
Sementara itu di lain kamar, di hotel yang sama, Zahra juga sedang di dandani oleh MUA yang sudah di sewa oleh Mommy Lusi.
Namun wajah calon pengantin itu sedikit suram, karena tragedi tadi, dia di datangi oleh seorang wanita **** yang mengaku aku sebagai calon tunangan Lucas dan mengatakan dirinya hanya lah pelakor yang merebut calon tunangan seseorang dan juga wanita miskin yang tidak tau di untung, yang ingin bersanding dengan laki laki kaya.
"Haiii... kenapa masih di tekuk wajahnya, nanti cantiknya ilang loh..." ucap Mommy Lusi.
"Mi... apa yang di bilang cewek tadi memang benar, aku hanya seorang perempuan miskin yang ingin bersanding dengan laki laki kaya, aku tak pantas bersanding dengan Mas Lucas Mi... apa di batalin aja pernikahan ini" ucap Zahra mulai meragu.
"Haii... kok gitu, mana ada begitu" panik Mommy Lusi, enak saja mau di batalin pernikahan ini, membujuk Zahra untuk menikah dengan anaknya saja sudah susah payah, sekarang tinggal beberapa menit lagi masa mau di batalin.
"Awas saja kau Anggia sialan, sampai menantu saya membatal pernikahan ini, saya hancurin karir dan perusahaan orang tua mu tanpa sisa, menyesal saya mengenal kau" gerutu Mommy Lusi.
"Kak, dengerin aku ok, abang Lucas ngak pernah punya hubungan sama Anggia itu selain teman masa kecil, dan kelurga kami ngak pernah melakukan perjodohan dengan Anggia, saat itu memang Mommy ingin menjodohkan abang sama kak Anggia, namun abang menolak tegas karena abang sangat tau pergaulan Anggia di luar sana, dan kebusukan keluarga Anggia juga Daddy mengetahuinya, lagian ucapan itu hanya candaan belaka Mommy sama abang, waktu itu mereka belum mengenal dekat kak Zahra dan sialnya kak Anggia mendengar kata kata perjodohan antara dia dan abang, semenjak itu kak Anggia selalu bicara kepada semua orang klau dia itu adalah calon abang, padahal ngak sama sekali" ucap Emely panjang lebar.
"Benar itu nak, jangan termakan sama ucapan Anggia ya, Mommy menyesal mengenal gadis itu" keluh Mommy Lusi.
"Gitu ya...." ucap Zahra yang masih sedikit ragu.
"Iya... jadi sekarang sudah boleh di lanjutkan meriasnya, soalnya sebentar lagi akad akan di mulai" ucap Mommy Lusi, dia takut Zahra benar benar membatal kan pernikahan ini.
Zahra hanya menganggukan kepalanya.
"Ok... kita mulai..." semangat si perias tulang lunak itu.
"Hufff ..." akhirnya Mommy Lusi menghembuskan nafas leganya.
Beberapa waktu berlalu, akhirnya Zahra selesai di rias, dia terlihat semakin cantik, dan manglingin.
"Wahhh.... Nona anda cantik sekali...!" puji perias tersebut dengan suara mendayu dayu khas nya.
__ADS_1
"Ah... ini juga hasil kerja keras kakak kok, aku sendiri hampir tidak percaya kalau ini adalah wajah ku" ucap Zahra merendah dan memuji calon pengantin itu.
"Ah... anda bisa saja Nona, selain kerja saya, tapi ini juga di dukung dengan wajah anda yang sudah cantik alami, dan kami hanya menambah riasan sedikit saja, wajah anda lansung bersinar" ujar si perias.
Zahra hanya tersipu malu dengan pujian yang di lontarkan oleh perias itu.
"Waaauuuwww.... kakak ipar ku, kau cantik sekali.... ini baru wajah doang belum ganti baju nya, ayo... ganti baju mu, aku mau lihat secantik apa kakak ipar ku ini" semangat Emely.
Zahra hanya menurut saja, memang waktu sudah mulai mepet, sebentar lagi acara akan di mulai.
Zahra di bantu dengan Emely dan juga sang Mommy mengganti pakaian, sedang kan Filona sedang di dandani di kamar sebelah, karena nanti Filona dan Filio nanti akan duduk di atas pelaminan menemani sang kakak.
"Astaga... menantu Mommy ya allah... kamu benar benar cantik" pekik Mommy Lusi saat Zahra sudah mengganti pakaian nya dengan baju pengantin yang harganya bisa mencekik kantong rakyat biasa seperti zahra itu.
"Mommy bisa aja, Mommy juga cantik kok" ujar Zahra malu malu.
"Hahahaha... kamu benar sayang" kekeh sang Mommy mengingat anak laki lakinya itu.
Tok...
Tok....
Tok....
Ceklek....
Bunyi pintu di buka dari luar.
"Ya... ada apa!" tanya Mommy kepada seseorang di balik pintu itu.
__ADS_1
"Acara akan segera di mulai nyonya, jadi pengantin wanita di suruh ke tempat acara" ucap petugas itu dengan sopan.
"Ok... kami akan ke luar, kamu duluan saja" ucap sang Mommy.
"Ayo sayang, sudah mau mulai" ajak sang Mommy menggandeng tangan Zahra.
"Tunggu Mom... sepatu kakak belum di pakai" pekik Emely.
"Ah... iya Mommy lupa" ucap Mommy Lusi nepuk jidatnya.
"Nah... gini baru benar" omel Emely.
Zahra hanya terkekeh melihat ke hebohan ibu dan anak itu.
"Filona kemana ya...? kok ngak kelihatan dari tadi?" tanya Zahra.
"Lagi dandan di sebelah" ujar Emely ikut menggandeng tangan Zahra.
"Kak, kakak cantik banget.... " seru Filona saat muncul dari luar, matanya berkaca kaca melihat sang kakak.
"Adiknya kakak juga cantik" ucap Zahra ikutan berkaca kaca, seketika mereka ingat keluarga yang sudah tiada.
"Jangan menangis nanti riasan kalian rusak, pasti mereka melihat kalian dia atas sana, pasti mereka bahagia melihat anak anak mereka sudah tumbuh besar dan cantik, apa lagi sebentar lagi anak perempuannya akan menikah" ujar Mommy Lusi, yang tau apa yang membuat kedua gadis itu ingin menangis, bukan dia tak pengertian, justru dia tak ingin ke dua gadis itu akan bersedih di hari bahagian Zahra dan Lucas itu.
"Iya Mom.." ucap ke dua adik beradik itu, sambil tersenyum.
Lalu Zahra berjalan di lorong hotel tersebut dengan di apit oleh adik dan calon adik iparnya, sedangkan Mommy Lusi di belakang sambil memperhatikan pakaian calon menantunya takut ke injak.
Bersambung....
__ADS_1