
Bruk....
Saat Filona dan Emely berjalan di lorong kampus mereka, Filona yang memang sudah dari rumah merasakan kepalanya sakit, akhirnya tidak kuat dan terjatuh tak sadarkan diri.
"Astaga.... Lona...!" pekik Emely, yang tidak bisa menangkap tubuh Filona, yang sudah tergeletak di lantai lorong kampus tersebut.
"Astaga. Adek gue, pekik Filio yang memang sedang menunggu Filona dan Emely, karena mereka memang masih suka berkumpul klau belum masuk kelas.
"Lona, hiks... hiks...." pecah sudah tangis Emely melihat Filona pingsan.
"Bawa ke klinik aja!" titah teman teman mereka.
Filio lansung membopong sang adik dalam pangkuannya, dia juga panik melihat kembarannya yang tidak sadarkan diri itu.
Emely langsung menelpon abangnya, karena Adrian tidak mengangkat telponnya.
"Baiklah, kamu tenang ya, nanti abang ke sana, sama Adrian." ujar Lucas.
Adrian berlari ke dalam kampus tempat sang istri sedang menimba ilmu, dia sangat takut terjadi apa apa terhadap sang istri.
"Abang..." panggil Emely, saat melihat Adrian yang berlari menuju lorong yang salah.
"Lona di mana dek." tanya Adrian dengan wajah ngos ngosan, dan juga tampak wajah paniknya.
"Ada di dalam, lagi di tanganin dokter, tadi aku telpon dokter keluarga kita." ujar Emely.
"Makasih ya..." ujar Adrian menepuk bahu Emely yang sudah di anggap adik olehnya.
"Abang masuk aja, takut Filona nyariin, tadi belum sadar dianya, masih di temani oleh Lio di dalam." ujar Emely.
Adrian mengangguk dan membuka pintu klinik kampus itu.
__ADS_1
"Sayang..." panggil Adrian, melihat sang istri sudah sadarkan diri.
"Abang..." sahut Filona dengan tersenyum melihat sang suami.
"Kamu kenapa sayang, kenapa klau sakit ngak bilang sama abang, kenapa juga lagi sakit maksaiin kuliah, abang berasa ngak berguna menjadi suami, istri sakit abang ngak tau." ujar Adrian panjang lebar.
Dokter hanya geleng gelang kepala melihat kelakuan Adrian, yang hampir sama persis dengan Lucas itu.
"Dugaan Om, istri kamu ini sedang hamil deh, dengan gejala gejala yang dia tunjukan, lebih baik kamu bawa ke dokter kandungan." ujar Dokter Dirga.
"Haaa... apa dok, istri saya hamil!" pekik Adrian berbinar.
"Hmmm dugaan Om begitu." angguk dokter tersebut.
"Makasih Om..." ujar Adrian, namun dia malah meraih istri cantiknya itu, dan memeluk Filona dengan sangat erat dan tak berhenti mengecup puncak kepala sang istri.
"Terimakasih sayang, terimakasih sudah mau mengandung anak abang." ujar Adrian dia sampai meneteskan air mata bahagia.
"Tapi ini belum pasti loh bang, kita harus ke rumah sakit dulu." ujar Filona takut apa yang di katakan dokter tersebut salah dan memang dia juga sangat berharap secepatnya hamil, dia sangat tau sang suami sudah ingin mempunyai anak, karena setiap waktu senggang suaminya itu suka mengajak Kenzie dan Kenzo bermain, terlihat sekali dia sangat ingin mempunyai anak, walau tidak pernah meminta kepada Filona.
Filio ikut senang melihat kebahagian kembarannya itu.
"Aku ingin ikut, tapi aku ada ujian" keluh Filio
"Nanti kami Vidioin, jadi abang ujian aja dengan tenang." ujar Adrian.
"Baiklah, aku tunggu loh Vidionya." ujar Filio.
"Siap...." sahut sepasang suami istri itu.
Adrian dan Filona sudah sampai di rumah sakit, dan sedang di tangani oleh dokter kandungan, demi memenuhi janjiny kepada Filio, Adrian tidak segan segan meminta suster untuk memvidiokan mereka di dalam sana, dan sampai memvidiokan janin yang berada di dalam perut Filona.
__ADS_1
"Selamat ya pak, istri bapak sedang hamil 8 minggu." ujar Dokter tersebut dengan senyum manisnya.
"Bagaimana bisa dok, aku dua bulan ini masih dapat mens loh, tapi memang hanya flek flek aja sih." ujar Filona bingung.
"Itu wajar kok, memang bawaan hamil berbeda beda, memang ada sebagian juga seperti mbaknya, kadang sampai ngak tau sudah hamil besar." tutur sang dokter.
Adrian hanya mengangguk angguk tanda mengerti, tangannya tidak lepas mengelus elus perut sang istri.
"Untuk berhubungan tolong durasinya sedikit di kurangi ya, karena kandungannya masih muda, masih rawan ke guguran, klau dapat mbaknya jangan melakukan aktifitas berat berat dulu." ujar Dokter lagi.
"Dengar sayang, jangan mengerjakan apa apa dulu ya, kamu kan tangannya gatel." omel Adrian.
"Iya..." jawab Filona manyun.
Dokter hanya tersenyum melihat suami istri itu.
"Ini resep dokter bisa di tebus di rumah sakit atau di apotik, jangan lupa makan buah buahan dan sayur sayuran," ucap sang dokter.
"Baik dok, terimakasih." ucap Adrian dan Filona, lalu mereka meninggalkan rumah ruangan dokter tersebut, dan gegas untuk pulang, memberitahukan berita bahagia tersebut kepada orang rumah, terutama sang bunda.
"Kita mampir ke supermarket dulu ya sayang, beli susu hamil." ujar Adrian.
Filona hanya mengangguk dan menurut saja apa yang di lakukan sang suami.
"Bang, mau itu." ujar Filona melihat pedagang gerobak yang membawa kue pancong, dan es dawet.
Adrian lansung saja memerhentikan mobilnya dan membeli apa yang di mau oleh sang istri.
Adrian terkekeh melihat sang istri yang memakan makanan seperti anak kecil, dan tidak menawarkan dirinya untuk makan makanan tersebut, biasanya istrinya itu akan selalu menyuapi dirinya saat memakan apapun, namun lihat lah hari ini dia malah sibuk makan sendiri, tanpa perduli dengan Adrian, namun Adrian senang melihat itu semua, karena sang istri mau makan, dia suka mendengar keluhan sebagian rekan bisnis bahkan teman temannya mengeluh, istri semeraka tidak bisa makan, dan muntah setiap mencium aroma masakan, dan berujung di rawat di rs karena kekurangan asupan makanan, Adrian tidak mau itu terjadi, kepada sang istri.
"Bang nanti beli es cream ya." pinta Filona lagi, setelah mereka sampai di supermarket.
__ADS_1
"Baiklah tuan putri." ujar Adrian memeluk dan mengecup dahi sang istri penuh kasih.
Bersambung....