Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 88


__ADS_3

Setelah acara kejutan yang di berikan oleh Lucas dan keluarganya, kini di sini lah mereka berada di sebuah salon terkenal langganan mommy Lusi, tepatnya hanya Zahra dan mommy Lusi, yang lainnya juga sudah kembali ke kegiatan masing masing.


"Mbak tolong layanin mantu saya dengan baik, saya mau perawatan lengkap untuk dia" ujar Mommy Lusi dengan ramah.


"Baik nyonya" sopan pegawai tersebut, karena dia tau banget orang yang datang itu adalah pelanggan setia mereka, di tambah lagi dia sangat baik dan tidak pelit kepada pegawai di sana, suka memberi tips lebih kepada mereka.


"Mari Nona...?!" ajak pegawai tersebut kepada Zahra, dia membimbing Zahra masuk ke ruang ganti.


"Mommy ngak perawatan juga?" tanya Zahra yang bingung mertua cantik yang seolah menolak tua itu masih duduk santai di kursi tamu.


"Mommy Nunggu tante serin dulu, tadi dia wa maommy, mau ikut perawatan juga, kamu masuk dulu aja sayang" ucap mommy Lusi lembut kepada Zahra.


Zahra mengangguk tanda mengerti dan mengikuti pekerja salon itu dari belakang.


"Silahkan ganti dulu Nona" ucap sopan pegawai tersebut, memberikan kemben ke pada Zahra dan Zahra menerimanya dengan sopan juga.


Setelah mengganti pakaiannya Zahra berjalan ke tempat perawatan yang sudah di sediakan di dalam sana.


Zahra melakukan luluran, massage, spa, totok wajah, creambatc, pedimenicure, dan sedikit memotong rambutnya agar terlihat lebih fresh.


Hampir setengah harian Zahra berada di salon tersebut memanjakan dirinya, tubuh Zahra yang tadi sakit sakit kini kembali rileks.


"Waahhh.... mantu mommy makin cantik" puji mommy Lusi, melihat wajah zahra yang lebih fresh dari tadi pagi.


"Iya dong, mommy udah kasih perawatan sama tubuh dan wajah ku, makanya jadi lebih cantik, tapi masih cantikan mommy kok" kini Zahra balik memuji sang mommy.


"Ahhh... kamu bisa aja muji mommy, mana ada mommy cantik, udah pada keriput gini" elak sang mommy, mana ada wajahnya yang sudah lima puluh tahun lebih itu keriput, seolah olah memang tubuh dan wajah mommy menolak tua, karena wajah dan tubuh mommy itu masih terlihat seperti ibu ibu berumur tiga puluh lima tahunan, tentu saja masih awet muda, perawatannya ngak kaleng kaleng.

__ADS_1


"Mommy memang masih cantik, ngak ada keriputnya" jujur Zahra.


Mommy Lusi hanya terkekeh dengan ucapan sang menantu itu, lagian memang iya sih, dia bukan hanya merawat diri di salon, tapi juga melakukan senam, yoga dan tidak lupa dengan ramuan leluhurnya yang sudah turun menurun dia konsumsi.


"Nanti mommy kasih tau kamu resepnya, biar awet muda, di sayang suami dan suami nempel terus sama kamu, sekarang kamu bukan Zahra yang dulu yang tampil apa adanya sayang, tapi Zahra istri Lucas Fernandes Ceo LC group, jadi kamu harus tampil cantik, tidak perlu mewah yang penting elegan, kamu tau bukan, suami mu itu siapa, pasti banyak para cabe cabean, ular keket, ulat bulu yang menginginkan dia, dan mommy dengar mantannya ingin pulang dari luar negeri, jadi mommy sarankan kamu jangan lengah ok" ujar Mommy Lusi memperingati Zahra.


Zahra mengangguk tanda mengerti, memang dia sekarang bukan lagi Zahra yang dulu, menjadi istri dari orang nomor dua terkaya di asia itu harus bisa me jaga tubuh dan cara berpakaian agar suami dan keluarga suaminya tidak malu dengan keberadaanya, wajar klau sekarang sang mommy selalu mengajak dia ke salon, membeli pakaian pakaian brandit untuk menunjang penampilannya.


Zahra tidak perlu memakai pakaian ****, cukup dengan pakaian sederhana namun elegan dan jangan lupa juga bermerek sudah memperlihatkan auranya, Zahra dulu tanpa melakukan perawatan ke salon sudah cantik, apa lagi sekarang sering melakukan perawatan tentu saja lebih semakin cantik.


"Wahhh... sayang, kamu semakin cantik aja, tante pangling loh lihat kamu" ujar tante Serin melihat Zahra dengan tatapan kagumnya.


"Ahhh.... tante bisa aja, tante juga cantik loh tan" puji Zahra yang sedikit malu mendengar pujian dari tante Serin.


"Sudah ayo kita makan siang dulu, perutku sudah lapar" ujar Mommy Lusi.


"Ya sudah ayo... makan di mall PI aja, sekalian shoping" ajak tante Serin


Tut.....


Tut....


Tut....


Hp Zahra berbunyi, dia sudah tau siapa yang menelpon, Zahra minta izin untuk menerima telpon kepada mertuanya.


"Hallo... Assalamualaikum... mas..." sahut Zahra.

__ADS_1


......


"Masih di salon mas, mau ke mall PI, mau makan siang.


.....


"Kan ngak enak bilangnya sama mommy mas, tadi aku bareng mommy, masa sekarang aku makan siang sama kamu" ujar Zahra tidak enak hati.


......


"Ya udah deh, aku bilang dulu sama mommy, nanti aku kabarin lagi" jawab Zahra.


"Kenapa sayang? suami bucin kamu telpon suruh ke kantor ya?" tebak mommy Lusi yang seolah olah sudah tau.


"Hehehehe... iya my" jawab Zahra tidak enak hati, karena merek tadi sudah janji mau shoping bareng, tiba tiba suaminya malah menyuruh nya lansung ke kantor.


"Ya sudah, kamu pergi aja, mommy sama tante Serin pergi berdua" ujar mommy Lusi tersenyum lembut kepada sang menantunya.


"Tapi... my..." ujar Zahra tidak enak hati.


"Tidak apa apa, sudah biasa itu sayang, Daddy kamu ngak jauh beda sama suami kamu yabg bucin itu, kamu santai aja, tante pergi bersua sam mommy kamu" ujar tante Serin.


"Baiklah tan, my... aku ke kantor dulu" ujar Zahra.


"Kamu di anter sopir aja, mommy bareng sama tante Serin" ucap mommy.


"Nanti mommy pulang naik apa!" tanya Zahra tidak enak.

__ADS_1


"Setalah nganter kamu, sopirnya suruh ke mall PI jemput mommy" ujar Mommy Lusi.


"Baik my, aku berangkat dulu" sebelum berangkat Zahra mencium tangan mommy Lusi dan Tante Serin bergantian dengan takzim.


__ADS_2