Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 136


__ADS_3

Kini Adrian dan ke dua bidadari kesayangannya sudah sampai di mall tempat dia akan memesan pehiasan.


"Ayo Bun, aku bantu" ujar Malika memegang tangan mertuanya.


"Bunda berat sayang" jawab calon mertuanya.


"Ngak kok, Lona kan kuat" ucap Filona mengangkat tangannya, seolah olah membuat otot. Membuat Bunda Santi dan Adrian terkekeh.


"Kamu ini. Ada ada saja, mana ada otot kaya begitu" kekeh Adrian mengacak rambut calon istrinya dengan gemas.


"Ncek. Abang ini, emang ngak bisa ya menyenangkan orang sedikit saja, itu pahala loh" sewot Filona.


"Iya, iya, maaf sayang, abang salah" kekeh Adrian.


"Haaa... Sudah lah tiada maaf bagimu" ketus Filona, menarik kursi roda Bunda Santi, mendorongnya dengan pelan, karena Bunda Santi sudah di pindahkan ke atas kursi roda oleh Adrian.


"Ayo bun, kita tinggalkan saja dia, kita pergi berdua saja" ujar Filona meninggalkan Adrian di parkiran sendirian.


"Haiii... Tunggu abang sayang, kenapa buru buru" pekik Adrian yang di tinggal Filona.


"Kami mau pergi berdua saja, malas sama abang" cibik Filona.


"Emang kamu tau tokonya?" tanya Adrian.


"Ngak..." polos Filona.

__ADS_1


Adrian terkekeh melihat keluguan calon istrinya itu, sudah lah ngak tau, sok sokan mau meninggalkan dia di sana, lalu dia mau ngapin ke sini.


"Trus klau ngak tau, ngapain pergi duluan ninggalin abang hmmm..." gemes Adrian.


"Ngapain aja boleh lah, apa lagi ada cowok ganteng, lumayan cuci mata" kekeh Filona.


"Haiii... klau ngomong jangan asal ya, di sini masih ada calon suami kamu, yang gantengnya, melebihi cowok cowok di luar sana, segala mau cuci mata" kesal Adrian, tidak terima klau calon istrinya melirik cowok lain, selain dirinya. Dengan gemes dia, menarik leher Filona ke arah keteknya.


"Ahahaha... Ampun bang..." pekik Filona gara gara kepalanya di piting oleh calon suaminya.


"Bunda, tolong aku, anak bunda mau bunuh Lona Buna, kasian Loba bun, masih muda, belum nikah, masa mau ma..." belum sempat ucapan Filona selesai, mulutnya sudah di bekap oleh Adrian dengan tangannya.


"Klau ngomong jangan sembarangan ya" kesal Adrian, masa mau nikah, ngomong mati mati, kan bikin kesal.


"Kalian ini, ada ada saja, ayo masuk. Gerah tau ngak, lama lama di parkiran, mana jadi tontonnan orang lagi" ujar Bunda Santi yang masih terkekeh geli, melihat anak dan calon menantunya itu.


"Hehehe... Maaf Bunda, ini gara gara abang bun" ujar Filona kembali mendorong kursi roda Bunda Santi, sebelum berjalan, masih sempat sempatnya dia, memeletkan lidah ke arah Adrian.


"Astaga, perempuan ini" gumam Adrian gemas melihat tingkah calon istrinya itu.


"Sini. Abang saja yang dorong bunda, kamu jalan di samping abang aja" ujar Adrian mengambil alih pegangan kursi roda dari sang istri.


Filona pun mengalah, dengan santainya dia bergelayut manja di bahu Adrian, yang sedang mendorong bunda Santi, membuat hati Adrian berbunga bunga, dengan Filona bersikap manja kepadanya, bisa di simpulkan Filona sudah mulai nyaman berada di sisinya, tidak seperti biasanya yang selalu gerogi, dan juga suka menghindar, dari hadapannya.


