Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 135


__ADS_3

"Haiii... Lona, kami dengar dari Emely sama Filio, kamu. Mau nikah ya?" tanya teman teman Filona saat mereka berpapasan di parkiran, setelah Filona mengantarkan tugasnya ke ruang dosen.


"Iya..." jawab Filona singkat, sambil tersenyum manis.


"Waaahhhh, selamat ya, tapii. Apa kamu ngak sayang, masa muda kamu langsung di habiskan untuk suami dan nanti untuk anak di rumah, apa kamu ngak bosen bakal di kekang di rumah saja?" tanya teman Filona.


"In Syaa Allah, ngak. kenapa harus merasa terkekang, di rumah ada ibu mertua ku, ada suami, klau pun dia kerja pasti ada waktu untuk aku, ngak mungkin jugakan aku du kekang sama suamiku, aku bisa pergi main kok sama Emely dan kalian juga." ujar Filona sambil tersenyum.


"Apa ngak sayang, belum tamat kuliah tapi sudah nikah, dan apa ngak ingin kerja gitu, dan kongkoi kongkoi sama teman teman pulang kerja?" tanya teman Filona makin penasaran.


"Ngak, tujuan aku kuliah awalnya memang ingin lulus dan bekerja untuk membantu kakak ku, tapi. sebelum itu terlaksana, Tuhan sudah kasih aku jodoh yang terbaik, kenapa aku bisa bilang yang terbaik, karena selain di restui kakakku, Mommy, Daddy, Filo dan Emely, aku juga minta petunjuk di sepertiga malam ku, berulang kali aku melaksanakan sholat istoqorah, jawabannya tetap sama, aku memilih pilihan yang Allah kasih, semoga pilihanku ini, pilihan yang tepat." ujar Filona dengan tegas.


Adrian dan Bunda Santi mendengar obrolan Filona dengan teman temannya, ikut tersenyum haru, di setiap jawaban yang di lontarkan oleh Filona, apa lagi menajawab itu pilihan Allah, yang dia minta di sepertiga malamnya, bunda Santi tak mampu membendung tangisnya, tidak ada beban bagi Filona menjawab, ada mertuaku di rumah, kenapa harus bosan, dia sungguh terharu, dari kemaren hatinya masih takut takut kalau, Filona tidak bisa menerima dirinya, tidak apa dia tidak serumah dengan anaknya setelah menikah, dia tidak mau Adrian belum mempunyai pendamping hidup, biarlah dia hidup terpisah dengan sang anak, asal anaknya mempunyai pendamping hidup, tapi. mendengar jawaban Filona, membuat hatinya terharu, bearti Filona menerimanya dengan baik, hilang sudah rasa takutnya, berganti rasa bahagia yang tidak bisa di ungkapkan.


Adrian begitu bangga dengan calon istrinya, perasaan jatuh cintanya kepada Filona semakin dalam, gadis yang masih sangat muda itu, menjawab setiap pertanyaan teman temannya, tidak ada rasa keraguan sedikitpun, di tambah dia tidak menolak kehadiran sang bunda. Justru dia bilang, kenapa harus bosan, ada mertuaku. Itu saja membuat Adrian ingin sujud syukur, karena Filona dengan ikhlas menerima kehadiran bundanya yang berpenyakitan itu, tidak seperti wanita wanita lain, yang menatap sang Bunda dengan tatapan jijik, dan dengan tega bilang. Klau kamu mau menikah dengan ku, maka aku tidak ingin satu rumah dengan ibu mu, aku jijik, masukan saja dia ke panti jompo, aku ngak mau repot mengurusnya. sakit sungguh sakit hati adrian mendengar ucapan wanita itu. Dan kini Tuhan memberikan wanita cantik, masih muda, mau menerima segala kekurangannya dan ibunya yang sakit sakitan ini, sungguh Adrian ingin berteriak saat ini juga, "AAAKKKK TUHAAAANNNN TERIMAKASIH... KAU TELAH KIRIMKAN JODOH YANG BAIK UNTUKKU....TERIMAKASIH TUHAN....."


"Nak, jaga dia dengan baik, jangan sakiti dia, bahagiakan Filona" ujar Sang Bunda dengan tangisnya.


"Tentu Bun. Aku akan membahagiakan dia dan juga Bunda, kalian adalah dua wanita terkasihku" jawab Adrian dengan haru.

__ADS_1


"Kalau gitu. Semoga kamu bahagia Filona, di cintai oleh suami dan di sayang sama mertua, karena kamu sudah mau mengorbankan masa muda mu untuk mereka" ujar teman teman Filona.


