
Kini sampai lah hari yang mereka tunggu dimana keberangkatan Zahra Lucas dan Keluarga Lucas untuk pulang ke belanda ke kampung halaman sang mommy.
"semuanya sudah siap sayang?" tanya Lucas kepada sang istri, sambil memeluk istrinya dari belakang.
"Sudah Mas, aku cuma bawa ini aja, yang perlu perlu aja, kata mommy ngak usah bawa pakaian banyak banyak" jujur Zahra memang mertuanya berpesan tidak usah membawa pakaian terlalu banyak, karena di sana sudah di sediakan oleh Oma Lucas.
"Iya ngak usah bawa banyak banyak, nanti kamu bisa beli sepuasnya di sana" ujar Lucas yang sudah menjelajahi leher jenjang sang istri, dan tangannya mulai merayap kedalam pakaian sang istri.
"Mas...." De*** Zahra karena ulah suami nakalnya itu.
"Skidi pap papa yuk..." ujar Lucas degan suara seraknya.
"Nanti telat loh... kan bentar lagi berangkat" tolak Zahra.
"Bentar aja sat set kelar" ujar Lucas yang lansung membawa sang istri ke kasur dan terburu buru membuka pakaian nya dan membuka pakaian sang istri, terjadi lah apa yang di mau Lucas.
Lucas memang menepati janjinya, melakukan dengan cepat, karena mengingat waktu mereka cuma sedikit"
"Uuggghhhh..... makasih sayang" ujar Lucas mengecupi wajah sang istri bertubi tubi sebelum beranjak dari tubuh molek istrinya itu.
Zahra hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, dia lansung beranjak dari tepat tidur dengan tubuh polosnya, untuk membersihkan tubuhnya dengan cepat, karena takut keluarganya akan menunggu lama.
Lucas memandangi sang istri melangkah dengan cueknya membuat Lucas terkekeh dan geleng gelang kepala
"Huuhhh.... coba klau ngak mepet ini waktu sudah gue terkam sampai malam" gumam Lucas melihat si otong kembali berkedut.
__ADS_1
"Udah napa tong, loe mah ngak bisa lihat bini gue nganggur dikit aja, heran deh gue, dulu juga banyak yang suka nari nari depan mata gue, loe kagak bereaksi" gumam Lucas yang masih menatap si otongnya itu.
"Mas... ayo mandi, nanti telat loh..." panggil Zahra yang sudah berdiri di dekat Lucas.
"Ehhh.... iya sayang" ujar Lucas kaget, dan lansung melangkah ke kamar mandi.
Zahra masuk ke dalam kamar ganti, untuk memakai pakaiannya, dan menyediakan pakaian untuk sang suami, lalu dia ke luar dari kamar ganti dan duduk di meja rias dan melakukan ritualnya.
Lucas melihat sang istri yang sudah segar dan sudah selesai berdandan tipis tipis, tak lupa pakaian yang membungkus tubuhnya sangat cocok dengan tubuh sang istri, membuat Lucas semakin memuja sang istri.
Istri cantiknya itu memakai pakaian seperti apa pun tetap cocok di tubuhnya.
"Istri mas makin cantik aja, pengen mas kurung aja di kamar" ujar Lucas memeluk sang istri dari belakang.
"Ih... dasar gombal, ayo buru, takut mommy ngomel" ujar Zahra menghindar, dia selalu tersipu malu klau di puji oleh suaminya itu
"Hos... Hos.... Hos... Mas... kira kira dong, mu bunuh aku apa" ujar Zahra yang ngos ngosan karena di serang suaminya tanpa ampun.
"Hehehe... maaf sayang, habis mas gemes" ujar Lucas sambil mengelap sisa sisa salivanya di bibir sang istri.
Zahra kembali mematuk diri di depan kaca, karena dandanannya susah acak kecantikan lagi ulang sang suami.
"Kalian ini... lama sekali" kesal Mommy Lusi, melihat ke arah dua orang yang sudah di tunggu tunggu dari tadi oleh mereka.
"Paling itu ulah Lucas" ujar Daddy Bagas yang tentu saja sudah hafal dengan kelakuan sang putra.
__ADS_1
"Biasa Dad minta jatah preman dulu, biar strong" ujar Lucas tanpa beban, membuat wajah Zahra sudah bersemu merah.
"Ayo makan sayang" ujar Mommy Lusi menyuruh Zahra untuk sarapan, sebelum mereka berangkat ke bandara, beruntungnya mereka memakai jet pribadi, jadi tidak terlalu terburu buru.
"Yang lain mana mom?" tanya Zahra yang tidak melihat anggota keluarga yang lain di sana.
"Ada di depan, mereka sudah selesai sarapan, paling sekarang lagi di ruang keluarga nonton sabil nungguin kita" ujar sang mommy.
"Maaf ya mom?!" ujar Zahra tak enak hati, sudah membuat keluarganya menunggu dia begitu lama.
"Tidak apa apa sayang, kan kalian lagi lembur buat bikin cucu untuk kami" santai mommy Lusi.
"Uhuk... Uhukkk..." Zahra lansung terbatuk batuk mendengar celotehan mertuanya itu.
"Makannya pelan pelan sayang" ujar sang mommy memberi minum kepada Zahra, sementara Lucas mengusap usap punggung sang istri.
"Lagian Mommy klau ngomong suka bener, kan menantu kita jadi keselek" tambah Daddy Bagas semakin membuat pipi Zahra memerah.
Hahahah....
Tawa mereka pecah melihat Zahra yang salah tingkah.
"My..... " rengek Zahra memelas kepada sang mertua.
"Maaf sayang" ujar mommy Lusi sambil mencium pipi menantunya itu.
__ADS_1
"Sudah... lanjut makannya, biar kita berangkat" ujar Daddy Bagas yang ikut sarapan.