Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 89


__ADS_3

"Waahhhh.... Nyonya bosss...." pekik Sari melihat Zahra yang baru memasuki lobi perusahaan dengan menenteng makanan yang sempat dia beli tadi.


Zahra mengembangkan senyum manisnya, melihat para sahabatnya yang bersorak melihat ke datangannya ke perusahaan tersebut.


"Tambah cantik aja sih... istri Tuan Lucas ini" ujar Firda meneliti penampilan Zahra yang semakin cantik dengan balutan dress selutut dan memakai wedges dan jangan lupa tas bermerk di bahunya menunjang penampilan Zahra.


"Hooh makin glowing pula" jujur Angel yang terpana melihat penampilan Zahra tersebut.


Bukan hanya teman temannya aja yang terpesona melihat Zahra hampir seluruh karyawan yang melewati mereka melihat Zahra tak berkedip.


Karena selama ini Zahra hanya berpakaian formal ke kantor, hari ini dia datang dengan penampilan yang berbeda, walau tak memakai make up yang berlebihan Zahra tetap terlihat elegan.


"Kalian ini bisa aja, nih.... aku bawain makanan" ujar Zahra memberikan tentengan yang dia bawa tadi.


"Waahhh.... ternyata setelah jadi nyonya boss, sahabat kita ini ngak berubah, masih sama, sama saat dulu" pekik Sari.


"Ya iya lah... aku masih Zahra yang dulu, cuma status aja yang sudah ganti" ujar Zahra.


"Zahra yang dulu perawan ting ting, kini gadis bolong eaa...." Firda mulai absrudnya keluar.


"Zahra yang dulu karyawan biasa, kini jadi nyonya boss... ea....." sahut Angel.


"Zahra yang dulu cantik, kini makin cantik... ea..."


Begitu terus teman temannya menggoda Zahra, namun itu tidak lama karena mendengar panggilan seseorang.


"Sayang...." panggil Lucas dari arah lift memanggil sang istri yang masih asik bercanda ria dengan teman temannya.


Karyawan Lucas hanya menatap cengok melihat wajah Lucas yang lembut menatap Zahra, baru kali ini mereka lihat wajah manis bos merek itu, biasa nya wajah kanebo kering yang mereka lihat setiap hari, tapi dengan adanya Zahra wajah kanebo kering Lucas hilang entah kemana.


"Mas...." ujar Zahra menghampiri sang suami dan menyalami tangan Lucas dengan takzim.

__ADS_1


Lucas tanpa ba bi bu


Cup....


Mengecup bibir sang istri di depan banyak karyawannya, membuat mereka histeris dengan kelakuan Lucas yang menurut mereka sangat membuat iri itu.


"Mas...!!" pelotot Zahra yang tidak menyangka, suaminya itu berani mencium dia di depan orang ramai.


"Kenapa?" acuh Lucas seolah olah tidak melakukan kesalahan sama sekali.


"Kenapa cium aku di depan orang ramai" kesal Zahra sambil mencubit pinggang suaminya itu.


Lucas hanya terkekeh, bukannya sakit, justru yang ada geli yang dia rasakan dengan cubitan sang istri.


Para karyawan Lucas itu semakin di buat menganga melihat perubahan Lucas saat bersama Zahra.


"Biarin aja, emang kenapa mas cium istri mas sendiri, bukan istri orang lain, kamu hari ini cantik sekali, sayang" ujar Lucas merangkul pinggang sang istri membawanya keluar dari perusahaan untuk mencari makan siang.


"Gue ngak nyangka boss bisa romantis juga ya"


"Cuma Zahra yang bisa bikin wajah kanebo kering itu, jadi kanebo basah"


Begitu lah bisik bisik yang terdengar di lobi perusahaan itu.


"Haiisss.... ayo ayo... gara gara drama barusan kita telat makan siang loh, nanti waktu makan siang habis lagi!" ujar Angel yang baru sadar.


"Astaga... iya ayo...." seru Sari ikut melangkah.


"Haii.... kalian mau kemana? balik kandang! kita kan udah di bawain makan siang sama bu boss" kekeh Firda mengangkat tentengannya.


"Aaa... iya, ayo..." ujar mereka serempak masuk lagi keruang kerja.

__ADS_1


"Loh... kalian cepat amat makannya, perasaan baru pergi deh" heran Ben, yang baru menyelesaikan tugasnya.


"Ngak jadi ke kantin, ini bu boss tadi bawain kita makan siang" ujar Firda.


"Bu boss udah masuk? mana dia...?" tanya Ben bersemangat.


"Lagi pergi sama pak boss" sahut Sari mengambil box makan siangnya.


"Buat aku ngak...?" ujar Ben memelas.


"Ada... tenang aja bu boss pasti beliin buat kita semua" tutur Angel yang tau sifat sahabatnya itu.


"Haaa... syukur lah, gue lagi bokek tau, untung bu boss datang jadi penyelamat gue, semenjak bu boss ngak kerja lagi, pengeluaran gue makin membengkak" keluh Ben.


Yang lain hanya terkekeh mendengar keluhan Ben itu, mereka sejujurnya juga kehilangan Zahra, dari segi apa pun, terutama kampung tengah yang biasanya Zahra selalu membawa berbagai macam makanan setiap hari nya, kini mereka menyetok mie kotak di pantry menyedihkan bukan, biasa nya makan roti bakar, bolu kukus, lapis legit, salad buah, salad sayur, nasi goreng, nasi bakar dan banyak lagi yang lainnya Zahra bawa bikinan tangan sendiri, kini mereka harus rela makan mie instans di akhir bulan, tanpa pasokan dari sahabat mereka itu.


"Kalian makan apa, kok saya ngak di tawarin?" ujar pak manager keluar dari ruangannya.


"Heleh.... gaya pak, biasanya juga tanpa di tawarin nyomot sendiri tanpa basa basi" omel Firda.


Manager itu hanya terkekeh dan mengambil jatahnya, dan ikut makan di ruangan itu bergabung dengan bawahannya.


"Bu boss ya yang ke sini?" ujar Manager itu.


"Hmmm... siapa lagi yang suka kasih kita makan, klau bukan bu boss, lihat lah, semenjak bu boss ngak di sini berat badanku jadi turun" keluh Ben mendramatisir.


"Huuu...." sorak yang lain memandang malas ke arah Ben.


Di depan pintu ruangan itu, senyum Daddy Bagas terkembang karena menantu kesayangannya begitu perduli dengan orang lain, walau dia dalam ke adaan susah, namun tetap bisa berbagi, dia sangat bangga kepada menantu kesayangannya itu.


Daddy Lucas kembali melanjutkan langkahnya, yang sempat terhenti tadi, saat mendengar nama menantunya di sebut sebut.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2