
pagi ini Lucas mulai bekerja seperti biasanya, sebelum berangkat ke kampung halaman sang mommy, ada banyak berkas yang harus dia tangani, sejujurnya Lucas masih belum rela berpisah dengan istri cantiknya itu, tapi apa mau dikata semua harus dia kerjakan, klau tidak mau perjalanan dia ke kampung halaman mommy nya itu akan terganggu dengan pekerjaan yang mulai membuat dia bosan, padahal sebelum menikah Lucas adalah laki laki yang gila kerja, namun semenjak menikah dia menjadi malas bekerja, memilih lebih suka berdekatan dengan sang istri.
"Ayo mas sayang, sudah siang ini, kenapa masih meringkuk di kasur, kamu harus kerja loh, bentar lagi pasti asisten kamu itu datang" ucap Zahra lembut membangunkan suaminya yang masih menggelung tubuhnya dengan selimut tebal, dia malas untuk berangkat kerja.
"Mas males kerja sayang, mas maunya dekat kamu aja tau?!" Rajuk Lucas di dalam selimut itu, sejujurnya dia sudah bangun namun karena malas berangkat kejar dia memilih pura pura tidur.
"Dih... kenapa jadi pemalas sih... klau kamu ngak keraja lalu aku dan anak anak mu nanti mau di kasih makan apa?" Ucap Zahra mulai mengomel persis emak emak yang ke kurang uang belanja.
"Haiii... sayang, mas ngak kerja selamanya, harta mas ngak akan habis tujuh turunan" sombong Lucas mulai mengeluarkan kepalanya dari dalam selimut.
"Ncek... sombong sekali kamu mas, ya sudah klau kamu ngak mau mandi dan berangkat kerja ya terserah, nanti malam jangan harap kamu tidur dekat aku, aku mau tidur dekat Kenzo, lagian sudah lama juga aku ngak tidur sama anak aku itu" ancam Zahra lalu bangkit dari sisi tempat tidur, dan mau berjalan ke luar kamarnya, malas sudah Zahra membujuk sang suami, mending dia melihat anaknya yang mau berangkat sekolah, apakah anak itu sudah rapi apa belum.
Brukkk....
"Mau kemana kamu hmmm...." Lucas menarik tangan sang istri sebelum menjauh darinya, mendengar ucapan sang istri membuat Lucas ketar ketir, enak saja dia tidak tidur dengan sang istri, mana bisa kaya gitu, dia sudah terbiasa tidur sambil mengendusi bau sang istri dan memegang squisy istrinya yang sudah candu buat dirinya.
__ADS_1
"Lepas mas, klau kamu mau tidur ya tidur aja, aku mau ke kamar Ken, melihat dia sudah rapi apa belum, dia mah rajin ngak seperti kamu yang pemalas ini" sindir Zahra, yang berusaha melepaskan pelukan sang suami.
"Haiii... kamu ini kenapa sekarang seperti mommy yang suka sekali menyudurkan suami hmmm..." kesal Lucas dengan mencium Zahra bertubi tubi, tak perduli istrinya itu memberintak, yang penting dia bisa mendapatkan apa yang dia mau.
Setengah jam berlalu, Zahra keluar dari kamar mandi dengan wajah masamnya, bagaimana tidak, suaminya itu memaksa Zahra main kuda kudaan sebelum bangkit dari kasur, mana waktu sudah mepet, anaknya mau berangkat sekolah, namun suaminya tidak perduli, yang penting kemauannya harus tercapai.
"Jangan cemberut sayang, melayani suami itu ibadah" ujar Lucas dengan senyum tengilnya, dia bisa meminta haknya di pagi ini, sebagai penyemangat dirinya untuk berangkat kerja.
"Tau ah... mas kenapa suka sekali sama itu, perasaan ngak pernah absen deh, ngak dapat malam siang pun jadi, heran deh, emang mas ngak bosan apa" dengus Zahra.
"Mas... ih, pagi pagi ngomongnya udah ngelindur deh" kesal Zahra.
"Mana ada ngelindur, kan kamu sendiri yang tanya, jadi mas jawab lah sesuai fakta" jawab Lucas ngak mau kalah.
"Iya iya terserah mas lah" pasrah Zahra dan membangun suaminya berpakaian.
__ADS_1
Lucas sangat senang dengan perhatian dari sang sang istri, dia memeluk pinggang istrinya agar selalu dekat dengannya.
"Selesai....." ujar Zahra sambil menepuk nepuk dada bidang suaminya itu dengan tersenyum. lembut, Lucas menatap dalam penuh cinta kepada sang istri.
"Nanti istri mas ini jadi ke salon?" tanya Lucas, ya Zahra belum di izinkan kerja oleh Lucas dan keluarganya, atau mungkin nantinya akan di suruh berhenti, namun meraka tidak akan memaksa Zahra dia tau gadis itu tidak suka berleha leha seperti para wanita lainnya, hobi shoping, dan arisan kesana kemari.
"kaya nya iya, mas tau sendiri mommy, klau sudah berkata, harus terlaksana sama kaya anknya ini" goda Zahra.
"Hahaha... kamu ini sudah tau ya" ujar Lucas ikut tertawa mendengar ucapan sang istri.
Cup...
"Ya sudah ayo kita turun, ngak enak mereka menunggu kelamaan" ujar Lucas seperti dia tidak melakukan ke salahan.
"Ncek... kan mas sendiri yang bikin lama" omel Zahra dan meninggalkan suaminya, dia melaju dengan langkah lebar menuju pintu kamar mereka.
__ADS_1
Lucas hanya terkekeh dengan tingkah sang istri, dan mengikuti langkah istrinya, yang sudah membawa tas kerja suaminya itu.