Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 54


__ADS_3

Zahra dan Lucas sudah kembali ke kantor dan yang lain sudah pulang kerumah masing masing.


Lucas mengajak Zahra naik mobil bersama dengan dirinya, Zahra sempat menolak, namun karena paksaan semua orang akhirnya Zahra ikut dengan Lucas.


Sebenarnya bukan tidak mau, Zahra takut banyak gosip di perusahaan dan membuat keluarga Lucas malu, itu lah yang di fikirkan Zahra, klau dia di hina dan di permalukan sudah biasa, namun dia tidak bisa klau Lucas dan keluarganya ikut kena gosip karena dirinya.


"Kenapa diam saja hmmm..." tanya Lucas, karena dari semenjak masuk ke dalam mobil hingga separoh perjalanan Zahra masih diam.


"Ngak kenapa napa..." jawab Zahra singkat.


"Klau ngak kenapa napa, kenapa diam, dan itu muka kenapa kaya orang tertekan?" tanya Lucas menepikan mobilnya di jalan.


"Saya... takut Tuan akan kena masalah karena satu mobil sama saya, dan Tuang akan sering di gosipin nanti" ucap Zahra tidak enak hati.


"Hai....berhenti memanggil saya Tuan ok, saya ini tunangan kamu" seketika membuat wajah Zahra bersemu merah, membuat Lucas tersenyum tipis


Lucas memegang ke dua tangan Zahra dan menatap mata Zahra dengan lembut.


"Saya tidak perduli dengan gosip gosip orang di luar sana, saya tidak minta makan sama mereka dan yang saya perdulikan hanya kamu Zahra, hanya kamu tunangan saya, kekasih saya, pujaan hati saya, wanita yang saya cintai setelah Mommy saya, jadi berhenti berfikir yang tidak tidak, dan satu lagi saya minta sama kamu dengan sangat, tolong jangan panggil saya Tuan lagi, panggil saya sayang, honey , hubby itu lebih enak di dengar sebagai sepasang ke kasih" ucap Lucas panjang lebar.


Membuat bibir Zahra maju beberapa senti, iya iya kali dia memanggil Lucas dengan panggilan seperti itu di kantor, habis sudah dia di bully oleh para fans Lucas.


"Kenapa itu bibir di maju majuin, mau di cium" goda Lucas.


"Seketika membuat Zahra melotot kesal dan itu membuat tawa Lucas pecah.

__ADS_1


Zahra mendengus kesal dan memalingkan wajahnya ke arah luar.


"Haii... lihat saya, saya lebih menarik dari pada pemandangan di luar sana" goda Lucas.


Zahra hanya memutar mata malas, mendengar ke narsisan Lucas tersebut.


"Sayang... kamu sudah tau mau memanggil saya apa saat bertemu" ucap Lucas.


"Bagaimana klau saya memanggil abang saja" tawar Zahra, sungguh dia tidak nyaman memanggil Lucas dengan kata kata mesra di depan banyak orang, apa lagi mereka baru bertunangan dan belum menjadi istri Lucas, namun untuk nanti setelah menjadi istri Lucas boleh lah, dengan panggilan sayang yang di minta Lucas itu, tapi tidak untuk sekarang.


Lucas hanya mendengus sebel.


"Emang saya abang abang tukang somay" sewot Lucas dengan memberengut kesal.


Zahra menarik sudut bibirnya melihat Lucas yang sedang merajuk itu.


Wajah Lucas sedikit cerah dengan panggilan Zahra itu, apa lagi mendengar Zahra merayunya.


"Ok, itu tidak buruk, tapi nanti setelah menikah saya tidak mau tau, kamu harus memanggil saya dengan panggilan sayang" ucap Lucas dan di anggukin setuju oleh Zahra.


"Ya udah, ayo jalan, waktu makan siang sudah habis, nanti kita telat" ucap Zahra.


"Hai... kamu lupa siapa saya. Saya adalah bosnya. Jadi... tidak akan ada yang marah" sombong Lucas.


Zahra hanya memutar matanya malas.

__ADS_1


Iya Lucas bisa tidak akan di hukum lalu bagaimana dengan dirinya yang hanya karyawan biasa, apa lagi sekarang dia akan pulang satu mobil dengan Lucas, pasti banyak gosip yang akan menyerangnya.


"Iya... Mas ngak akan di serang, akunya tolong di pikirin" cemberut Zahra.


Lucas terkekeh melihat wajah sewot kekasih hatinya itu.


"Ok. ok sayang ku. kita balik ke kantor, tapi.... sebelum itu saya minta ini"


Cup...


Lucas lansung mengecup bibir manis Zahra yang manyun itu.


Zahra lansung melotot kesal dengan tingkah Lucas itu.


Tuk...


"Mesum..." kesal Zahra dan memukul dada Lucas dengan gemes.


"Hahaha..."


Lucas hanya tertawa renyah melihat kekesalan pujaan hatinya itu. Dan lansung melajukan mobilnya dengan kecepatan standar menuju perusahan dengan wajah cerahnya dan berbanding terbalik dengan wajah Zahra yang di tekuk kesal, gara gara kelakuan mesum tunangan pemaksa itu.


Bersambung....


Maaf ya... sedikit kemalaman saya masih di Rsud sedang kontrol, jadi nyari tempat yang sedikit sepi agar bisa menulis dengan tenang.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote...😘😘😘


__ADS_2