
"Gimana ke adaan cucu kami, dok" ujar Daddy Bagas dengan antusiasnya, dia juga ikut masuk ke dalam ruang dokter tersebut, tidak ingin ketinggalan melihat perkembangan sang cucu.
"Alhamdulillah... Sehat. Tuan. Ini ada kantung bayinya. Dia baru berusia 6 minggu," ujar Sang dokter menerangkan hasil monitor yang sedang bergerak gerak di perit Zahra, Lucas tidak bisa berkata kata, matanya berkaca kaca melihat melihat kecebongnya sedang berenang renang di dalam rahim sang istri.
"Karena ini ke hamilan pertama, dan juga kandungan masih muda, rentan sekali keguguran jadi saya sarankan jangan terlalu banyak aktifitas" ujar Sang dokter.
Zahra mengangguk tanda mengerti.
"Ada keluhan lain?" tanya dokter lagi.
"Istri saya suka muntah muntah, klau pagi dok, dan ngak bisa mencium bau masakan, apa lagi bau bawang, bisa tidak berhenti dia muntah" terang Lucas.
"Itu wajar Tuan, bagi wanita hamil muda, biasanya ini akan berakhir setelah kandungan enam belas minggu arau lebih" ujar sang dokter.
"Kasihan dong istri" sendu Lucas.
__ADS_1
"Tidak apa, mas. Itu sudah kodrat wanita" ujar Zahra menenangkan sang suami.
Dokter tersenyum melihat sepasang suami istri itu, kadang yang datang ke sana berbagai macam ragam, ada suami yang cuek, ada yang ngak mau menemani sang istri, ada yang perhatian seperti ini.
"Ya sudah saya kasih vitamin saja ya, nanti jangan lupa makan buah, sayuran, dan susu" ujar sang dokter.
"Makasih dok" ujar mereka kompak dan meninggalkan ruangan dokter tersebut
Namun sayang, baru juga sampai di depan pintu, mereka sudah di hadang oleh ibu Anggia.
"Mommy Lisa hanya mendengus kesal mendengar ucapan Ibu Anggia tersebut.
Daddy Bagas, Lucas dan Zahra hanya bisa menarik nafas dalam dalam, rupanya keluarga ini sudah kehilangan kewarasannya saking berambisi menjadikan Lucas menantunya, dan tidak itu saja, dia akan menjadi semakin terpandang, perusahaannya pasti akan semakin maju, klau Lucas dan Anggia menikah.
"Maaf jeng. Jangan suka bicara sembarangan, jangan bikin orang berasumsi seolah olah kita ini dekat, dan jeng menyakiti hati menantu saya" ujar Mommy Lusi tegas, dia tidak ingin menantunya tidak nyaman.
__ADS_1
"Loh. Kan memang gitu kenyataannya. Sebelum gadis kampung ini datang, suami saya sudah pernah meminta Lucas menjadi menantu saya, tapi gara gara gadis miskin ini, kalian mencapkan anak saya layaknya sampah" ujar Ibu Anggia menangis mencari perhatian orang banyak.
"Tante. Maaf ya, jangan pernah hina istri saya, satu lagi. Ada atau pun tidak ada istri saya ini, itu tidak akan merubah apa pun, saya tidak pernah menyukai Anggia, dan memang anak tante itu hanya sampah, tidak murni lagi, suka naik keranjang laki laki hidung belang sekali pun, asal dia bisa bergaya glamor, mungkin tante di tipu dengan gaya polos anak tante itu, tante ngak tau bagaimana pergaulan anak tante di luar sana begitu bebas" ujar Lucas tanpa tending aling aling, dia tidak suka orang menghina sang istri, di saat istrinya di hina, mulut mercon level bom atom Lucas bisa sadis dari pada emak emak berdaster, dia tidak suka istri dan Ibunya di hina oleh orang lain
"K-kamu jangan pernah fitnah anak saya Lucas, boleh kamu bela istri kamu, tapi jangan fitnah anak saya" ujar Ibu Anggia tidak terima.
"Klau tante mau tau kelakuan anak tante, tante datang lah ke negara dia tinggal selama ini, kelakuannya tidak beda jauh dengan tante yang gatal itu, yang suka bilang lagi arisan bersama teman teman, tau taunya arisan berondong" cibir Lucas menguliti Ibu Anggia tersebut.
"Duar...."
Bagai petir menyambar tubuh Ibu Anggia tersebut, bagaiman Lucas tau kelakuannya, di luar sana membuat dia panik, tidak ingin di kehui oleh sang suami dan keluarga besarnya.
"Haaa..." nganga tiga orang di sana, tidak menyangka, kelakuan Ibu Anggia tersebut.
"Iuwww.... Suami kamu kurang perkasa ya jeng, atau perkututnya tidak tahan lama, atau susah bangun karena ke capekan, atau punya berindong lebih nikmat ya jeng, masih fresh, goyangan hot, bisa di jungkir balikan dan tahan lama ya" cibir mommy Lusi yang tidak kalah gilanya, klau sudah sakit hati.
__ADS_1
Ibu Anggia tidak bisa berkata kata, lansung kabur dari sana, dia tidak mau semikin di permalukan oleh Mommy lucas itu.