Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 40


__ADS_3

"Jadi apa rencana kalian dengan hasil pemotretan ini?" tany Zahra di sela sela acara makan mereka.


"Rencananya kami akan membuat poster dan membuat katalog kak, agar customer bisa melihat lihat model terbaru di toko kakak" seru Emely dengan semangat, Zahra mengangguk angguk tanda mengerti.


"Kakak serahkan sama kalian, nanti berapa biayanya kalian lapor sama kakak ya, jangan lupa hitung gaji kalian, tapi jangan besar besar" kekeh Zahra.


"Kakak tenang saja, kami akan menghandel dengan baik, sesuai ke sepakatan, gaji kami cukup dengan masakan yang kakak buatin saja" cengir teman si kembar itu.


"Gaji Ken, cukup kiss dari Bunda setiap hari" cengir anak kecil itu, dia hanya mai di cium oleh Zahra lain dari itu pasti akan marah.


"Sini aunty cium" ucap Emely mendekati Kenzo, membuat anak kecil itu sewot.


"No.. aunty, Ken ngak mau di cium sama yang lain, kecuali Bunda" pekik Kenzo dan dia berdiri dan lansung kabur mendekat ke arah sang Bunda.


Brak.....

__ADS_1


Sedang asik asik bercanda ria, terjadi keributan di luar sana.


"Zahra... keluar kau, wanita j****g...!!"


teriak seseorang di luar sana, sambil melempar sesuatu ke kaca ruko itu, beruntung kaca itu kuat, dan tidak pecah.


Deg....


"Siapa lagi sih, yang bikin ulah!" keluh Zahra, masalahnya tak berkesudahan, entah apa salahnya, yang selalu di tuduh yang bukan bukan.


"Ken ikut om....!" teriak Kenzo mengejar Filio, Filio hanya mengangguk, dia tau keponakannya itu tidak akan diam saat Bundanya di serang orang, keduanya berjalan ke luar ruko dan di ikuti yang lain dari belakang.


Mereka bisa melihat mantan sahabat Zahra yang sedang hamil besar itu sedang mengamuk di luar sana.


"Apa apaan ini?" tanya Filio.

__ADS_1


"Haii.... kau.... adik J****g itu kan, suruh dia keluar dari persembunyiannya, gue mau tanya di mana dia menyembunyikan suami gue..!!" teriak nya dengan lantang, tentu saja membuat orang orang yang berada di sekitar ruko itu jadi berkerubun di sana.


"Siapa yang tante bilang j****g, di sini tidak ada yang j*****g, apa tante mantan j*****g, makanya seenak tante memberi nama kepada orang!" sinis Kenzo, bibir anak itu akan sadis membela sang Bunda, saat ada orang lain merendahkan bundanya dengan kata kata yang menyakitkan.


"DIAM KAU... BOCAH SIALAN, APA KAU TIDAK DI DIDIK SAMA ORANG TUA KAU, BISA BISANYA KAU BERKATA TIDAK SOPAN KEPADA ORANG TUA, APA KAU TIDAK DI SEKOLAHKAN OLEH J*****G ITU, SAMPAI SAMPAI KATA KATA KAU ITU KASAR SEKALI DAN TIDAK BISA MENGHORMATI ORANG YANG LEBIH TUA!!" bentaknya kepada Kenzo


"Ncek.... pasti bunda saya menyekolahkan saya, dan juga mendidik saya dengan baik, saya bisa sopan tante kepada orang yang lebih tua, tapi klau yang lebih tua tidak bisa berkata sopan, jangan harap dia akan di hormati oleh orang lain, sekalipun saya ini anak kecil, saya tidak akan pernah bisa sopan sama tante, karena tante ngomongnya juga ngak sopan" ucap Kenzo dengan nyala.


"SIALAN BOCAH SIALAN, MANA ZAHRA...!! SURUH KELUAR DIA DARI DALAM, JANGAN JADI ORANG PENGECUT, DI MANA DIA SEMBUNYIKAN SUAMI GUE...!!" teriak wanita bunting itu.


"Kenapa cari suami tante kerumah kami, dan kenapa bisa tante menuduh bundaku menyembunyikan suami tante, apa tante takut suami tante ingin kembali sama Bunda saya! tenang tante... Bunda saya tidak level dengan suami tante tukang selingkuh itu, apa tante pikir bunda saya akan mau kembali sama mantan pacarnya yang sudah berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, maaf tante bunda saya sangat terhormat, kalah jauh dengan tante yang gampangan dan suka merebut kekasih sahabat!!" sarkas Kenzo sambil bertolak pinggang.


Deg....


"Sialan, bocah ini kenapa mulutnya sadis banget sih..." gumam nya dalam hati.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2