"Waaahhhh.... Bang, kayanya di sini, barangnya mahal mahal semua deh" bisik Filona, dia baru kali ini masuk ke dalam mall ini. Ya mall yang mereka masuki memang lah mall kalangan atas menjual barang barang brandit.

__ADS_1


"Ngak kok biasa aja" ujar Adrian, dia tau apa yang di fikirkan di dalam otak kecil pasangannya itu, ini pemborosan di pasar banyak, kenapa harus cari yang mahal, tipe sang istri tidak kalah jauh dari calon kakak iparnya, siapa lagi klau bukan Zahra. Zahra masih ada orang yang memaksa dirinya untuk membeli barang barang mahal ada mommy Lisa, dan keluarganya, klau Filona nanti Adrian harus punya waktu mengajak sang istri untuk belanja, klau pun tidak bisa, dia ingin Mommy Lisa bisa mengajak sang istri pergi belanja dengannya, mengingat itu semua Adrian jadi sedih sendiri, harusnya bundanya bisa ikut shoping dengan sang istri, namun keadaan bundanya yang seperti ini membuat di sedih sendiri.


"Bun, kata abang di sini ngak mahal bun, bearti nanti kita bisa ngabisin uang abang ya bun, buat shoping ke sini, tiap bulan" bisik Filona di telinga Bunda Santi yang masih di dengar oleh Adrian. Tuh... kan ternya Adrian salah prediksi, ternyata Filona lebih pintar dari sang kakak memoriti harta suami.


"Hahaha... Boleh sayang, boleh, nanti kita ke sini buat shoping, beli yang kamu mau, tapi... Bunda ngak mungkin ikut" ujar Bunda Santi sendu.


"Kenapa ngak mungkin?" tanya Filona heran.


"Bunda kan ngak bisa jalan, pergi bersama kamu pasti bunda menyusahkan kamu" ujar Bunda Santi sedih.


"Ya ampun bun, di kira ngak bisa kenapa?" ujar Filona enteng.


"Emang masalahnya apa ngak bisa jalan, bunda ada kursi roda, kenapa harus ngak bisa, enakan di kursi roda, bunda ngak capek jalannya" ujar Filona santai.


"Emang Lona ngak malu ngajak bunda pergi sama Lona?" tanya Bunda Santi yang masih meragu.


"Ya ampun Bun, bunda kebanyakan nonton sinetron deh, ya kali Lona malu ngajak bunda kemana mana, dengar ya bun, Lona lebih baik kaya gini, masih bisa berada dekat bunda, masih bisa manja manja sama bunda, masih bisa shoping sama bunda, dan masih bisa pergi jalan jalan sama bunda, Lina sudah lama loh ingin seperti ini bersama bundanya Lona, tapi sayang, bunda Lona sudah di surga, ngak mungkin lona bisa melakukannya, kini ada bunda yang bisa Lona ajak senang senang jadi kenapa harus di permasalahan dengan duduk di kursi roda bun" Ujar Filona berkaca kaca.


"Ya Allah nak, maafin bunda ya" ujar Bunda Santi yang tadinya minder dan takut menantunya malu mengajak dirinya, namun pada akhirnya dia sadar sang menantu juga haus kasih sayang seorang ibu, dan yang membuat dia bahagia adalah menantunya itu tidak merasa malu dan keberatan dengan keadaannya yang seperti ini.


Adrian berkaca kaca mendengar jawaban calon istrinya itu, dia mau mengajak sang bunda untuk shoping, jalan jalan dan kemana pun, tanpa malu keadaan sang bunda, sungguh Adrian serasa ketiban durian runtuh, punya calon istri canti, masih muda, dan menyayangi bundanya.


"Terimakasih sudah hadir dalam hidupku Filona, calon istri ku, tidak akan ku biarkan satu orang pun merebutmu dari sisi ku" gumam Adrian berkaca kaca.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2