Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 104


__ADS_3

"Ara...." panggil seseorang.


Zahra mengerinyitkan dahinya, karena dia merasa tidak pernah mengenal seseorang pun di sini.


"Ra... Ini benaran kamu sayang, aku sangat merindukan kamu, kamu kemana aja, kakak kehilangan jejak kamu selama ini" ujar seseorang itu memeluk zahra dengan sangat kuat.


Zahra yang kaget dan di perlakukan seperti itu tentu saja gelagapan.


"Ihhh... Lepasin, siapa sih main peluk peluk aja" kesal Zahra dan memberontak melepaskan pelukan laki laki itu.


"Sayang, ini kakak, kamu lupa sama kakak?" ujar Laki laki itu dengan perasaan kecewa, dia mati matian mencari keberadaan wanita yang dia rindui ini, namun wanita itu tidak mengingat dirinya.


"Kami siapa? emang kita kenal!" ketus Zahra yang tidak suka di peluk sembarang orang, apa lagi sekarang dia sudah menikah, tentu saja dia harus menjaga dirinya dari laki laki manapun.


"kakak Reno Zahra... orang yang sangat mencintai kamu" ujar Laki laki itu dengan mata teduhnya.


"Ha... Kak Reno! ngapain di sini, kakak berubah banget" ujar Zahra bukan karena dia senang ketemu Reno namun heran aja kenapa ada laki laki itu di sini.


"Kakak lagi ada kerjaan di sini, ngak sengaja ngeliat kamu, kakak kira bukan kamu tadinya, tapi kakak penasaran jadi lah kakak berjalan ke sini, eh ternyata filing kakak bener itu kamu" ujar Reno bahagia bisa ketemu dengan orang yang sangat dia cintai, walau dia tidak di restui oleh orang tuanya namun perasaan dia tidak bisa berpaling dari Zahra, dia akan melakukan apa pun agar bisa bersama pujaan hatinya itu.


"Ohhh..." jawab Zahra santai.

__ADS_1


"Oh... Cuma oh... doang" ujar Reno kesal dengan ucapan pujaan hatinya itu.


"Trus aku mau bilang apa memangnya" tanya Zahra acuh.


"Kamu berubah Ra..." ujar Reno sedih melihat perubahan dari wanita kesayangannya itu.


"Kak, sudah lah, jangan ganggu ganggu aku lagi, kan sudah di bilang sama orang tua kakak, kalau kakak itu ngak pantas buat aku, kakak hanya pantas dengan orang kaya dan berkelas" ujar Zahra.


"Kakak ngak perduli ucapan mama kakak sayang, kakak hanya cinta sama kamu, kakak akan membuat mama kakak merestui kita sayang, mulai sekarang ayo kita berjuang bersama, agar bisa mendapat restu dari orang tua kakak" ujar Reno meraih tangan Zahra dengan lembut.


Namun Zahra menghempas tangan itu dengan kasar.


"Stop... Jangan pegang pegang kak" kesal Zahra menghindar dari Reno.


"Maaf kak, kita bukan muhrim, dan satu lagi kak, kita ngak ada hubungan apa apa, berhenti bilang aku ini calon istri kakak" kesal Zahra.


"Ok, maaf kakak memang salah megang kamu, tapi untuk melarang cinta kakak sama kamu itu ngak bisa, dan kamu memang calon istri kakak, kakak ngak perduli" kekeh Reno.


"Tapi aku sudah menikah kak" tekan Zahra.


Duarrr....

__ADS_1


Reno kaget mendengar ucapan Zahra itu, namun setelah itu dia malah terbahak bahak tidak percaya.


Hahahaha.....


Tawa Reno membahana di taman itu, karena ucapan Zahra, karena dia ngak percaya Zahra sudah menikah, mana mungkin Zahra sudah menikah, dia tau adik adik Zahra masih pada kuliah, dan dia tau Zahra sangat menyayangi adik adiknya, dia juga pernah mengajak Zahra nikah saat itu, namun Zahra menolak karena masih membiayai adik adiknya, dia tidak ingin menggantungkan biaya adik adiknya kepada suaminya, makanya Zahra menolak Reno untuk menikah saat itu, dan sekarang Zahra sudah menikah mana dia percaya.


"Kenapa kakak tertawa" ujar Zahra bingung.


"Kakak ngak percaya kamu sudah menikah Zahra, kamu dulu yang bilang klau kamu ngak akan menikah klau adik adikmu itu belum lulus kuliah dan kamu tidak ingin menggantungkan biaya hidup adik adik mu kepada suami mu, jadi mana percaya mas sama ucapan kamu" ujar Reno mencemooh.


Zahra tertegun dengan penuturan Reno tersebut, memang itu lah alasan Zahra menolak Reno saat itu, namun alasa. sebenarnya bukan hanya itu, karena orang tua Reno yang melabrak Zahra dan menyuruh Zahra meninggalkan Reno, dan usaha Zahra mama Reno lah yang menghancurkannya, makanya Zahra pindah dari kontrakan lamanya, di tambah lagi seorang wanita yang selalu membuat onar di toko Zahra yang mengaku aku tunangan Reno.


Huuuffff....


Zahra menghela nafasnya kasar, kesal dan marah dia ketemu dengan orang orang di masa lalunya itu, mana di tambah orangnya bebeng banget di bilangin.


"Sudah lah kak, percaya atau tidak itu bukan urusan aku, lebih baik kakak tinggalin aku sendiri di sini" kesal Zahra pada akhirnya.


"Kakak ngak akan kemana mana, karena kakak sudah ketemu kamu di sini, maka kakak ngak akan pernah mau kehilangan kamu lagi" ujar Reno dengan kekeh nya.


Sementara tidak jauh dari sana ada seseorang yang menahan marah, karena istrinya itu di peluk oleh orang tak di kenal.

__ADS_1


"Sayang....."


Deg.....


__ADS_2