Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 150


__ADS_3

"Wah... Wahhh.... Ada siapa nih, kok bisa sih wanita miskin ini makan di hotel mewah ini, apa habis menjual tubuh ya." ejek seorang wanita kepada Filona, yang sedang asik menyantap makanan di mejanya.


Filona hanya mendengus kesal melihat wanita yang berpakaian **** itu, dia memang tidak begitu mengenal wanita itu, namun dia ingat klau mereka satu kampus.


"Kenapa diam, benarkan yang gue bilang, loe habis jual diri." pongah wanita tersebut, tentu saja ribut ribut tersebut menjadi perhatian pengunjung restoran tersebut.


"Loe siapa sih, ganggu gue aja, perasaan gue ngak kenal sama loe." sahut Filona yang masih menyantap makanannya dengan santai, dia tidak perduli dengan perempuan itu.


"Yaa.... Gue lagi ngomong, ngak sopan banget sih, loe..." bentak perempuan itu, karena dia kesal di cuekin oleh Filona, Filona memang gitu, ngak pernah ambil pusing dengan orang orang yang membencinya, terkesan bodo amat, toh dia tidak melakukan kesalahan apa pun, apa lagi saat ini dia makan di sini, juga karena suaminya, bukan kemauan dirinya sendiri.


"Gue ngak nyuruh loe datang ke sini, dan gue ngak kenal sama loe, loenya aja yang sok kenal, apa gue cantik kali ya, klau fans sama gue silahakan aja, ngak usah jelek jelekin gue juga kali, buat menarik perhatian gue." ujar Filona santai.


"Dih... Najis gue fans sama loe, emang loe artis, dasar sok cantik, kegatelan!" marah cewek tersebut.


"Artis sih ngak, tapi... klau cantik, kaya nya iya deh, gue lebih cantik kemana mana dari loe, bukan sok cantik, nyatanya gue memang cantik kok." sahut Filona santai, dan terus saja menyantap makanan di piringnya, karena dia memang benar benar lapar saat ini, cuma acara makannya malah terganggu oleh kedatangan wanita aneh tersebut.


"Siapa yang bilang loe cantik, ngak ada." sewot wanita tersebut.


"Lah... kan loe sendiri yang bilang gue cantik, sekarang sok amnesia sia lagi." kekeh Filona.


"Sialan loe, gue kasih tau sama loe ya, jangn pernah dekatin Bian lagi, dia itu calon pacar gue, gara gara loe, dia jadi menjauhi gue cewek sialan." pekik Wanita itu.


"Bian siapa, gue ngak kenal, dan buat apa juga gue dekatin dia, apa untungnya sama gue," ujar Filona yang memang tidak mengenal yang namanya Bian, dan memang banyak yang mendekati Filona, namun Filona mah cuek aja, yang dia fikirkan bagaimana lulus secepatnya, agar tidak membebani sang kakak lagi, nyatanya, dia sekang memang tidak membebani sang kakak, malah tanggung jawab kakaknya sudah selesai atas dirinya, dan di ambil alih oleh sang suami.

__ADS_1


"Dasar cewek munafik, padahal jelas jelas seminggu yang lalu, loe makan berduaan di kantin sama dia." pekik wanita itu.


Filona makin bingung, kapan dia makan berduaan sama cowok, selama ini dia makan dan kemana mana selalu bersama Emely dan beberapa teman temannya.


Filona hanya mengedikan bahunya, karena dia tidak ingat dan tidak merasa kenal, mungkin yang waktu itu dia sedang duduk di kantin menunggu Emely memesan makanan dan juga menunggu teman temannya saat itu, memang ada yang mengajak dia bicara, namun Filona tidak tau siapa namanya, karena memang begitulah Filona, yang tidak pernah kepo terhadap orang lain.


Byurrr....


Karena kesal wanita itu, lansung menyiram minuman yang berada di meja Filona tersebut, ke wajah Filona, otomatis wajah dan baju Filona jadi basah kuyup.


"Yaaa... apa apaan sih loe...!" pekik Filona, kaget dan juga kesal bajunya basah kuyup, beruntungnya baju Filona berwarna hitam, jadi tidak terlihat dalaman Filona tersebut.


"Sayangg..." Panggil Adrian yang baru datang, dan melihat Filona yang di siram orang tidak di kenal, melihat itu wajah Adrian lansung memerah menahan amarah.


