membuat pipi putih mulus itu bersemu merah.
"Pagiii... istri ku..." ujar Lucas dan mengecup singkat bibir sang istri.
"Pagi juga mas.... ih... kok di cium sih, masih bau loh, belum sikat gigi" omel Zahra sambil menutup mulutnya.
"Ngak bau kok, mas malah suka sama baunya" goda Lucas.
Puk....
"Apa apaan bau naga gitu kok suka" gerutu Zahra sambil memukul manja dada sang suami.
Lucas terkekeh mendengar gerutuan sang istri.
"Minggir dong mas, aku mau mandi keluh Zahra, berusaha melepaskan diri dari pelukan sang suami.
"Mandi barenag ajo yuk... sayang" ajak Lucas yang ingin merasakan mandi bersama.
"Ngak mau... nanti aku di terkam lagi, ini aja masih sakit" tolak Zahra yang mulai panik dengan permintaan sang suami.
__ADS_1
"Janji deh... cuma mandi doang" rayu Lucas.
Zahra masih enggan untuk mandi bersama sang suami, namun melihat wajah memeles Lucas membuat Zahra tidak tega, dia pun menganggukan kepalanya.
Mendapat persetujuan dari sang istri, membuat Lucas semangat 45.
"Yeesss... ayo kita mandi!" semangat Lucas, lansung membuka selimut yang menutupi tubuh mereka.
Glek....
Melihat tubuh sang istri yang terbungkus dengan kain tipis, membuat iman Lucas kembali teruji, hampir saja kewarasannya hilang, jikalau tidak melihat wajah memeles sang istri yang tidak ingin melakukan *** *** saat ini.
"Ayo mandi sayang..." ucap Lucas mati matian menahan hasratnya, agar tidak menerkam sang istri saat ini.
Zahra duduk dan menapakan kaki di lantai kamar itu, untuk melangkah ke kamar mandi, namun langkahnya tertahan, karena merasakan perih di bagian daerah sensitifnya.
"Kenapa sayang, ada yang sakit" panik Lucas melihat wajah sang istri seperti menahan sakit.
"Cuma sedikit perih" ujar Zahra pelan, dia malu klau sang suami mengetahui apa yang dia rasakan.
"Apanya yang perih" tanya Lucas dengan tampang polosnya.
Zahranya hanya menggigit bibirnya menahan malu dengan pertanyaan sang suami.
"Mana yang perih sayang, sini mas lihat" ujar Lucas memaksa Zahra untuk mengatakan bagian mana yang sakit.
"N-ngak usah mas, ngak apa apa kok" tolak Zahra merasa malu dengan Lucas.
__ADS_1
"Loh, kok ngak usah sih, mas pengen lihat, apa ada yang lecet, nanti mas beli obat, coba lihat mana yang perih" desak Lucas.
Tentu saja ucapan Lucas tersebut membuat Zahra semakin malu, dan wajahnya kembali bersemu, karena Lucas ingin melihat daerah sensitifnya itu.
"Ayo sayang... kasih tau mas, mana yang sakit" desak Lucas.
"I-tu... yang sakit..." ujar Zahra menggigit bibir bawahnya.
"Itu apa...?" tanya Lucas yang tidak mengerti dengan ucapan sang istri.
"Daerah sensitifku bagian bawah" ujar Zahra malu malu.
Eng ing eng.....
Lucas baru konek, dengan ucapan sang istri, dia terkekeh dan juga merasa bersalah sudah membuat sang istri ke sakitan, dia memang semalaman menggempur sang istri tanpa ampun dan tanpa jeda, karena baru pertama kali merasakan nikmatnya bercinta, apa lagi dia melakukan dengan orang yang sangat dia cintai dan kekasih halalnya.
"Maafin mas ya.. sudah bikin kamu kesakitan dan mas terlalu bersemangat melakukanya, karena itu enak sekali, apa lagi punya kamu sungguh luar biasa bikin mas kecanduan dan tidak mau berhenti" ucap Lucas vulgar.
"Mas... jangan di bahas aku malu" rengek Zahra manja dan merasa malu dengan ucapan sang suami yang tidak di saring itu.
"Hehehe... iya iya maaf, ya sudah ayo mandi, berendam pak air hangat, biar hilang rasa sakitnya" ujar Lucas.
Zahra mengangguk dan ingin berdiri, namun di tahan oleh Lucas.
"Tunggu di sini dulu ya, mas sediain air panas dulu" ujar Lucas penuh perhatian, dan dia lansung beranjak ke kamar mandi, menyediakan air hangat, untuk mandi sang istri.
Zahra hanya tersenyum simpul melihat punggung sang suami yang berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1