Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 148


__ADS_3

Eegghhhh....


Lenguh Filona, bangun dari mimpi indahnya, namun dia tidak dapat bergerak, karena tubuh mungilnya, sudah beralih fungsi menjadi guling hidup sang suami.


"Ya ampun... berat sekali." gumam Filona, menggerak gerakan tubuhnya, agar terlepas dari kungkungan sang suami.


"Lio... Bangun ihhh... kenapa peluk aku kaya gini, berat tau, sesak ini nafas." omel Filona, di kira dirinya, yang memeluk adalah sang kembaran, dia lupa klau kemaren, di sudah sah jadi seorang istri.


"Lio... Lona pegel ihhh..." omelnya, karena pelukan Adrian semakin erat memeluknya.


"Auuusss.... Sakit sayang, kenapa kakak di cubit." keluh Adrian karena tangannya di cubit kecil oleh Filona, lumayan pedes itu cubitan.


"Haaa... Kakak, ngapain tidur di kamar aku, aduhhh.... bisa di omelin sama Kak Zahra sama Lio ini, sana keluar cepatan." panik Filona yang belum sadar klau mereka sudah menikah.


"Haiii... Tenang lah, apa kamu lupa, klau kita sudah menikah, hmmm..." ucap Adrian dengan suara serak bangun tidurnya, dan sambil mengelus tangannya habis di cubit Filona barusan.


"Haaa... Iya kah, kapan?" pekik Filona yang benar benar lupa.


"Astaga istri kakak ini, baru nikah sehari saja sudah lupa sama suami, sini sini, kakak kasih buktinya." gemes Adrian mencari hpnya dan mencari foto akad nikah mereka dan juga foto pengantin di atas pelaminan.


"Apa, ini masih kurang." gemes Adrian.


Filona lansung tersenyum kaku.


"Hii... Maaf..." cengir Filona.


"Karena sudah melupakan suami mu ini, jadi kamu harus di hukum." ucap Adrian menarik sang istri ke atas pangkuannya.

__ADS_1


"Kakak...." pekik Filona, yang kaget, karena tiba tiba, Adrian menariknya, Adria hanya terkekeh sambil memegang pinggul sang istri.


"K-kakak, m-mau ngapain?" gugup Filona, karena Adrian menatap dirinya dengan intens.


"Mau menghukum kamu, siapa suruh melupakan suami mu ini." ujar Adrian dan mendekatkan wajahnya ke wajah Filona.


Filona lansung menutup mulutnya buru buru.


"Kenapa mulutnya dia tutup?" gemes Adrian, niatnya terhalang dengan tangan sang istri.


"Bau kakak, aku belum sikat gigi, pasti bau." ucap Filona yang masih mempertahankan tangannya menutup mulut.


"Ngak pa apa, semalam kan, mau tidur sudah sikat gigi." bujuk Adrian, memaksa Filona membuka mulutnya.


Tentu saja Filona kalah tenaga dengan Adrian, tanp ba bi bu, terjadi lah serangan fajar, pagi pertama bagi ke dua insan manusia itu.


Sementara di restoran hotel tersebut, seluruh keluarga sedang sarapan pagi, mereka tidak mau menunggu pengantin baru itu, apa lagi Lucas sangat tau, semalam mereka sudah masuk ke kamar masing masing larut malam, bisa jadi pagi ini, Adrian sedang membobol gawang Filona.


Uhuk.... uhuk...


Zahra sampai tersendak mendengar gerutuan sang anak.


"Makan yang benar Bun, kenapa bisa tersendak begitu, kasian nanti adik Ken di dalam perut bunda." oceh anak itu sok bijak. Jelas jelas bundanya tersedak karena ulahnya, malah pakai bertanya.


Lucas buru buru memberikan air minum kepada Zahra, dan tidak lupa mengelus punggung sang istri dengan lembut.


