Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 65


__ADS_3

"Haiii.... jeng kenalin ini menantu ku" mommy Lusi memperkenalkan Zahra kepada kolega koleganya.


"Haii... sayang, kamu cantik sekali, pantes ponakan tante yang kanebo kering itu bisa sampai klepek klepek sama kamu" ucap salah satu kerabat Kucas tersebut.


"Tante bisa aja, tante juga cantik kok, kelihatan masih muda" puji Zahra.


"Aahh... kamu ini... bisa aja nyenengin hati orang" ucap sahabat mommy Lusi itu.


"Haiii... sayang, bukannya kamu pernah viral ya, sama anak kamu yang ganteng itu, mana dia, tante ingin kenalan sama dia" ucap salah satu teman mommy Lucas.


"Ada tante, tadi main sama adikku" ucap Zahra sopan.


"Kamu beruntung sekali sayang, punya anak yang sangat menyayangi kamu, masih kecil saja sudah pintar menjaga Bundanya, apa lagi klau sudah dewasa nanti" ucap teman yang lain.


Zahra yang tadinya sedikit takut dan gerogi seketika hilang begitu saja, dia pikir dia akan di hina atau di ejek karena status sosial yang berbeda, dan orang taunya dia adalah seorang janda, namun tidak, apa yang dia bayangin semuanya meleset, keluarga Lucas yang pada dasarnya adalah tajir melintir itu tidak pernah memandang status seseorang dan menerima orang tersebut dengan tangan terbuka, selagi orang itu berkepribadian baik.


"Iya tante, kehadiran Ken sungguh bearti di sisi saya, saya tidak tau apa yang terjadi pada hidup saya tante, klau tidak ada Ken, dia penguat hati saya di saat saya rapuh, dia pelita dalam hidup saya di saat ke gelapan datang menghampiri saya" ucap Zahra sendu.

__ADS_1


"Jangan bersedih lagi sayang, sekarang ada kami di sini, terutama ada suami mu, yang akan selalu berada di sisi mu, tempat kamu bersandar, berkeluh kesah, jadi lupakan kesedihan mu itu, raih lah kebahagian mulai sekarang, ingat jangan pernah lemah dan jangan pernah biarkan pelakor mengganggu rumah tangga kalian" ucap salah satu tante Lucas dan memeluk Zahra penuh kasih sayang.


"Makasih tante sudah mau menerima Zahra, adik adik Zahra dan juga anak Zahra" ucap Zahra penuh ke sopanan, dia begitu terharu ternyata tante tante Lucas itu bisa menerimanya dan tidak terlihat sedikit pun wajah mengejek dan sinis, yang ada senyum tulus yang mereka perlihatkan.


"Hallo... tante....apa kabar semua, sudah lama ya.. kita ngak ketemu" ucap seseorang yang sok akrab dan sengaja menyenggol tangan Zahra hingga Zahra sedikit terderong untung saja di sampingnya ada Lucas yang lansung sigap memeluk istri cantiknya agar tak sampai jatuh.


Orang yang di sapa hanya menoleh sebentar dan memandang jengah melihat wanita sok akrab itu, tak ada satu pun dari mereka yang menyahut teguran perempuan sok akrab itu, justru mereka lebih memperhatikan Zahra.


"Sayang... kamu ngak apa apa nak!" tanya Mommy Lucas khawatir.


"Ngak pa apa kok mi, ini ada Mas yang sigap bantuin aku" ucap Zahra dan dia sengaja berbicara seperti itu, karena wanita itu lah yang tadi melabraknya dan mengatai dirinya pelakor.


"Dasar perempuan udik, sialan... apa bagusnya di nya di banding gue, kenapa semua orang malah perduli kepadanya, dan tidak memperdulikan gue ada di sini, ahh.... nyebelin!" gerutu Anggia dalam hati.


"Apa apaan, kamu Anggia...!" kesal Mommy Lucas setelah memastikan menantu cantiknya tidak kenapa napa, baru lah dia melihat Anggia.


"Ada apa tante... aku ngak ngapa ngapain, kok tante marahin aku sih..?" ucap Anggia merajuk dan seolah olah tidak tahu menau.

__ADS_1


"Ngak usah banyak alasan kamu Anggia, kamu pikir kami di sini ngak ngeliat kamu sengaja menyenggol Zahra" oceh Tante Lucas yang bernama Ema itu.


"Ouh... masa sih, perasaan aku hanya nyenggol dikit doang kok, dianya aja yang lemah dan sok cari perhatian" ejek Anggia, dia tidak tau saja suami Zahra itu sudah siap menyemburkan laharnya, kalau tidak di tahan oleh istri cantik nya itu.


"Dasar perempuan muka tembok, kok kamu masih berkeliaran di hadapan kami" oceh tante serin.


Zahra sedikit kaget mendengar umpatan yang di lontarkan oleh mommy tante Lucas itu, ternyata mereka bisa berubah seperti macan betina apa bila kesenangan mereka di ganggu.


"Apaan sih tante, apa bagusnya dia coba, udah janda beranak satu gitu, kalian mau mau nya menikahkan dia dengan Lucas, mana perempuan udik dan kampungan lagi, apa kalian ngak malu ngajak dia ke tempat umum dan ke acara acara penting" hina Anggia dan berusaha memprofokasi semua orang agar meninggalkan Zahra dan menyuruh Lucas untuk menceraikan Zahra saat ini juga.


"Trus... klau bukan Zahra yang menikah dengn Lucas, lalu siapa dong? apa kamu...!" ucap polos Lucas.


Dengan percaya diri Anggia lansung menganggukan kepala dengan kuat.


"Gue lebih malu bersanding dengan loe, yang suka naik ke ranjang bos bos perut buncit dan mengangkangkan kan untuk mereka asal loe dapat uang dan bisa jadi model, loe pikir gue ngak tau segala tindak tanduk loe, dan loe pikir gue ngak tau klau loe udah bolong dari saat SMA" sarkas Lucas, itu berhasil membungkam mulut comel Anggia. Anggia lansung pucat pasi mendengar penuturan Lucas, dia ngak menyangka sahabat masa kecilnya itu tau semua hal tentang dirinya.


"Sudah sayang, ajak istrimu istirahat, kasian dia, pasti kelelahan, nanti sore masih ada acara jadi sekarang istirahat gih, ngak usah ladenin orang ngak penting itu" ucap tante Ema.

__ADS_1


"Baik Mom, tante tante ku, aku ajak istriku istirahat dulu" Lucas dengan semangat menggandeng pinggang sang istri.


Bersambung....


__ADS_2