
Hari demi hari, berjalan dengan baik, Bunda Santi sudah bisa berjalan sedikit demi sedikit, karena selalu dapat suport dari anak dan menantunya, Filona berperan banyak dalam bisanya berjalannya bunda Santi, walau dalam hamil muda dan mual mual yang dia rasakan, tidak pernah mengeluh untuk melatih bunda Santi berjalan, dan mengantar ke rumah sakit untuk terapi dan kontrol, membuat Adrian makin cinta sama sang istri.
Zahra sang kakak ternyata kembali hamil anak ke dua dan ke tiga, Zahra hamil anak kembar di usia Kenzie baru sembilan bulan, orang tua Lucas semakin bahagia mempunyai banyak cucu.
Dan Hari ini hari bersejrah bagi Filona, Filio dan Emely, karena mereka berhasil tamat kuliah dengan waktu 4,5 tahun, semua keluarga hadir di hari bahagia itu, Filona memakai Toga dengan perut buncitnya, membuat aura bumil itu makin terpancar walau tidak memakai riasan yang mencolok.
Dan yang membuat semakin bahagia Filona dan Filio berhasil menjadi lulusan terbaik di setiap jurusan yang mereka ambil, Filio mendapatkan beasiswa S2 ke luar negeri, membuat Zahra meneteskan air mata bahagia, campur sedih, karena tidak menyangka bisa melalui hari sampai saat ini, jerih papayahnya berbuah manis, adik adik yang dia besarkan dengan ke dua tangannya, tanpa bantuan orang lain kini telah lulus dan yang membuat bangga, sang adik dapat beasiswa ke luar negeri, ada rasa sedih akan di tinggal adik laki lakinya, namun ada rasa bahagia juga untuk Zahra.
"Bunda Ayah lihatlah dari sana, adik adik sudah lulus seperti yang kalian impikan, Ara bahagia, beban di pundak Ara serasa sudah lepas bunda hiks." gumam Zahra melihat sang adik berdiri di atas panggung sana, sedang mendapatkan piagam mereka.
Lucas yang peka dengan sang istri, lansung memeluk Istri tercintanya.
"Mas sangat bangga sama kamu sayang, bisa menjadi suri tauladan untuk adik adikmu, klau mas jadi kamu, belum tentu mas akan bisa." bisik Lucas.
"Menantu mommy memang hebat, wanita tangguh." ujar Sang mommy ikut memeluk sang menantu.
"Test...."
Test...."
Bunyi mikrofon di atas panggung sana yang sedang berada di tangan Filio.
"Saya ingin mengucapkan sepatah dua patah kata untuk orang yang telah jasa dan membuat saya berada di puncak ini, dia lah kakak saya Zahra, kakak kandung kami berdua, tanpa dia belum tentu kami berada di sini, dia lah pengganti orang tua kami berdua, yang telah tiada, di tangannya kami di kuliahankan di sini, dia berjuang siang dan malam untuk membiayai kami bertiga, dimana dirinya sendiri saat itu juga sedang kuliah, dan harus mengurus bayi, yang di tinggal ke surga oleh ke dua orang tuanya, dan kakak kami tidak pernah menyerah memperjuangkan kami, tidak setidak fitnah fitnah kejam yang di berikan orang kepadanya, tak sekali dua kali usahanya di hancurkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, tidak satu dua tiga orang laki laki yang menginginkannya, namun mundur gara gara tau, kakak kami butuh biaya banyak untuk menghidupi kami, namun dia tetap tegar dan tetap semangat demi kami, Terimakasih kakak, tanpa mu apalah kami ini" ujar Filio penuh darai air mata.
Filona sudah tersedu sedu di samping kembarannya itu.
__ADS_1
Zahra hanya tersenyum di balik tangisnya, dan mengangguk menatap ke dua adiknya yang ada di atas panggung sana, dia tidak dapat berkata kata lagi, sungguh dia sangat bahagia saat ini, melihat ke duanya sudah berhasil menamatkan kuliah mereka.
Filio menuntun sang kembaran untuk menemui kakak dan suaminya di bawah sana.
"Salamat adik adik kakak." Zahra merentangkan tangannya supaya ke dua adiknya masuk ke dalam pelukannya.
"Terimakasih kakak." ucap kedua adiknya itu, Filio lansung bersujud di kaki sang kakak, sementara Filona hanya mampu memeluk sang kakak dan menangis tersedu sedu, karena tak mampu sujud di kakik sang kakak, karena terhalang dengan perut buncitnya.
Semua orang yang melihat itu pun ikut terharu , dan juga ikut meneteskan air mata, sedikit banyak tentu mereka tau dengan gosip gosip tiga orang itu, dan tidak jarang juga mahasiswa di sana yang punya mulut comel mengolok olok si kembar, namun mereka tutup telinga dan masa bodo.
"Kakak bangga pada kalian, adik adik kakak, walau banyak rintangan yang kita lalui kalian tetap fokus dalam belajar, dan hari ini kalian dapat merasakan hasilnya." ujar Zahra.
"Itu semua karena kakak." ujar Filona dan pelukan sang kakak.
"Iya dong istrinya siapa dulu..." ujar Adrian. yang menarik sang istri dari pelukan sang kakak, dia sudah tidak sabar dari tadi ingin memeluk sang istri, namun istri yang kurang peka malah terus terusan menempel kepada sang kakak.
Membuat Zahra dan yang lain terkekeh melihat tingkah Adrian.
"Selamat sayang, istri abang memang yang terbaik," ujar Adrian memeluk istri kecilnya itu.
"Selamat adik kakak." ucap Zahra kepada Emely, dia memeluk adik iparnya itu dan memberikan sebuah bingkisan kepada Emely.
"Makasih kaka, ini isinya apa?" kepo Emely dengan mata berbinar.
"Rahasia dong, nanti buka di rumah." kekeh Zahra.
__ADS_1
"Suatu saat nanti Ken juga akan berada di sana, dan membuat Ayah bunda, bangga sama Ken." ujar Kenzo dengan sungguh sungguh.
"Harus itu, abang harus bisa jadi kebanggaan bunda dan ayah." ujar Lucas.
"Selamat sayang kalian yang terbaik...." ujar Mommy Lusi memeluk Filona, Emely dan Filio bergantian.
Setelah mereka berfoto bersama dan melempar Toga mereka dan berteriak bersama.
Selesai....
Haiii.... kalian pembaca setia outhor, terimakasih sudah mengikuti setiap karya outhor ya😘😘😘 nanti kita ketemu lagi di karya outhor yang lainnya.
Sambil menunggu karya baru outhor kalian bisa baca karya outhor yang sudah tamat dan juga sedang up....
* Aira si gadis dingin.
* Suamiku yang tak di anggap
* Nikah Rahasia
* Ketika suami tidak lagi jadi harapan
* Suami cacat ku.
Makasih.... babayyy.....🤗🤗🤗
__ADS_1