"Iya nanti kita ganti, sekarang kita urus dulu jurik satu ini." marah Adrain, sambil menyelimuti Filona dengan jasnya.


"Ehhh... kak Adrian..." gagas wanita itu, dia tau betul siapa Adrian, karena ayahnya bekerja di perusahaan Lucas, dan dia sangat tau, klau Adrian adalah asisten andalan Lucas, orang nomor dua di perusahaan itu, dan dia juga tau, klau Adrian juga mempunyai usaha sendiri.


"Siapa kau... yang berani beraninya, menyiram istri saya!" bentak Adrian.


"Haa.... d- dia istri kakak?" gagap wanita itu, dia tidak menyangka, klau Filona adalah istri dari atasan ayahnya, dan dia sangat menyukai Adrian, karena beberapa kali bertemu Adrian di perusahaan itu, saat menemui sang ayah.


"Menurut kau siapa haaa....!" bentak Adrian penuh emosi, membuat nyali wanita itu menciut seketika.

__ADS_1


"Jangan pernah sebut saya kakak, itu hanya boleh berlaku untuk istri saya, panggil saya Tuan." tekan Adrian, sejujurnya, dia tidak ingin sombong dan juga tidak gila hormat, namun klau berhadapan dengan wanita seperti ini, tidak bisa di kasih hati.


"B- Baik Tuan, tuan, dia tidak cocok jadi istri tuan, dia itu wanita penggoda, bahkan kakaknya saja punya anak di luar nikah, dia wanita tidak benar tuan, apa tuan tidak takut klau dia hanya memanfaatkan tuan saja, secara dia kuliah pakai beasiswa, sudah pasti dia butuh sugar daddy untuk menopang gayanya yang glamor itu, wanita itu tau, klau Filona memakai barang barang branded, walau terkesan sederhana, apa lagi melihat cincin berlian di jari Filona, dia yakin harganya tidak kaleng kaleng.


"Tutup mulut kau wanita sialan, siapa kau, yang mengatur ngatur diri saya, dan apa kata kau, istri saya dan kakaknya wanita tidak benar, lalu bagaimana dengan kau, yang baru saja menghabiskan waktu di kamar 201 dengan laki laki paruh baya tadi." sinis Adrian, dia tidak sengaja tadi melihat wanita itu keluar dari kamar 201 sambil ber ci uman dengan laki laki paruh baya di depan pintu kamar dan juga laki laki itu juga me re mas re mas bo kong wanita tersebut.


Blusss.... malu sudah wanita itu di buat oleh Adrian, kenapa bisa dia ketahuan oleh Adrian, memang selama ini, dia suka memuaskan naf su, laki laki hidung belang untuk memenuhi gaya glamornya, walau ayahnya bekerja di perusahaan Lucas yang gajinya juga besar, namun dengan gayanya seperti itu, mana mungkin ayahnya memberi jatah jajannya banyak, sementara dia punya adik yang juga sedang sekolah dan abang yang belum selesai kuliah, mana cukup gaji ayah nya, memenuhi permintaannya.


"Kenapa diam. Jawab!" bentak Adrian. Tentu saja membuat wanita tersebut semakin takut dan gemetaran.


"Cih.... sekarang saja kau ketakutan, hilang nyali kau menghina istri saya, jelas jelas kau yang murahan, malah menuduh orang lain pula." sinis Adrian.


"Sudah kak, aku kedinginan." ujar Filona, karena dingin, tidak itu saja, dia juga malu banyak orang yang melihat ke arah mereka, dan dia jadi risih.


"Maaf sayang, kakak melupakan kamu." sesal Adrian.


"Pergilah kau, jangan pernah perlihatkan wajah sok lugu kau itu, nyatanya kau gadis binal, dan awas saja klau kau berani membuat masalah sama istri saya lagi, tanggung akibatnya dan jangan pernah menyesal." ancam Lucas.


Perempuan itu hanya mampu menunduk, dan pergi dengan tergesa gesa, dia tidak sanggup melihat ke arah orang banyak, yang menatap dia dengan tatapan jijik.


"Ayo sayang, kita ke kamar, ganti baju kamu dulu." ujar Adrian lembut dan menggandeng pinggul Filona.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2