
Zahra terus saja menyusuri taman depan rumah besar itu, karena dia begitu takjub dengan bunga bunga yang di tata rapi di taman depan dan ada kolam ikan yang lumayan besar di sana, mengalir seperti sungai kecil.
"Wahhh.... Bagus banget pemandangannya, tadi mungkin karena kecapean aku ngak lihat semua kali ya" gumam Zahra terus berjalan dengan memandangi bunga bunga yang sedang bermekaran itu.
Tiba di pinggir kolam ikan, Zahra berdiri melihat lihat ikan koi yang berada di dalam kolam itu.
"Sayang... Di cariin di dalam ngak ada, ternyata kamu di sini" ucap Lucas sambil memeluk sang istri dari belakang.
"Astaga Mas... Ngagetin aku aja sih" ujar Zahra sambil mencubit kecil tangan suaminya yang melingkar di perutnya itu.
"Hehehe... Maaf sayang" ujar Lucas cengengesan.
"Ngapain di sini sendirian hmmm...." tanya Lucas sambil mencium lembut pipi sang istri.
"Pengen liat liat aja sih mas, tadi kan aku belum sempat keliling du kurung terus sama mas" cibik Zahra sedikit kesal, karena suami mesumnya itu kalau sudah di kamar berdua dengan Zahra, sudah lah... Zahra tidak akan bisa keluar begitu saja, klau belum dapat jatah preman.
"Heheheh... Habis nagih sayang, kapan lagi coba, nanti klau sudah kerja mas dan kamu juga sibuk sama kerjaan masing masing, jadi saat ada waktu hajar terus aja, sampai puas, tapi sayangnya ngak puas puas sayang" kekeh Lucas.
"Mas ngak puas, tapi aku yang pengen patah pinggangnya di gempur terus, lama lama jalan ku jadi mengangkang kaya bebek" dengus Zahra kesal, bagaimana tidak, suaminya itu menungganginya tiada ampun membuat miliknya selalu membengkak.
Mendengar omelah sang istri, Lucas jadi terbahak membayangkan sang istri jalan mengangkang.
Zahra hanya mendengus kesal melihat suami mesumnya itu menertawainya.
__ADS_1
"Sayang..... Lucas Baby...... buka pintunya sayang, aku merindukan mu" teriak Jessy yang melihat keberadaan Lucas di taman itu dengan memeluk mesrah seorang wanita, yang dia yakini pasti istri Lucas.
Dia cemburu melihat Lucas yang menempel terus kepada wanita itu, dulu saat sama dia saja Lucas sangat cuek, tidak mau di gandeng, namun dengan perempuan sederhana itu Lucas menjadi manja dan selalu siap siaga, membuat dia sangat sangat tidak suka.
"Haduhhh.... Ular betina itu hidungnya kenapa cepat banget mencium bau gue ada di sini, sudah seperti guguk pelacak saja" gerutu Lucas kesal.
Zahra terkekeh dengan ocehan Lucas itu, dia sudah di wanti wanti oleh keluarga Lucas tentang wanita gila satu ini, cepat atau lambat wanita ini pasti akan datang mengacaukan kehidupannya, namun siapa sangka kedatangannya lebih cepat dari perkiraan.
"Kenapa kamu tertawa sayang, apa kamu suka melihat dia datang" sungut Lucas melihat sang istri.
"Tentu saja tidak, enak saja mau mengacau" cemberut Zahra.
Kini terbalik Lucas yang terkekeh melihat wajah jutek sang istri.
"Sial.... Kenapa dia malah mesra mesraan di sana, dan tidak menghiraukan ku, mana Oma lagi sudah banget di hubungi" racau Jessy menatap nyalang sepasang suami istri yang sedang bahagia itu.
Sementara itu di balkon sana ada para orang tua yang melihat drama itu, dia hanya diam tanpa mau ikut campur, mau melihat seperti apa Lucas menghadapi wanita gila itu.
"Apa cucu menantu ku akan kalah sama dia?" tanya Oma yang sedikit khawatir.
"Tidak akan Oma, kau lupa siapa Zahra lebih dari wanita gila iti sudah dia hadapi, apa lagi dia punya tameng tangguh Kenzo, pasti alarm anak itu sudah berdiri karena bundanya dalam bahaya" kekeh Daddy Bagas yang menempel kepada sang istri.
"Haaa... Iya kah... sampai segitunya anak tampan itu bisa menjaga bundanya" ucap Oma tak percaya.
__ADS_1
"Hmmmm.... Kita lihat saja nanti, sekarang tidak perlu kita turun tangan, masih banyak tameng yang harus Jessy hadapi untuk menjangkau Zahra" ujar Mommy Lusi yang bersikap tenang.
"Lucas.... Tolong buka pintu gerbangnya sayang, aku rindu padamu, Lucas... Apakah kamu tidak rindu padaku, buka Lucas... tolong buka gerbangnya aku ingin masuk Baby......!!" Jessy bertiak teriak seperti orang demo di luar sana, dia tidak perduli bagaiman orang memandang aneh kepada dirinya, hatinya sungguh panas melihat Lucas yang memanjakan wanita lain.
"Apakah dia tidak malu?" heran Lucas yang melihat Jessy semakin menggila, setau dia wanita itu sangat menjaga imagenya.
"Mas tanya saja sama dia!" seru Zahra.
"Hiii.... Ogah" ujar Lucas dari pada mendekati wanita setengah gila itu, mendingan dia bermesraan dengan sang istri.
"Wwwooooo.... Ayah Bunda apa kalian sedang menonton film gratis atau orang berdemo" ujar Kenzo yang sudah ada di belakang sepasang suami istri itu.
"Haaa... Antena mu kenapa tajam sekali, bukanya kamu sedang melihat lihat kucing Opa buyut" tanya Lucas yang heran dengan anaknya itu, jarang kandang kucing kesayangan Opanya dan taman depan inj lumayan jauh jaraknya.
"Ncekkk.... alarm bahaya dari tadi sudah mengintai" jujur Kenzo.
Lucas hanya geleng geleng kepala melihat tingkah anaknya itu, dia kini percaya Kenzo sangat sangat menyayangi sang bunda melebihi apa pun.
"Sini sayang ayah ingin memeluk mu" ujar Lucas lansung mengangkat tubuh kecil Kenzo itu.
"Ahhh... Ayah kau menjatuhkan harga diri ku di depan musuh" kesal Kenzo yang tidak suka di manja di depan musuhnya.
Lucas, Zahra dan beberapa bodyguard yang lalu lalang di sana terkekeh mendengar protes dari Kenzo itu.
__ADS_1