Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 48


__ADS_3

Brukk....


"Auiiisss....."


Desis Zahra karena dia jatuh dari pangkuan Lucas, bukan hanya itu Lucas pun ikut terjatuh dan mendarat sempurna di atas tubuh Zahra.


"Maaf sayang, apa yang sakit?" tanya Lucas yang masih setia menindih tubuh Zahra


"Bisa tolong lepaskan saya tuan" ucap Zahra menahan sakit di bokong dan sikutnya dan juga menahan kesal, karena Lucas tidak juga melepaskannya.


"Tidak, saya tidak akan melepaskan kamu, sebelum kamu menerima cintaku" ucap Lucas kekeh.


"Ohhh.... Tuhan, dosa apa hamba mu ini, kenapa dapat orang menyebalkan dan gila seperti dia" gumam Zahra kesal dan tentu masih di dengar oleh Lucas, Lucas terkekeh mendengar gumam Zahra itu.


"Saya bukan gila sayang, tepatnya tergila gila kepada mu, jadi... gimana mau menerima cinta saya kan...." ucap Lucas memaksa cintanya kepada Zahra.


"Tuan, bukan kah saya sudah katakan, klau saya tidak sepadan dengan anda, masih banyak gadis yang lebih cantik dan kaya raya di luar sana, yang mau bersama anda" jawab Zahra frustasi di bawah kungkungan Lucas itu, membuat jantungnya berdetak tak karuan.


"Saya tau dia luar sana banyak yang lebih dari kami, lebih segala galanya. namun yang saya mau hanya kamu, bukan yang lain" bisik Lucas di telinga Zahra dan dia mencium cuping telinga Zahra, membuat Zahra menggelinjang kegelian, tanpa sadar tangan Zahra memeluk tubuh Lucas, membuat Lucas mengembangkan senyumnya.


"Bagaimana, kau sudah ada keputusan?" tanya Lucas lagi, melihat manik mata Zahra itu dengan jarak lebih dekat.


Zahra seperti terkena hipnotis, saat melihat mata Lucas dan tanpa sadar Zahra menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Yesss...." teriak Lucas girang dan beranjak dari tubuh Zahra, namun sebelum itu di sempat sempatnya mencuri kecupan di bibir manis Zahra.


Cup..


Cup..


"Ya.... kenapa anda suka sekali mencium ku tuan!" kesal Zahra.


"Berhenti memanggil ku Tuan sayang, panggil aku dengan mesra" kesal Lucas, Zahra hanya menatap malas Lucas, menerima aja terpaksa, sekarang suruh manggil dengan panggilan sayang, sungguh zahra di bikin kesal oleh bosnya itu.


Walau pun lagi kesal, Lucas tetap membantu Zahra untuk berdiri.


"Apa yang sakit?" tanya Lucas saat mereka sudah berdiri dengan sempurna.


"Pantat dan sikut ku" ketus Zahra


Mendengar ucapan Lucas itu, tentu Zahra tidak terima, dan mukul dada Lucas bertubi tubi.


"Dasar bos mesum...!" pekik Zahra, Lucas hanya terkekeh melihat karahan sang kekasih.


"Ingat sayang, bos mesum ini adalah kekasih mu, dan sebentar lagi jadi suami mu" tutur Lucas melihat wajah kesal Zahra itu.


"Ya.... siapa yang mau menikah dengan anda tuan, bahkan jadi kekasih anda saja, saya di paksa" kesal Zahra tidak terima.

__ADS_1


"Aku tidak terima penolakan, semakin kamu menolak dan semakin aku akan memaksamu untuk menjadi milik ku, kapan perlu hari ini juga kita ke KUA " tegas Lucas yang tidak main main.


Zahra hanya bisa menghembuskan nafas pasrah, semakin dia melawan, yang ada bosnya memaksa.


Melihat Zahra diam Lucas tersenyum kemenangan dia bisa menaklukan gadis cantik itu.


"Duduk di sini, temani kekasih mu ini sarapan, kapan perlu kamu suapin" ucap Lucas jahil sambil menarik tangan Zahra agar duduk di sampingnya.


"Ogah.. punya tangan kan, gunakan tangan sendiri" sewot Zahra.


Lucas terkekeh, melihat wajah kesal Zahra.


"Baiklah, kekasih mu ini akan makan memakai tangan sendiri, dan kamu cukup duduk manis di sini, menemani aku sarapan psayang..?!" tutur Lucas, dan mengambil sarapan dari atas meja tersebut.


Mau tak mau Zahra akhirnya menemani Lucas sarapan di dalam ruangan Ceo itu.


"Aa... buka mulut" perintah Lucas, sambil menjulurkan sendok berisi nasi dan lauk, ke arah mulut Zahra.


Zahra kaget melihat tingkah Lucas itu, dan dia menatap mata Lucas, Lucas tersenyum dan menganggukkan kepalanya, agar Zahra menerima suapannya.


Mau tak mau Zahra membuka mulutnya dan menerima suapan itu.


Senyum Lucas lansung terkembang, karena Zahra mau menerima suapan nya.

__ADS_1


"Gadis pintar" ucap Lucas dan membelai kepala Zahra dan turun ke pipi.


Tentu saja Zahra gugup dan salah tingkah, setelah kepergian orang tua dan kakaknya, belum pernah Zahra di perlakuan seperti itu oleh orang lain, dulu orang tua dan abangnya lah yang selalu membelai kepala Zahra penuh kasih.


__ADS_2