"Terimakasih do'anya ya, klau gitu aku duluan ya" ujar Filona tersenyum manis kepada teman temannya, dan menuju mobil calon sang suami, mobil mewah satu satunya yang terparkir di lapangan parkir kampus itu, bukan tidak ada mobil mewah lainnya di sana, tapi mobil mewah, calon suami Filona lah paling mencolok di parkiran kampus itu.


Teman teman Filona menatap bingung ke arah Filona, kenapa dia berjalan ke arah mobil mewah itu, banyak yang dari tadi menatap mobil mewah tersebut, karena dari tadi mereka di sana, tidak ada yang keluar dari dalam mobil, dan sekarang rasa penasaran mereka semakin memuncak, soalnya mahasiswa yang terkenal paling ramah, cantik dan sederhana itu mendekat ke arah mobil mewah tersebut.


"Ngapain Filona ke mobil mewah itu?"


"Kok Filona kesana"


Belum sempat pertanyaan lain terlontar dari mulut mereka, malah mereka terkejut dan juga ter nganga melihat cowok tampan keluar dari dalam mobil itu, dan tersenyum manis ke arah Filona, dan lansung memeluk Filona dengan sayang, tidak lupa mengecup dahi Filona.


"Waaahhh.... Filona mundur satu langkah dan berlari lebih kencang untuk mendapatkan yang lebih segalanya dari Dion" kekeh yang satunya.


Memang ada salah seorang mahasiswa di kampus ini, yang lumayan tajir dan tampang lumayan ganteng, tapi lebih ganteng Adrian. mendekati Filona, tapi Filona menolaknya, karena di labrak oleh mahasiswi yang tergila gila sama Dion, jadi lah Filona menjauh dari Dion. karena males berurusan dengan wanita itu.


"Mmm Filona di lawan, dia pakai jalur langit" ujar temannya.


Teman teman Filona menatap kagum kepada Filona karena bisa membuat asisten abangnya Emely itu bisa kepincut sama Filona, siapa yang tidak kenal dengan Adrian, wajahnya juga sering wara wiri di majalah bisnis, selain asisten Adrian, dia juga pengusaha walau usahanya di pegang oleh orang kepercayaannya, karena dia ingin berbakti kepada Lucas sahabat baik sekaligus dewa penolongnya.

__ADS_1


"Cih.... Dasar perempuan matre, menolak Dion, ternyata cari yang lebih kaya" sinis seseorang yang membenci Filona, walau banyak yang menyukai Filona, pasti juga ada yang membenci, walau tidak ada Filona membuat kesalahan kepada mereka, cuma karena iri saja, ya Filona banyak di sukai teman teman dan dosen. dia pintar, baik hati, mudah bergaul, satu lagi mahasiswi berprestasi, dan di tambah sahabat baik Emely, anak pengusaha nomor satu, membuat mereka iri dengan Filona, karena Emely, tidak mudah di ajak berteman, Filona gadis miskin, masuk kampus jalur beasiswa, yang kakaknya di kabarkan gadis murahan bisa berteman baik dengan Emely, sementara mereka yang kaya dari orok Emely tidak mau berteman dengan mereka, itu membuat mereka membenci Filona.


"Abang ihhh.... Malu" ujar Filona, karena di peluk mesra oleh Adrian di depan banyak orang di parkiran itu.


"Kenapa harus malu, abang calon suami kamu" ujar Adrian yang tidak melepaskan pelukannya dari sang pujaan hati, dia melakukan itu, gara gara ucapan Filona yang tadi, di tambah hatinya panas, banyak mahasiswa yang menatap kagum kepada Filona, membuat hatinya cemburu, dia memeluk Filona agar semua mahasiswa di sana tau kalau Filona sudah ada yang punya, ternyata Adrian pencemburu juga ya.


"Ayo abang, kita jalan, kasian Bunda" ujar Filona.


"Ya sudah, ayo... duduk di depan sama abang ya?" bujuk Adrian.


"Ngak mau. mau sama bunda aja" ujar Filona, lansung berlari membuka pintu belakang, dan duduk di samping bunda Santi dan melingkarkan tangannya di perut bunda santi, membuat bunda Santi terkekeh dengan sikap manja Filona.


Adrian memberengut kesal dengan Filona, karena memilih duduk dengan sang bunda, dari pada dengan dirinya, namun dia juga bahagian melihat sikap manja Filona dengan sang Bunda.


"Dasar manja" ujar Adrian mengelus sang rambut Filona, yang sedang memeluk bunda Santi.


"Biarin." sahut Filona yang malah semakin kepalanya di bahu bunda Santi.


Adrian terkekeh dan menutup pintu penumpang dan dia masuk ke bagian kemudi. dan menjalankan mobil ke luar dari kampus menuju mall, untuk memesan cincin pernikahan mereka.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2