Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja

Cobalah Jadi Aku Sebentar Saja
Bab 151


__ADS_3

"Kenapa bisa ribut sama jin iprit itu sih sayang, adek kenal sama dia?" tanya Adrian saat mereka sampai di kamar hotel.


Filona terkekeh mendengar ucapan sang suami, bisa bisanya dia memberi nama orang jin iprit.


"Ditanya malah tertawa." omel Adrian, sambil membuka baju sang istri di dalam kamar mandi.


"Aku ngak tau kak, pas aku lagi makan, dia tiba tiba datang sambil menghina aku, dan bilang suruh jauhin Bian, Bian mana coba, kenal juga ngak." gerutu Filona sambil menahan de sa han nya, gara gara ulah sang suami mencari kesempatan saat membantu dirinya di dalam kamar mandi.


"Kak, kenapa jadi merayap gitu sih tangan nya." ujar Filona, saat tangan suaminya sudah kemana mana di tubuhnya.


"Kakak lagi periksa sayang, takut ada yang luka." kilah Adrian terkekeh.


"Mana ada begitu, padahal cuma modus." sewot Filona, namun tubuhnya malah tidak menolak, malah ingin lebih dari itu.


"Kamu juga mau sayang, nih buktinya, sudah basah." goda Adrian mengangkat tangaannya, memperlihatkan jarinya yang sudah basah oleh cairan sang istri.


"Bodo." ujar Filona malu dengan wajah merah merona.


"Kita coba main di kamar mandi ya." ujar Adrian, belum sempat Filona menjawab, sudah di bungkam oleh Adrian dan dia lansung menyerang sang istri sampai lemas di kamar mandi tersebut.


Niat hati ingin lansung pulang, namun karena tragedi tadi, mereka malah olahraga di kamar mandi entah sampai berapa jam mereka habiskan di sana.


"Jangan cemberut dong cantik, kan kakak udah minta maaf." ujar Adrian terkekeh.


"Kakak ngeselin bangat tau ngak, percuma juga tadi aku SPA, ujung ujungnya juga sakit pinggang lagi." omel Filona.


"Maaf, kamu bikin nagih sih, ngak bisa di anggurin gitu aja, pengen lagi dan lagi tau ngak." kekeh Adrian yang ingin kembali merayap di dada sang istri, namun Filona buru buru menghindar, takut Adrian kembali menyerangnya.


Adrian terkekeh melihat sang istri menjauh darinya, dan lansung mengambil baju di bawa ke kamar mandi, untuk memakainya, bahaya klau dekat suaminya itu.


"Aaggg.... pengen di ajak lembur lagi, ngamuk ngak ya." gumam Adrian.


"Haiisss... tong, diam napa, tidur aja kek, asal lihat bini gue, lu bangun mulu dah, kasian bini gue tau, tuh lihat jalannya aja sudah kaya orang habis sunat." gerutu Adrian seorang diri sambil terkekeh dengan ucapannya.


"Assalamualaikum... Bunda..." ujar Filona saat sampai di rumah baru mereka, sementara bunda Santi sudah lebih dulu tinggal di sana, atas permintaan Filona, dia ngak mau terpisah dengan mertuanya itu, dia tau sang suami tidak akan tenang jika tinggal jauh dengan sang Bunda.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam, sayang." ucap Bunda Santi memeluk Filona yang berjongkok di bawahnya.


"Kok sudah pulang saja sayang, kalian ngak pergi bulan madu?" tanya Bunda Santi.


"Ngak Bun, aku senin mulai ujian Bun, mau fokus ujian dulu, biar cepat cepat nemenin bunda di rumah." ujar Filona Manja.


Bunda santi tersenyum senang mendengar ucapan sang menantu, tidak lupa dia juga mengelus rambut Filona.


" Cih.... pencitraan" dumel Heni dari ruang tengah, dia benci melihat ke akraban Filona dan bunda Santi.


"Ya sudah ayo masuk sayang, kalian sudah makan?" tanya Bunda Santi lagi, yang kini dirinya di dorong oleh Filona dari belakang.


"Sudah Bun." jawab Filona sopan.


"Klau gitu istirahat gih, kalian pasti capek." lanjut Bunda Santi.


"Ngak ah bun, mau sama bunda aja, nanti di kamar makin capek, di kerjain kakak terus." jujur Filona, tentu saja ucapan Filona itu membuat bunda Santi dan Adrian terbahak keras, memang lag istri Adrian ini, jujurnya kebangetan.