"Iya iya, makanya makan dengan diam, biar ngak ada yang tersendak ulah celotehan kamu itu," tegur Zahra, karena bukan dia saja yang terserah. Emely dan Mommy Lusi pun tersesak.

__ADS_1


"Hmmm... baik lah, baik lah, Ken makan dengan diam." ujarnya, mana berani dia membantah ucapan sang bunda.


Coba yang melarangnya selain Zahra, sudah di pastikan bakal panjang celotehan Kenzo tersebut.


Sementara di dalam kamar pengantin sana, Adrian tidak puas puasnya menggempur sang istri, dari yang awalnya pelan, sedikit kencang dang semakin bergerak liar di atas tubuh sang istri, membuat Filona selalu di buat melayang dan memekik dan me de sah nikmat, karena permainan sang suami, yang awalnya, dia takut dan tegang, sampai terbawa suasana melepaskan mahkotanya kepada orang yang sudah menghalalkan dirinya itu.


"Kak..." panggil Filona.


"Hmmm... Apa sayang?" ujar Adrian yang masih asik bergerak liar di atas tubuh sang istri.


"Aku mau pipis lagi." gumam Filona dalam de sa han nya, entah sudah berapa kali Adrian membuat Filona melakukan pelepasan, namun dia belum sekali pun mengeluarkan laharnya, sebegitu perkasanya Adrian membuat istri kecilnya kewalahan.


"Bareng sayang, kakak juga mau keluar." ujar Adrian serak dan nafas sudah ngos ngosan.


Akkkhhh....


Jerit sepasang pengantin itu, Adrian melepaskan calon kecebongnya di dalam rahim sang istri, dan Filona bisa merasakan semburan lahar panas yang menyirami rahimnya itu, dan itu tidak muat di dalam rahimnya, sebagian tumpah karena terlalu banyak lahar yang keluar dari tubuh sang suami.


Cup....


Terimakasih sayang, sudah menjaganya untuk kakak, dan terimakasih sudah mau jadi istri kakak, semoga cepat mereka tumbuh di sini ya." ucap Adrian di sela sela istirahat mereka.


Filona hanya bisa mengangguk, karena tenaganya sudah terkuras abis, ulah sang suami, matanya kembali tertutup, dia masuk ke dalam mimpi di pagi hari, setalah melakukan pagi pertama mereka.


Adrian melihat sang istri kembali tertidur. dia bangkit dari tempat tidurnya, dan masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan sisa sisa percintaannya dengan sang istri, setelah itu dia membawa baskom dan waslap, untuk membersihkan tubuh sang istri, dia takut istrinya tidak nyaman untuk tidur dengan banyak keringat dan lendir yang sudah membasahi **** ********** sang istri, dengan telaten Adrian membersihkan tubuh sang istri, saat tiba di bagian bawah, dia bisa melihat bercak darah perawan sang istri yang sudah mengering di Sepray itu, senyum Adrian lansung terkembang, karena dia merasa laki laki paling beruntung, karena dialah laki laki pertama yang mendapatkan sang istri.


"Ya ampun... gue ganas sekali, kenapa apemnya jadi bengkak kaya gini ya." kaget Adrian melihat milik sang istri yang membengkak ulah nya, dan juga sedikit lecet.

__ADS_1


"Maafkan kakak sayang." ucap Adrian merasa menyesal, telah melukai istri cantiknya, namun apa lah daya, dia sendiri tidak bisa mengendalikan dirinya, untuk berbuat pelan di tubuh sang istri, maklum ini adalah kegiatan yang membuat dia ketagihan, pantas saja teman temannya suka jajan di luar, beruntungnya dia tidak ikut ikutan, dan tidak terjerumus ke lembah kelam itu, walau tidak menutupi banyak godaan dari klien dan juga wanita wanita malam, yang ingin berada di atas ranjannya, bersyukur Adrian bisa menolak mereka semua, dan mempertahankan keperjakaannya, hingga sang istri lah yang pertama kali mendapatkannya.


Bersambung....


__ADS_2