Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 124


__ADS_3

Adrian jalan tergesa gesa ke IGD rumah sakit, ke tempat ibunya di rawat, namun tangannya tidak melepaskan pegangannya dari tangan Filona. Filona yang di perlakukan seperti itu sedikit salah tingkah.


"Mbak..." ujar Adrian kepada orang yang dia bayar untuk menjaga Ibunya itu.


"Mas Adrian sudah datang?" ujar Mbak Heni yang umurnya 2 th di bawah Adrian, namun saat matanya melihat tangan Adrian yang selalu menggandeng tangan perempuan di sampingnya sedikit tidak suka.


"Bagaimana Bunda?" Tanya Adrian.


"Masih di tangani sama dokter Mas" ujar Heni.


Adrian hanya mengangguk tanda mengerti.


"Maaf ya, kamu kamu jadi bolos kuliah" ujar Adrian menatap Filona dengan sedikit sesal.


"Tidak apa kak, tadi Emely WA katanya ngak ada dosen, cuma di kasih tugas doang, mereka lagi main ke rumah temanku" ujar Filona.


"Haa... Syukurlah" ujar Adrian dengan perasaan lega.


Ceklek...


"Keluarga Bu Santi" Panggil Dokter.


"Saya, anaknya dok" ujar Adrian, buru buru menghampiri dokter

__ADS_1


"Gimana Bunda saya dok?" tanya Adrian panik.


"Seperti biasa sedikit drop, tapi sekarang sudah mulai stabil, namun harus di rawat sementara di rumah sakit, kami perlu observasi pasien." ujar dokter.


"Baik dok, lakukan yang terbaik untuk Bunda saya" ujar Adrian.


"Itu pasti kami lakukan dengan terbaik, tapi. Tolong urus administrasi sebelum di pindahkan ke ruangan" ujar dokter.


Adrian mengangguk, dan berjalan menuju administrasi tidak jauh dari IGD.


"Bunda kenapa bisa drop lagi, padahal akhir akhir sudah membaik" ujar Adrian dengan lembut memegang tangan sang bunda, yang terbaring di bed pasien di ruang VIP yang sudah Adrian pesan.


"Ngak tau, tiba tiba saja bunda merasa sesak, dan tau tau sudah di IGD aja." ujar Bunda Santi.


"Bunda salah makan?" tanya Adrian.


"Ini yang namanya Filona ya?" tanya Bunda Santi beralih kepada gadis manis di samping sang anak.


"Iya Bun, aku Filona, kok bunda tau sama aku?'' ujar Filona sedikit kaget.


"Tentu saja Bunda tau, Adrian suka sekali menceritakan kamu sama bunda, dia menyukai seorang gadis cantik, dia baik, pintar" puji Bunda Santi.


Pipi Filona bersemu merah, mendengar ucapan sang Bunda Adrian itu.

__ADS_1


Sementara Adrian di buat salah tingkah oleh sang bunda, niat hati hari ini mau mengutarakan perasaannya, namun sang bunda lebih dulu nyolong star.


Sementara suster Heni memutar mata kesal, bisa bisanya majikannya itu memuji perempuan ingusan di depannya, apa istimewanya paling juga bisanya menyusahkan dan tidak bisa apa apa.


"Kak Adrain bicaranya berlebihan Bun, mana ada aku cantik." ujar Filona malu malu.


"Kamu lucu sekali sayang, kamu mau ngak jadi menantu bunda, biar bunda ngak kesepian lagi di rumah?" ujar Bunda Adrian itu.


Adrian di buat kaget, dengan ucapan sang Bunda, bagaimana ceritanya, Bundanya yang melamar Filona untuk nya. Bikin harga diri Adrian tercoreng saja.


Filona juga tidak kalah syok, baru pertama bertemu dengan bunda Adrian, kenapa lansung minta dia jadi istri anaknya, sementara Adrian sendiri tidak pernah menembaknya, dan mengucapkan cinta kepadanya, bikin Filona bingung saja.


Heni semangkin terperanjat mendengar ucapan majikannya itu. Bagaimana bisa majikannya itu lansung menyukai gadis ingusan itu, dia yakin gadis itu tidak bisa apa apa, dan bisanya hanya hura hura dan foya foya saja.


"Bunda. Kenapa bunda yang lamar Filona" dengus Adrian tidak suka.


"Kenapa memang? nunggu kamu kelamaan, tunggu lebaran monyet juga ngak akan di lamar lamar, biarin bunda yang bertindak, sebelum di tikung laki laki lain, kalau di tikung baru lah kau menyesal, meraung di kamar, laki laki kok lemot" sungut Bunda Santi, yang sudah lama ingin bertemu Filona, namun Adrian masih banyak alasan inilah, itulah, sekarang ada kesempatan kenapa tidak dia melancarkan aksinya.


"Bun, bukan gitu maksudnya. Harusnya kan aku yang melamar Filona, tapi nunggu waktu yang tepat dulu" cemberut Adrian.


"Kelamaan nungguin kamu, mumpung ada orangnya di depan bunda, ya sudah biar bunda saja yang ngelamar, walau belum ada cincinnya, tapi ngak pa apalah, nanti menyusul." cerocos bunda Santi.


"Astaga, mimpi apa gue semalam" bisik Filona dalam hati, jantungnya sudah melompat lompat tidak karuan, bagaimana bisa bundanya Adrian itu melamar dia, sementara anaknya saja belum tentu menyukai dirinya.

__ADS_1


"Bagaimana sayang. Kamu terima Adrian ngak?" tanya Bunda Santi, yang sudah penasaran dengan jawaban Filona.


Bersambung....


__ADS_2