"Kamu ini Ian, bikin mantu bunda kecapean aja." kekeh Bunda santi yang belum bisa melepas kekehannya.


"Ya gimana bun, enak soalnya." ujar Adrian ikut menimpali.


"Hahaha.... Iya, iya maafkan lah suami mu ini, yang tidak bisa menahan diri klau dekat dengan kamu sayang." kekeh Adrian memeluk sayang sang istri, dan memberi ciuman gemes bertubi tubi di puncak kepala sang istri.


Bunda Santi, hanya bisa terkekeh dan juga senang, anaknya kini sudah bahagia, dan mempunyai menantu yang juga sangat baik.


"Woaaahhhh.... ternyata Om sama aunty ngak jauh beda ya sama Ayah dan Bunda, ngak tau tempat main sosor mulu, dan selalu nempel kaya permen karet yang bekas di makan." oceh Kenzo, yang tiba tiba sudah berada di rumah Adrian dan Filona, maklum rumah mereka hanya bersebelahan, hanya pisah dinding saja.


"Haaiii... ponakan ganteng aunty, aunty rindu sama abang sayang." ujar Filona, memang itu adanya, setelah acara resepsi malam itu, mereka belum pernah bertemu lagi.


"Huuh... Rindu apaan, sudah pulang bukan cari Ken, malah asik peluk pelukan, emang belum puas, padahal sudah nginap beberapa hari." gerutu anak itu, namun tak ayal dia tetap menghampiri auntynya dan memeluk pinggang sang aunty, tidak di pungkiri anak itu juga sangat merindukan wanita kesayangannya itu, walau sering seperti tom and jerry.


Adrian dan Bunda Santi terkekeh mendengar gerutuan bocah itu, terlihat judes, nyatanya dia sangat rindu kepada Filona, tidak salah Adrian mengambil rumah bersampingan dengan rumah Lucas, agar mereka tidak terpisah.


"Ponakan aunty sudah tambah tinggi aja." ujar Filona yang memeluk punggung Kenzo, dan Adrian menhusap sayang kepala Kenzo.

__ADS_1


"Iya dong, bentar lagi kan Ken bakal jadi abang." ujar anak itu berbinar.


"Ooohhh.. Iya, aunty lupa." kekeh Filona.


"Ncek... belum tua sudah pikun." cibir Ken, nah baru kan, Ken sudah ajak ribut.


"Ncek... kamu ini, baiknya sebentar aja, udah gitu kembali ke mode ngeselin." omel Filona.


Kenzo hanya tersenyum dalam pelukan auntynya.


"Waahhh... ngaten batu sudah sampai." girang Filio mendekat ke arah Filona, dia lansung memeluk Filona, kembarannya itu.


"Abang rindu." ujar Filio.


"Aku juga." sahut Filona, membalas pelukan dari kembarannya.


Akhirnya sore itu rumah Adrian itu di penuhi dengan tetangga sebelahnya, dan bercerita banyak hal, sampai Adrian pun menceritakan penyiraman seseorang ke sang istri tadi siang.


"Wahhh... Parah siapa dek, kamu kenal?" Filio kesal.


"Ngak tau, dia bilang jauhin Bian, aku mana kenal sama biang kerok itu." sungut Filona.


"Ooo... cowok yang waktu itu duduk dekat kamu itu loh, yang abang sama yang lain belum datang, Emely lagi pesan makanan, dia numpang duduk, soalnya kantin lagi penuh, yang tersisa meja kamu doang." ujar Filio mengingatkan Filona.


"Ngak tau." cuek Filona, dia memang seperti itu, tidak mau tau dan tidak akan ingin tau dengan yang namanya laki laki.


Filio hanya bisa geleng geleng, melihat kelakuan kembarannya, pada dasarnya sifat mereka sama, Filio sama perempuan pun seperti itu tingkahnya.


Lucas terkekeh melihat Filio dan Filona, "Kamu heran dengan tingkah Lona bang?" kekeh Lucas.


"Hmmm... padahal banyak laki laki yang cari perhatian sama dia, dia mah cuek bebek." kekeh Filio.


"Trus beda sama kamu apa Yo..." kekeh Emely ikut nimbrung.


"Lupa..." ujar Filio santai.

__ADS_1


Tentu saja ucapan Filio itu menyemburkan tawa seisi rumah.


Bersambung....


__ADS_2