Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 36


__ADS_3

"Ra... yuk.... kita makan siang dulu" ajak Firda karena waktu makan siang sudah tiba, namun. Zahra tetap lah Zahra klau kerjaan belum selesai dia akan tetap duduk anteng di depan meja kerjanya, sambil memandang komputer di depannya dengan serius, jangan lupa jari lentik itu menari nari cantik di atas keyboard komputer.


"Iya ntar dulu mbak, dikit lagi" cetus Zahra yang masih fokus menatap komputer, tanpa perduli dengan pandangan teman temannya, yang sudah menunggu Zahra.


"Ya ampun, Ra... nanti aja di lanjutin, sekarang istirahat dulu" omel Angel, karena perutnya sudah keroncongan dari tadi.


"Iya, iya ini udah selesai kok" kekeh Zahra, dia lansung mematikan komputer nya, dan beranjak dari kursi, untuk pergi makan siang.


Saat mereka menuju loby perusahaan, mereka melihat cewek cantik, dengan dandanan glamor memasuki perusahaan dengan gaya angkuhnya.


"Permisi, ruangan Lucas di mana ya!" tanya wanita itu angkuh, masih sempat rombongan Zahra mendengar pembicaraan wanita cantik itu bertanya kepada resepsionis.


"Maaf dengan ibu siapa ya, apa anda sudah membuat janji sebelumnya" jawab resepsionis sopan, walah dalan hati jengkel, dengan kelakuan wanita itu.


"Ncek... kau pikir aku ini sudah tua! panggil saya Nona!" hardik wanita cantik itu.

__ADS_1


"Maaf Nona, saya pikir anda sudah ibu ibu, soalnya gunung kembar anda seperti orang yang sedang menyusui, dan riasan wajah anda juga ketua an klau di panggil Nona" tutur resepsionis tersebut dengan lancar, namun sesaat setelah itu dia melipat bibirnya ke dalam, karena dia sudah ke ceplosan, mengatai tamu yang datang itu, memang resepsionis itu bibirnya selalu los klau mengatai orang.


"YA.... JANGAN KURANG AJAR KAMU YA... MENGATAI SAYA IBU IBU MENYUSUI...!!" amuk wanita tersebut.


"Maaf Nona, bibir saya suka lepas kontrol klau melihat yang tidak sesuai dengan kenyataan" tutur resepsionis tersebut dengan rasa bersalah, namun sangat menjengkel kan oleh wanita itu.


Sedangkan Zahra dan teman temannya mati matian membekap mulut mereka, karena takut menyemburkan tawa mereka, tidak jauh beda dengan dua laki laki tampan, yang sedang mengintip di balik tembok sana, dengan bahu terguncang menahan tawa.


"Astaga... bisa bisanya si Desi ngatain si uler keket itu ibu ibu menyusui, tapi klau di liat liat iya juga sih, masa bisa segede gitu, padahal dulu dada Anggia itu rata loh..." tutur Adrian bergidik ngeri melihat dada Anggia yang sedang mengomel di bagian resepsionis sana.


"Kau ini, ternyata suka memperhatikan Anggia ya" tuding Lucas.


"Lah... kita kan gede sama sama bro trus kuliah di luar juga sama, wajar dong gue perhatiin" elak Adrian.


"Iya juga sih... tapi kemaren ke rumah kaya nya ngak segede gini ya" Lucas ikut memperhatikan.

__ADS_1


"Kemaren dia make dress ngak terlalu ketat, lah sekarang ini super ketat, lihat noh... isinya mau tumpah" kekeh Adrian.


Lucas hanya geleng geleng kepala mendengar penuturan asisten sekaligus sahabatnya itu.


Sementara di depan sana, masih aja terjadi perang mulut.


"SEKARANG KAMU BERI TAU SAYA, MANA RUANGAN BOS KAMU, CALON TUNANGAN SAYA...!!' bentak Anggita kepada resepsionis itu.


"Mohon maaf Nona, walau Nona mengaku pacar, tunangan bahkan istri boss saya sekali pun, klau anda tidak ada membuat janji atau boss saya tidak ada konfirmasi sama sekali, anda tidak bisa menemui boss saya Nona" tutur Desi ramah, memang begitu lah, peraturan yang di buat oleh kantor itu, dan sebagai karyawan yang baik dan patuh atas perintah atasan Desi kekeh dengan pendiriannya.


"YA... KAU... KARYAWAN RENDAHAN, AWAS KAU... YA, AKU AKAN MENGADUKAN PERBUATAN MU ITU SAMA CALON TUNANGAN SAYA, BIAR DI PECAT SEKALIAN KAU DARI PERUSAHAAN INI...!" marah Anggia yang tidak terima dengan perlakuan resepsionis tersebut.


"Silahkan mengadu Nona, saya sam sekali tidak takut, saya hanya sedang menjalankan perintah boss saya saja, klau Nona masih ingin bertemu dengan boss saya, silahkan tunggu di ruang tunggu sana, namun sebelum nya, tolong isi buku tamu dulu" tutur Desi sopan.


"Tidak perlu...! nanti saya akan datang lagi, awas kau, tunggu saja pembalasan saya, saya akan meminta Lucas memecat karyawan belagu kaya kau ini..!!" ketus Anggia dan lalu meninggalkan Desi dan rekannya di sana, Desi hanya acuh dan tidak perduli, karena dia sudah melakukan prosedur kerja dengan benar, dia tidak takut, bukan sekali dua kali ada tamu yang mengaku aku seperti Anggia tersebut, sudah banyak yang dia hadapi dari dulu, jadi Desi sudah kebal dengan ancaman seperti tadi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2