
"Ken sudah sayang... ayo naik, besok besok juga masih bisakan berenangnya" titah Filona sama keponakan tampan nan suka usil itu.
"5 menit lagi ya aunty... aunty cantik deh, apa lagi klau izinin Ken berenang sebentar lagi" rayu Kenzo, mengerjap ngerjapkan mata, agar hati aunty cantiknya itu luluh, namun sayang kali ini tidak bisa.
"Ngak ada lima menit lima menitan lagi sayang... sudah dari loh berenangnya, nanti masuk angin kamunya, lihat lah langit sudah mulai gelap, mu hujan itu, nanti klau sakit ngak kasian sama Bunda, Ken kan belum lihat kamar tidur Ken, apa Ken ngak penasaran" ujar Filona panjang lebar, agar ponakannya itu mau ke luar dari kolam renang.
"Ihhh... aunty ngak asik, ancamannya selalu bunda" rajuk Kenzo sambil mencibikan bibirnya, namun tetap keluar dari dalam kolam renang itu.
Filona hanya terkekeh mendengar keluhan sang ponakan, dan dengan sigap Filona membantu Kenzo mengganti pakaiannya.
Di sudut lain ada seseorang yang tersenyum penuh arti melihat interaksi keponakan dan aunty tersebut.
"Sudah samperin sana, ntar di gondol orang duluan baru nyahok" kekeh Emely.
"Huuu... susah kayanya, dia pasti lebih memilih menyelesaikan kuliahnya, dari pada pacaran" keluh cowok tersebut.
"Sudah pasti sih bang... apa lagi dia ngak akan mungkin mengecewakan kak Zahra.
__ADS_1
"Makanya itu dek, abang harus gimana coba, mana hati sudah kebat kebit pengen ajak dia ke KUA" keluh Seseorang itu.
"Klau pacaran ngak mau, ya sudah ajak ke KUA aja kali dia ngak nolak" kekeh Emely, lansung berjalan menuju ke tempat Filona dan Kenzo yang sedang merajuk.
"Hah... ide bagus, nanti lah klau si boss sudah pulang hanimun baru deh pedekate sama adik iparnya, sekarang urusin kerjaan dulu, mana tau nanti dapat biaya pesta pernikahan gratis" kekeh seseorang itu, meninggalkan tempat persembunyiannya itu.
Sementara itu sepasang pengganti baru yang sedang di mabuk cinta itu sedang melakukan aktifitas pengantin baru.
Dari sehabis sarapan yang kesiangan itu, Lucas tidak melepaskan Zahra sedikit pun, dia terus terusan menumpahkan bibit bibit kecebongnya di sawah sepetak sang istri.
Lucas terkekeh mendengar keluhan sang istri, mana ada laki laki ketemu mainan baru bakal puas, capek sudah pasti capek, namun mendapat kenikmatan yang hakiki mana mau di berhenti, kini dengkulnya saja sudah gemetaran, namun si perkutut selalu saja ke bangun melihat tubuh polos sang istri, entah Zahra memakai pelet apa sampai sampai dia tidak bisa berhenti untuk menggagahi tubuh molek yang sudah tidak mulus lagi, yang sudah banyak tato sana sini itu.
"Maaf sayang... habisnya kamu bikin nagih, mas jadi ngak bisa berhenti, tapi mas janji nanti malam mas ngak akan ganggu tidur mu, mas kasih kamu waktu semalam untuk istirahat, namun siang nya jangan harap bisa lepas dari mas" ujar Lucas dengan suara seraknya.
"Benar ya mas, janji ngak ganggu aku, awas aja bohong" ujar Zahra dengan mata berbinar, dia butuh istirahat untuk memulihkan tenaganya, masa bodo dengan hari esok yang penting malam ini dia bisa tidur nyenyak.
"Hmmm janji, ayo tidur, apa mau mas garap lagi" ujar Lucas sambil memeluk sang istri dengan mata terpejam, mendengar ancaman Lucas tersebut, Zahra buru buru memejamkan matanya, mendengar ancaman sang suami.
__ADS_1
Lucas tersenyum simpul melihat kelakuan sang istri yang lansung tidur seperti anak yang takut di marahi ibunya.
Sementara itu, Kenzo sedang berloncat ke girangan memasuki kamar barunya yang luas, ada banyak mainan kesukaannya tersedia di kamar itu, juga ada meja belajar yang sudah di lengkapi komputer di atasnya, sungguh Kenzo sangat menyukai kamar tersebut.
"Makasih ayah... ayah tau aja ke sukaan Ken..." pekiknya lansung naik ke atas kasur nan empuk itu.
Mommy, Daddy yang menemani Kenzo tersebut ikut senang melihat Kenzo begitu menyukai kamarnya.
Rasanya tidak sia sia anak laki lakinya membuat konsep kamar tidur bocah yang kini menjadi kesayangan mereka itu.
"Ken suka?" tanya mommy.
"Suka Oma, suka banget malah, makasih ya, Ken senang" ucap Anak itu dengan tulus dan penuh binar bahagia.
"Klau Ken senang, sini peluk dulu, tanda terimakasihnya" ujar Daddy bagas merentangjan tangannya.
Tanpa di minta dua kali, Kenzo lansung meloncat ke dalam pelukan opa barunya itu.
__ADS_1